bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung (Pemkot Bandung) mengakui adanya risiko serius pengelolaan sampah mulai 12 Januari 2026, menyusul pengurangan kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti.
Kebijakan ini berpotensi meninggalkan sekitar 200 ton sampah per hari yang harus ditangani di dalam wilayah kota. Kondisi tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, untuk memastikan masyarakat memahami tantangan pengelolaan sampah di Kota Bandung.
“Kita tidak ingin menutup-nutupi. Risiko itu ada dan harus kita hadapi bersama,” ujar Wali Kota Bandung saat memberikan keterangan di Balai Kota Bandung.
Program Gaslah: Petugas Pemilah Sampah di Setiap RW
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung akan segera meluncurkan program Gaslah. Program ini menghadirkan petugas pemilah dan pengolah sampah di setiap RW.
Dari total 1.597 RW di Kota Bandung, masing-masing RW akan memiliki petugas yang bertugas melakukan edukasi dan pendampingan langsung kepada warga mengenai pemilahan sampah dari sumbernya.
“Petugas ini bekerja door to door. Tujuan utamanya memastikan pemilahan sampah dari sumbernya,” jelas Farhan.
Penambahan Petugas Kebersihan dan Optimalisasi Teknologi
Selain program Gaslah, Pemkot Bandung akan menambah jumlah penyapu jalan dan memperkuat program kebersihan lainnya. Total petugas persampahan yang dibiayai pemerintah diperkirakan mencapai 5.000–6.000 orang.
Pemkot juga fokus meningkatkan kapasitas pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) hingga lima kali lipat, serta mengoptimalkan teknologi biodigester dan insinerator dengan tetap mematuhi regulasi lingkungan.
“Tumpukan sampah seperti yang terjadi beberapa bulan lalu mudah-mudahan tidak terulang. Tapi kuncinya satu, partisipasi masyarakat,” tegas Wali Kota Muhammad Farhan.
Peran Masyarakat Kunci Keberhasilan Pengelolaan Sampah
Pemkot Bandung menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif warga.
Masyarakat diimbau memilah sampah organik, anorganik, dan B3 sejak di rumah agar sistem pengolahan sampah kota berjalan efektif.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











