Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya

Senin, 16 Maret 2026 01:00 WIB
Persib Bandung

Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League

Minggu, 15 Maret 2026 22:48 WIB

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

Minggu, 15 Maret 2026 21:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya
  • Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Risiko Sampah Bandung Naik, Pemkot Luncurkan Program Gaslah

By SusanaRabu, 7 Januari 2026 19:17 WIB2 Mins Read
Pemkot Bandung antisipasi risiko sampah 200 ton/hari dengan program Gaslah, RDF, dan petugas pemilah sampah di setiap RW. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung (Pemkot Bandung) mengakui adanya risiko serius pengelolaan sampah mulai 12 Januari 2026, menyusul pengurangan kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti.

Kebijakan ini berpotensi meninggalkan sekitar 200 ton sampah per hari yang harus ditangani di dalam wilayah kota. Kondisi tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, untuk memastikan masyarakat memahami tantangan pengelolaan sampah di Kota Bandung.

“Kita tidak ingin menutup-nutupi. Risiko itu ada dan harus kita hadapi bersama,” ujar Wali Kota Bandung saat memberikan keterangan di Balai Kota Bandung.

Program Gaslah: Petugas Pemilah Sampah di Setiap RW

Baca Juga:  Kota Bandung Kondusif Pasca Pilkada, Siap Hadapi Transisi Kepemimpinan

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung akan segera meluncurkan program Gaslah. Program ini menghadirkan petugas pemilah dan pengolah sampah di setiap RW.

Dari total 1.597 RW di Kota Bandung, masing-masing RW akan memiliki petugas yang bertugas melakukan edukasi dan pendampingan langsung kepada warga mengenai pemilahan sampah dari sumbernya.

Baca Juga:  Farhan Apresiasi Anak Muda Kristen Bandung Jaga Semangat Persatuan Sumpah Pemuda

“Petugas ini bekerja door to door. Tujuan utamanya memastikan pemilahan sampah dari sumbernya,” jelas Farhan.

Penambahan Petugas Kebersihan dan Optimalisasi Teknologi

Selain program Gaslah, Pemkot Bandung akan menambah jumlah penyapu jalan dan memperkuat program kebersihan lainnya. Total petugas persampahan yang dibiayai pemerintah diperkirakan mencapai 5.000–6.000 orang.

Pemkot juga fokus meningkatkan kapasitas pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) hingga lima kali lipat, serta mengoptimalkan teknologi biodigester dan insinerator dengan tetap mematuhi regulasi lingkungan.

Baca Juga:  Bandung Punya Angkot Pintar! Kendaraan Listrik Canggih Mulai Uji Coba di Kota Kembang

“Tumpukan sampah seperti yang terjadi beberapa bulan lalu mudah-mudahan tidak terulang. Tapi kuncinya satu, partisipasi masyarakat,” tegas Wali Kota Muhammad Farhan.

Peran Masyarakat Kunci Keberhasilan Pengelolaan Sampah

Pemkot Bandung menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif warga.

Masyarakat diimbau memilah sampah organik, anorganik, dan B3 sejak di rumah agar sistem pengolahan sampah kota berjalan efektif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammad Farhan Pemkot Bandung Pengelolaan sampah Bandung Refuse Derived Fuel (RDF) Bandung Sampah kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.