Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

3 Oleh-Oleh Dekat Braga Bandung yang Bikin Liburan Makin Lengkap, Ada Kuliner Tempo Dulu!

Sabtu, 26 September 2026 03:00 WIB

Kuliner Malam Bogor: Deretan Sajian Hangat Penggugah Selera di Kota Hujan

Sabtu, 26 September 2026 02:00 WIB

Wisata Kuliner Malam Karawang: Dari Sunda Autentik hingga Soto Legendaris

Sabtu, 26 September 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 3 Oleh-Oleh Dekat Braga Bandung yang Bikin Liburan Makin Lengkap, Ada Kuliner Tempo Dulu!
  • Kuliner Malam Bogor: Deretan Sajian Hangat Penggugah Selera di Kota Hujan
  • Wisata Kuliner Malam Karawang: Dari Sunda Autentik hingga Soto Legendaris
  • Perluas Akses Rute Bandung-Jakarta, TRAVL Resmikan Titik Keberangkatan Baru di Jalan Diponegoro
  • Belum Main di Persib, Athaya Zahran dan Kevin Dikirim ke PSGC Ciamis untuk Misi Ini
  • Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Bolehkah Menggabung Niat Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Sunnah? Ini Penjelasan Fiqihnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rentetan Erupsi 7 Gunung Api Sejak Januari 2024, Durasi 1 Minggu hingga Hitungan Bulan

By Putra JuangKamis, 6 Juni 2024 13:21 WIB4 Mins Read
Gunung Ibu kembali erupsi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat, ada sebanyak tujuh gunung api di Indonesia yang mengalami aktivitas cukup besar yang terjadi sejak Januari 2024.

Adapun ketujuh gunung api tersebut di antaranya Gunung Merapi dan Gunung Semeru di Jawa, kemudian Gunung Merapi di Sumatera, kemudian Gunung Ruang dan Gunung Ibu di Sulawesi, kemudian Gunung Lewotobi Laki Laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid mengatakan, gunung api tersebut masing-masing berstatus Awas, Siaga dan juga Waspada tetapi terjadi erupsi.

“Gunung-gunung diatas erupsi secara beriringan sampai dengan juga bersamaan sejak Januari 2024 dengan durasi erupsi dari 1 minggu hingga hitungan bulan,” ucap Wafid dalam Konferensi Pers ‘Rangkaian Erupsi Gunung Api Sumatera-Sulawesi-Maluku-Nusa Tenggara Sejak Januari 2024’, Kamis (6/6/2024).

Wafid memaparkan, Gunung Ruang di Sulawesi Utara pada 18 dan 27-29 April 2024 terjadi rentetan gempa vulkanik yang diikuti terjadinya letusan besar. Saat itu, Gunung Ruang berstatus level Awas.

Baca Juga:  BMKG Pastikan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tak Lagi Capai Jakarta

“Saat terjadi letusan besar tersebut, kami memberikan rekomendasi teknis bahwa radius yang harus diamankan adalah sekitar radius 6 Km. Kemudian letusan ditandai oleh terjadinya lontaran batu dengan diamater lebih dari 6 Cm sejauh 6 Km dan awan panas sejauh 2 Km,” katanya.

Kemudian pasca erupsi pada 30 April, teramati asap berwarna putih dengan intensitas sedang dengan tekanan lemah dengan kecenderungan tinggi pada kisaran 100-400 M di atas puncak kawah.

“Sehingga dari tanda-tanda di lapangan tersebut tingkat aktivitas Gunung Ruang kemudian kami turunkan menjadi level II atau Waspada sejak 18 Mei 2024,” ungkapnya.

Selanjutnya, Gunung Ibu di Maluku Utara bahwa sampai saat ini masih terjadi letusan.

“Secara real time informasi letusan itu selalu kami terima, saya selaku Kepala Badan Geologi juga mendapatkan informasi itu secara real time jika terjadi letusan,” ungkapnya.

Wafid menyebut, kenaikan aktivitas Gunung Ibu di Halmahera Barat pada Level II atau Waspada naik menjadi Level III atau Siaga pada 8 Mei 2024 pukul 11.00 WIT.

Baca Juga:  Gunung Ibu di Maluku Utara Erupsi, Warga Diminta Waspada Potensi Hujan Abu

“Kemudian, kerena kenaikan tingkat aktivitas Gunung Ibu dari Level III atau Siaga menjadi level IV atau Awas pada 16 Mei 2024. Jadi dalam rentang 8-9 hari terjadi kenaikan level III ke level IV pada pukul 15.00 WIT,” terangnya.

Kemudian, Gunung Marapi di Sumatera Barat saat ini berstatus Siaga. Wafid menyebut, bahwa gempa letusan terekam sebanyak 0 ataupun tidak ada letusan yang terekam atau hanya 1 kali dalam sehari.

“Sedangkan gempa hembusan terekam 1-5 kali sehari. Gempa-gempa permukaan ini tergolong rendah dan cenderung menurun secara fluktuatif,” ujarnya.

Selanjutnya Gunung Merapi di DIY, Jawa Tengah berstatus siaga. Wafid mengatakan, kegempaan dan deformasi Mei 2024 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya.

“Penurunan ini masih fluktuatif dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Gempa VTB atau gempa dangkal tercatat 4 kali per hari dan MP ada 25 kali per hari,” imbuhnya.

Selanjutnya Gunung Semeru di Jawa Timur dengan status siaga. Wafid menyebut, jumlah dan jenis gempa yang terekam masih didominasi oleh jenis gempa permukaan seperti gempa letusan dan gempa hembusan.

Baca Juga:  Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Masyarakat Diimbau Tak Beraktivitas Radius 2 Km

“Selama periode 23-31 Mei 2024, terjadi 884 kali gempa letusan atau erupsi, 27 kali gempa guguran, 99 kali gempa hembusan, 11 kali harmonik, 2 kali gempa vulkanik dalam, 2 kali gempa tektonik lokal dan 48 kali gempa tektonik jauh,” katanya.

Terakhir, Gunung Ili Lewotolok di NTT dengan status siaga. Berdasarkan hasil pengamatan visual aliran lava sektor barat Gunung Ili Lewotolok pada 27 Mei 2024 dengan menggunakan drone, jarak aliran mencapai 1,3 Km dari bibir kawah.

“Analisis yang dilakukan gempa-gempa vulkanik pemicu fluida magma ke permukaan masih terus terjadi dan hingga saat ini pun masih terus terjadi,” ucapnya.

Pihaknya pun merekomendasikan agar masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki agar tidak memasuki dan tidak melakulan aktivitas di dalam wilayah radius 2 Km dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok dan juga 3 Km di bagian barat dan selatan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Badan Geologi erupsi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box

Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi

Modal Kunci Asli, Dua Pelaku Gasak Isi Toko di Margaasih hingga Rugi Rp30,8 Juta

5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi, Jabar Tempati Posisi Pertama!

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Polri Bongkar 4 Dugaan Peristiwa Korupsi

HJKB ke-216, DPRD Bandung Kritik Pemkot yang Bergerak Setelah Viral

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.