bukamata.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan baik untuk kesehatan siswa kini menjadi sorotan serius menyusul serangkaian kasus keracunan massal di berbagai daerah. Pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan edukasi keamanan pangan, demi memastikan program ini tetap aman dan bermanfaat bagi para pelajar.
Berikut adalah catatan lima kasus keracunan MBG yang terjadi sejak Januari hingga Mei 2025:
1. Bogor, Jawa Barat: Ratusan Siswa Tumbang Akibat Bakteri E. Coli dan Salmonella
Kasus teranyar terjadi di Kota Bogor pada Minggu, 11 Mei 2025. Sebanyak 210 siswa dari tingkat TK hingga SMP mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program MBG. Akibatnya, 22 siswa harus dirawat inap, sementara puluhan lainnya menerima perawatan jalan. Hasil laboratorium yang diungkap pemerintah dan BGN menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella dalam menu MBG saat itu.
2. Cianjur, Jawa Barat: KLB Ditetapkan Setelah Puluhan Siswa Keracunan Massal
Sebelum Bogor, Cianjur juga mencatat kasus keracunan MBG pada 21 April 2025. Sebanyak 78 siswa dari MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur dilaporkan mengalami keracunan. Lebih jauh lagi, total 176 orang di wilayah ini terpapar gejala keracunan yang diduga berasal dari makanan program MBG yang juga disajikan dalam acara hajatan warga. Pemerintah setempat bahkan menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
3. Bombana, Sulawesi Tenggara: Bau Tak Sedap Jadi Indikasi Makanan Tak Layak
Di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, pada 23 April 2025, sejumlah murid SDN 33 Kasipute mengalami mual dan muntah setelah mencium aroma tidak sedap dari paket makanan MBG yang mereka terima. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dari 1.026 kotak makanan yang dibagikan, 53 di antaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi.
4. Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur: Puluhan Siswa SD Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
Kasus keracunan makanan yang melibatkan program MBG juga terjadi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, pada 18 Februari 2025. Sebanyak 29 siswa dari SD Katolik Andaluri mengalami gejala keracunan ringan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
5. Sukoharjo, Jawa Tengah: Belasan Siswa Sakit Perut Usai Santap MBG
Pada 16 Januari 2025, sepuluh siswa SDN Dukuh 03 di Sukoharjo, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami sakit perut dan mual usai mengonsumsi makanan dari program MBG. Beruntungnya, tidak ada siswa yang memerlukan rawat inap dan kasus ini dapat segera ditangani oleh Puskesmas setempat.
Investigasi yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan indikasi bahwa sebagian besar kasus keracunan ini berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru dibentuk dan dinilai masih minim pengalaman dalam mengelola dapur dengan skala besar. Evaluasi dan langkah perbaikan yang komprehensif kini menjadi prioritas utama agar program MBG dapat berjalan aman dan efektif dalam mendukung gizi siswa di seluruh Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










