Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 20:02 WIB

Kembali Gelar Aksi di DPRD Jabar, Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2026 19:47 WIB

Bikin Ngiler! 3 Tempat Makan di Subang dengan Menu Beragam dan Suasana Nyaman

Rabu, 21 Oktober 2026 19:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Kembali Gelar Aksi di DPRD Jabar, Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah
  • Bikin Ngiler! 3 Tempat Makan di Subang dengan Menu Beragam dan Suasana Nyaman
  • Niat Bersihkan Kebun, Petani Lansia di Tasikmalaya Tewas Terjebak Kobaran Api
  • Banyak yang Kaget! Usai Dibuang Anak ke Panti, Tampilan Baru Mbah HS Disebut Mirip Ulama Kharismatik!
  • Buntut Bentrok Suporter di Stadion, Ini Rincian Sanksi Komdis PSSI untuk Persija dan Persita
  • Diduga Keruk APBD Rp 18,7 Miliar, Wabup Indramayu Resmi Ditahan Kejati Jabar
  • Madura United vs Persib Bandung: Marc Klok Buka-bukaan Soal Kesiapan Fisik Tim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Respons Cepat Hadapi Bencana, Pemprov Jabar Bangun 6 Pusat Komando Terpadu

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 5 November 2025 16:25 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana membangun pusat komando tanggap darurat atau ruang call center terpadu di Gedung Sate, Kota Bandung.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat saat musim hujan.

“Di Gedung Sate ini akan dibuat ruangan sebagai call center. Seluruh komponen, baik dari TNI, Polri, Basarnas, Dinas Kesehatan, hingga BMKG, akan siaga di sini. Layarnya menampilkan peta situasi real-time untuk menggerakkan armada dan personel,” ujar Dedi kepada awak media usai apel gelar pasukan siaga tanggap bencana di halaman Gedung Sate, Rabu (5/11/2025).

Selain di Gedung Sate, Dedi juga menyiapkan lima pusat komando lapangan di wilayah Bogor, Garut, Purwakarta, Cirebon, dan Bandung. Setiap wilayah akan berfungsi sebagai simpul koordinasi cepat dalam penanganan bencana di tingkat regional.

Baca Juga:  Atap SMKN 1 Cileungsi Roboh, Dedi Mulyadi Janjikan Bangun Ruang Kelas Baru

Mantan Bupati Purwakarta itu menambahkan, berdasarkan kajian geografis dan analisis akademik, wilayah Cirebon dan Purwakarta menjadi dua titik paling aman untuk dijadikan pusat komando alternatif jika terjadi bencana besar yang memutus akses ke pusat pemerintahan provinsi.

“Cirebon dan Purwakarta secara topografi relatif lebih aman. Jadi, kalau Gedung Sate tidak bisa diakses, pusat komando bisa dialihkan ke dua titik itu,” jelasnya.

Tak hanya membangun sistem komando, Dedi juga meminta seluruh perangkat teknis di daerah untuk menyiapkan sarana pendukung tanggap bencana, seperti ambulans off-road dan rumah sakit terapung. Menurutnya, kesiapan alat transportasi dan medis di medan sulit menjadi kunci dalam penyelamatan korban.

Baca Juga:  All Eyes on Bandung Trending, Dedi Mulyadi Gerak Cepat Temui Rektor

“Saya sudah minta Dinas Kesehatan menyiapkan mobil ambulans dengan perlengkapan medis lengkap, yang bisa menjangkau daerah curam dan terisolasi,” ungkapnya.

Dedi Mulyadi juga meminta agar disediakan rumah sakit terapung untuk wilayah utara dan selatan, juga memastikan ketersediaan mobil perahu ambulans pada tahap pertama.

“Yang kedua, di daerah perairan kita belum memiliki rumah sakit terapung. Saya sudah minta siapkan rumah sakit terapung untuk wilayah utara dan selatan, pada tahap pertama bisa empat rumah sakit terapung, empat mobil perahu,” tambah Dedi.

Baca Juga:  MQ Iswara Disiapkan Jadi Pendamping Dedi Mulyadi, Pengamat: Pasangan Realistis

Selain kesiapan teknis, Dedi menekankan pentingnya kesiapan logistik dan anggaran. Ia memastikan, Pemprov Jawa Barat telah mengalokasikan dana khusus melalui pos Belanja Tak Terduga (BTT) agar tanggap darurat bisa berjalan tanpa hambatan birokrasi.

“Pembiayaan harus siap. Bencana itu tidak bisa dijadwalkan. Tidak bisa menunggu akhir Desember atau awal Januari. Jadi uangnya memang harus tersedia kapan pun bencana datang,” tegasnya.

Dedi berharap, dengan sistem komando terpadu dan dukungan lintas instansi, Jawa Barat dapat bergerak lebih cepat dalam mitigasi maupun penanganan bencana.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

Kembali Gelar Aksi di DPRD Jabar, Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah

Niat Bersihkan Kebun, Petani Lansia di Tasikmalaya Tewas Terjebak Kobaran Api

Banyak yang Kaget! Usai Dibuang Anak ke Panti, Tampilan Baru Mbah HS Disebut Mirip Ulama Kharismatik!

Diduga Keruk APBD Rp 18,7 Miliar, Wabup Indramayu Resmi Ditahan Kejati Jabar

Ingin Tahu Bansos Cair atau Belum? Cek Status PKH dan BPNT Lewat Situs Resmi Kemensos

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.