Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jelajah Rasa di Kota Militer: 10 Wisata Kuliner Khas Cimahi yang Wajib Dicoba

Minggu, 25 Oktober 2026 02:00 WIB
Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Bosan Suasana Kota? 7 Spot Hidden Gem di Cimahi Ini Pas Buat Refresing Singkat

Minggu, 25 Oktober 2026 01:00 WIB
MotoGP

Tampil Agresif di Phillip Island, Marc Marquez Rajai Sprint Race MotoGP Australia Pasca-Insiden Jorge Martin

Sabtu, 24 Oktober 2026 20:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jelajah Rasa di Kota Militer: 10 Wisata Kuliner Khas Cimahi yang Wajib Dicoba
  • Bosan Suasana Kota? 7 Spot Hidden Gem di Cimahi Ini Pas Buat Refresing Singkat
  • Tampil Agresif di Phillip Island, Marc Marquez Rajai Sprint Race MotoGP Australia Pasca-Insiden Jorge Martin
  • Gempuran Padatnya Jadwal Menguras Fisik Skuad Persib, Marc Klok Minta Doa Bobotoh
  • Aksi Anarkis di Garut Viral, Pemotor Dikeroyok Sekelompok Pemuda Hingga Terjatuh
  • Kisah Bayi Surili yang Selamat dari Kobaran Api Karhutla Ciremai: Terpisah dari Induk dan Butuh Penanganan Khusus
  • Gemparkan Paris! Mengenal The Sacred Riana: Pesulap Indonesia Pertama yang Raih ‘Oscar Dunia Sulap’
  • Garudayaksa vs Persib: Adu Taktik Skuad Mewah Ratusan Miliar di Pakansari
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 25 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Efisiensi ala Dedi Mulyadi Dinilai Abaikan Sektor Riil, Ekonomi Daerah Bisa Terpukul

By Aga GustianaSenin, 30 Juni 2025 12:02 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki R/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah laju pertumbuhan ekonomi yang kian berat, sejumlah kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, justru memicu kekhawatiran baru dari sisi keberlanjutan ekonomi daerah. Beberapa kebijakan yang disebut sebagai bentuk efisiensi anggaran dinilai berisiko menekan sektor riil dan memperlebar jurang ketimpangan fiskal di tingkat lokal.

Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah larangan pelaksanaan kegiatan rapat dinas di hotel, meski Kementerian Dalam Negeri sudah mengizinkan hal tersebut. Larangan ini disebut Gubernur sebagai upaya mendorong penghematan dan efisiensi belanja daerah.

“Kantor yang ada sudah cukup untuk rapat. Seluruh keputusan pun banyak yang diambil di ruang kerja, bukan di rapat,” ungkap Dedi melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Kamis (12/6/2025).

Namun, imbas dari kebijakan itu langsung terasa di lapangan. Pelaku usaha perhotelan dan pariwisata di berbagai kota mengeluhkan penurunan permintaan. Hotel-hotel yang selama ini menjadi langganan kegiatan pemerintahan mulai merasakan penurunan pendapatan drastis.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Serahkan Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Bandung, Hasil dari Penjualan Sapi Pribadi

Pajak Daerah Menurun, Potensi PAD Terancam

Pakar ekonomi dari Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menyampaikan kekhawatirannya terhadap pendekatan yang terlalu berorientasi pada simbol populisme, tanpa memperhitungkan dampaknya pada siklus ekonomi lokal.

“Hotel itu salah satu sumber pajak daerah. Jika semua kegiatan dilarang di hotel, kabupaten dan kota bisa kehilangan pemasukan. Jadi perlu ada relaksasi,” ujar Acuviarta saat diwawancarai bukamata.id, Minggu (29/6/2025).

Acuviarta juga menegaskan, meskipun efisiensi perlu, pemangkasan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan ekonomi lokal seharusnya dikaji lebih dalam agar tidak menciptakan stagnasi.

Anggaran Besar, Tapi Strategi Investasi Masih Lemah

Dengan belanja modal Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mencapai Rp5 triliun, seharusnya ada ruang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi produktif. Namun, menurut Acuviarta, hal itu belum disertai dengan strategi investasi yang konkret dan terukur.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Gunakan UU Tipikor untuk Berantas Penambang Ilegal

“Pak Dedi sebaiknya mulai membuka peluang kerja sama luar negeri. Jangan melihat perjalanan ke luar negeri sebagai pemborosan. Justru dengan promosi yang tepat, Jawa Barat bisa menarik investasi yang menciptakan lapangan pekerjaan baru,” katanya.

Kritik ini mengarah pada pendekatan birokrasi yang selama ini menahan diri dari misi dagang atau promosi luar negeri, padahal investasi asing langsung bisa menjadi katalis penting penciptaan lapangan kerja.

Bantuan Sosial Tak Menjawab Akar Masalah

Di tengah polemik tersebut, langkah-langkah Gubernur yang viral di media sosial—seperti pembagian bantuan langsung—juga menuai kritik karena dianggap hanya menyentuh permukaan permasalahan ekonomi masyarakat.

“Bagi saya tidak cukup jika hanya kegiatan seperti itu. Karena apa? Mungkin yang tersorot hanya satu atau dua orang, padahal kan banyak orang yang mengalami persoalan yang tidak tersorot dan itu butuh solusi yang komprehensif,” tegas Acuviarta.

Baca Juga:  Alasan Dedi Mulyadi Sulap Kendaraan Dinas Gubernur Jadi Mobil Rumah Sakit

Pendekatan jangka pendek seperti ini, menurutnya, tidak akan cukup untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Pertumbuhan Ekonomi Tak Cukup, Struktur Harus Dibenahi

Jawa Barat memang mencatatkan pertumbuhan ekonomi 4,98% pada kuartal pertama 2025—sedikit di atas rata-rata nasional yang berada di angka 4,87%. Namun, capaian ini belum mencerminkan perbaikan mendalam, karena fondasi struktural masih rapuh.

Masyarakat dan pengamat kini menanti apakah Gubernur Dedi Mulyadi akan merespons kritik ini dengan pergeseran kebijakan yang lebih strategis. Dengan tantangan fiskal, tekanan ketenagakerjaan, dan ancaman stagnasi PAD, pendekatan simbolik semata bisa jadi bukan hanya tidak efektif—tetapi justru berisiko melemahkan ketahanan ekonomi daerah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi investasi pariwisata study tour
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aksi Anarkis di Garut Viral, Pemotor Dikeroyok Sekelompok Pemuda Hingga Terjatuh

Kisah Bayi Surili yang Selamat dari Kobaran Api Karhutla Ciremai: Terpisah dari Induk dan Butuh Penanganan Khusus

Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!

Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang

Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas

Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.