Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026

Rabu, 13 Mei 2026 20:21 WIB

Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan

Rabu, 13 Mei 2026 20:13 WIB

UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok

Rabu, 13 Mei 2026 20:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026
  • Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan
  • UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok
  • Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif
  • Kelas Bos! Lihat Apa yang Dilakukan Pria Ini Saat Sulap Dinding Kusam Jadi Emas!
  • 13 Kiai Pengasuh Pesantren di Jabar Diduga Tertipu Janji Dapur MBG, Kerugian Capai Ratusan Juta
  • 7 Pemain Timnas di Persib vs PSM, Pertarungan Gengsi Tak Terhindarkan
  • Maung Bandung Beraksi! Intip 6 Pemain Incaran Persib: Dari Kapten Persebaya hingga Kiper Belanda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 13 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Efisiensi ala Dedi Mulyadi Dinilai Abaikan Sektor Riil, Ekonomi Daerah Bisa Terpukul

By Aga GustianaSenin, 30 Juni 2025 12:02 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki R/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah laju pertumbuhan ekonomi yang kian berat, sejumlah kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, justru memicu kekhawatiran baru dari sisi keberlanjutan ekonomi daerah. Beberapa kebijakan yang disebut sebagai bentuk efisiensi anggaran dinilai berisiko menekan sektor riil dan memperlebar jurang ketimpangan fiskal di tingkat lokal.

Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah larangan pelaksanaan kegiatan rapat dinas di hotel, meski Kementerian Dalam Negeri sudah mengizinkan hal tersebut. Larangan ini disebut Gubernur sebagai upaya mendorong penghematan dan efisiensi belanja daerah.

“Kantor yang ada sudah cukup untuk rapat. Seluruh keputusan pun banyak yang diambil di ruang kerja, bukan di rapat,” ungkap Dedi melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Kamis (12/6/2025).

Namun, imbas dari kebijakan itu langsung terasa di lapangan. Pelaku usaha perhotelan dan pariwisata di berbagai kota mengeluhkan penurunan permintaan. Hotel-hotel yang selama ini menjadi langganan kegiatan pemerintahan mulai merasakan penurunan pendapatan drastis.

Baca Juga:  Awal Kisah Asmara Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi, Sempat Tak Direstui Sang Paman

Pajak Daerah Menurun, Potensi PAD Terancam

Pakar ekonomi dari Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menyampaikan kekhawatirannya terhadap pendekatan yang terlalu berorientasi pada simbol populisme, tanpa memperhitungkan dampaknya pada siklus ekonomi lokal.

“Hotel itu salah satu sumber pajak daerah. Jika semua kegiatan dilarang di hotel, kabupaten dan kota bisa kehilangan pemasukan. Jadi perlu ada relaksasi,” ujar Acuviarta saat diwawancarai bukamata.id, Minggu (29/6/2025).

Acuviarta juga menegaskan, meskipun efisiensi perlu, pemangkasan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan ekonomi lokal seharusnya dikaji lebih dalam agar tidak menciptakan stagnasi.

Anggaran Besar, Tapi Strategi Investasi Masih Lemah

Dengan belanja modal Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mencapai Rp5 triliun, seharusnya ada ruang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi produktif. Namun, menurut Acuviarta, hal itu belum disertai dengan strategi investasi yang konkret dan terukur.

Baca Juga:  Stadion Si Jalak Harupat Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2025

“Pak Dedi sebaiknya mulai membuka peluang kerja sama luar negeri. Jangan melihat perjalanan ke luar negeri sebagai pemborosan. Justru dengan promosi yang tepat, Jawa Barat bisa menarik investasi yang menciptakan lapangan pekerjaan baru,” katanya.

Kritik ini mengarah pada pendekatan birokrasi yang selama ini menahan diri dari misi dagang atau promosi luar negeri, padahal investasi asing langsung bisa menjadi katalis penting penciptaan lapangan kerja.

Bantuan Sosial Tak Menjawab Akar Masalah

Di tengah polemik tersebut, langkah-langkah Gubernur yang viral di media sosial—seperti pembagian bantuan langsung—juga menuai kritik karena dianggap hanya menyentuh permukaan permasalahan ekonomi masyarakat.

“Bagi saya tidak cukup jika hanya kegiatan seperti itu. Karena apa? Mungkin yang tersorot hanya satu atau dua orang, padahal kan banyak orang yang mengalami persoalan yang tidak tersorot dan itu butuh solusi yang komprehensif,” tegas Acuviarta.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Klaim Rumahnya Dua Kali Diteror Ular King Kobra, Ada Apa?

Pendekatan jangka pendek seperti ini, menurutnya, tidak akan cukup untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Pertumbuhan Ekonomi Tak Cukup, Struktur Harus Dibenahi

Jawa Barat memang mencatatkan pertumbuhan ekonomi 4,98% pada kuartal pertama 2025—sedikit di atas rata-rata nasional yang berada di angka 4,87%. Namun, capaian ini belum mencerminkan perbaikan mendalam, karena fondasi struktural masih rapuh.

Masyarakat dan pengamat kini menanti apakah Gubernur Dedi Mulyadi akan merespons kritik ini dengan pergeseran kebijakan yang lebih strategis. Dengan tantangan fiskal, tekanan ketenagakerjaan, dan ancaman stagnasi PAD, pendekatan simbolik semata bisa jadi bukan hanya tidak efektif—tetapi justru berisiko melemahkan ketahanan ekonomi daerah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Ekonomi Jabar fiskal daerah investasi kebijakan Jawa Barat kritik kebijakan Larangan Rapat di Hotel pariwisata study tour
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026

Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan

UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok

Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif

13 Kiai Pengasuh Pesantren di Jabar Diduga Tertipu Janji Dapur MBG, Kerugian Capai Ratusan Juta

peredaran narkoba

Polda Jabar Ungkap 474 Kasus Narkoba dalam Dua Bulan, 593 Tersangka Diamankan

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.