Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Skenario Semifinal Piala Presiden 2026: Menakar Calon Lawan Persib Bandung

Sabtu, 1 Agustus 2026 15:20 WIB

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Sabtu, 1 Agustus 2026 14:40 WIB

Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok

Sabtu, 1 Agustus 2026 13:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Skenario Semifinal Piala Presiden 2026: Menakar Calon Lawan Persib Bandung
  • Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup
  • Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok
  • Ketajaman Mitchell Baker Kian Bersinar, Kokoh di Puncak Top Skor Piala AFF 2026
  • Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia
  • Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Rezeki Diatur Tuhan, Tapi Dihambat Manusia! Viral Pedagang Kreatif Diduga Diusir Karena Terlalu Laris

By Aga GustianaSabtu, 2 Mei 2026 18:48 WIB4 Mins Read
Ilustrasi diusir. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik keriuhan tawa siswa-siswi saat jam istirahat sekolah, tersimpan sebuah ketegangan yang menyesakkan dada. Sebuah video yang diunggah oleh Angga di akun TikTok-nya @duniasulapanggaa pada Rabu (29/4/2026) menjadi viral, memperlihatkan realitas pahit persaingan dagang di depan gerbang SDN Bencongan VI dan VII, Jalan Sempor Raya, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Video tersebut merekam momen seorang pedagang pria muda yang harus berhadapan dengan arogansi pedagang lama hanya karena dagangannya lebih diminati oleh para siswa dibandingkan penjual lainnya di lokasi tersebut.

Kreativitas yang Dianggap Ancaman

Berbeda dengan pedagang kaki lima pada umumnya yang menjajakan makanan ringan, pria yang mengendarai motor dengan boks merah ini ternyata menjajakan mainan edukasi dan alat peraga sulap kreatif untuk anak-anak. Produk yang unik dan edukatif ini seketika menjadi primadona bagi para siswa, namun justru dianggap sebagai ancaman bagi “stabilitas” pendapatan pedagang lama di sana.

Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang wanita paruh baya yang mengklaim sebagai pihak keamanan atau pengelola wilayah mengonfrontasi sang pedagang. Alasannya klasik: pedagang lain merasa tersisih karena perhatian siswa tersedot sepenuhnya pada mainan kreatif yang dibawa pria tersebut.

“Sistem Keamanan” dan Monopoli Rezeki

Wanita dalam video tersebut secara terang-terangan mengakui bahwa dirinya melarang pedagang baru menetap lama karena adanya keluhan dari pedagang lama yang merasa tidak kebagian pembeli. Saat dikonfrontasi oleh sang pedagang bahwa rezeki adalah pengaturan Tuhan, wanita tersebut tetap bersikeras pada aturan internal yang ia buat sendiri.

“Pokoknya sekarang sistemnya orang baru cuma dikasih waktu dua hari,” tegas wanita tersebut dalam video, mengonfirmasi adanya upaya monopoli lahan jualan di fasilitas publik tersebut.

Gelombang Dukungan Netizen

Unggahan ini lantas memicu ribuan komentar dari netizen yang geram sekaligus bersimpati. Berbagai dukungan mengalir deras, mulai dari warga sekitar hingga orang tua murid yang merasa kehadiran mainan edukasi tersebut sebenarnya berdampak positif bagi anak-anak.

Seorang warga yang tinggal tepat di depan sekolah tersebut turut memberikan semangat:

“Semangat ya Bang, saya yang rumah pas depan SD ini saja tidak pernah larang-larang. Ya Allah nyari rezeki kok saling iri ya, semangat!” tulis salah satu netizen.

Dukungan juga datang dari wali murid yang merasa produk sang pedagang lebih bermanfaat bagi kreativitas anak:

“Jualan saja Bang, saya orang tua murid dukung Abang,” ujar netizen lainnya singkat namun tegas.

Tak hanya dukungan moral, beberapa netizen juga membagikan pengalaman serupa sebagai penyemangat agar sang pedagang tidak menyerah pada intimidasi:

“Maaf Abang, saya cerita pengalaman saya alumni pedagang kaki lima. Dulu saya jualan es krim sampai ramai terus setiap jam istirahat, ada satu sekolah yang modelnya sama persis seperti ini padahal kita bayar uang kebersihan. Saya tidak gubris dan tetap lanjut berdagang, pedagang lain yang awalnya sinis lama-lama jadi akrab sendiri,” ungkap seorang netizen membagikan tips menghadapi situasi tersebut.

Mengenal Sosok Angga

Berdasarkan penelusuran pada identitas digitalnya, Angga bukan sekadar pedagang asongan biasa. Ia adalah seorang kreator konten sekaligus pegiat sulap yang memiliki misi membawa hiburan edukatif ke sekolah-sekolah:

  • Nama Panggung: Angga (Dunia Sulap).
  • Spesialisasi Dagangan: Alat peraga sulap kreatif, mainan edukasi, dan kartu permainan yang melatih logika serta ketangkasan motorik anak.
  • Metode Berjualan: Angga menggunakan pendekatan edutainment; ia sering mendemonstrasikan trik sulap secara langsung di depan siswa, sehingga menciptakan interaksi yang jauh lebih menarik dibanding pedagang konvensional.
  • Reputasi Digital: Melalui akun TikTok-nya, ia dikenal sebagai sosok yang santun namun gigih dalam membagikan keceriaan sulap kepada masyarakat luas.

Pelajaran dari SDN Bencongan

Kasus di SDN Bencongan ini menjadi cermin bagi kita semua tentang pentingnya sportivitas dalam berusaha. Di tengah sulitnya mencari nafkah, kehadiran kompetitor dengan produk yang lebih inovatif seperti mainan edukasi seharusnya menjadi pemacu bagi pedagang lain untuk berbenah, bukan justru mematikan jalan rezeki orang lain dengan dalih “keamanan” atau senioritas.

Hingga saat ini, publik berharap ada perhatian dari pihak sekolah maupun otoritas setempat untuk memastikan lingkungan sekolah tetap menjadi ruang yang sehat, baik bagi pendidikan siswa maupun bagi para pencari nafkah yang jujur.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

diusir pedagang Tangerang viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok

Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia

Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.