Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri

Senin, 16 Maret 2026 13:34 WIB

Netizen Buru-buru Cari Link Asli Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit’, Apa Isinya?

Senin, 16 Maret 2026 13:01 WIB

Pertarungan Kritis Serie A! Cremonese vs Fiorentina Siap Rebut 6 Poin Hidup Mati

Senin, 16 Maret 2026 12:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri
  • Netizen Buru-buru Cari Link Asli Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit’, Apa Isinya?
  • Pertarungan Kritis Serie A! Cremonese vs Fiorentina Siap Rebut 6 Poin Hidup Mati
  • Mudik 2026 Makin Nyaman! Ini Daftar Rest Area Tol Jawa Barat dengan Fasilitas Lengkap
  • Imbang Dramatis! Marc Klok Ungkap Kekecewaan Persib
  • Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Skill Luar Ekspektasi! Khairaff, Bocah Toddler yang Akurasi Tembakannya Bikin Atlet Ketar-ketir
  • Arus Mudik Membludak! Polda Jabar Berlakukan One Way Penggal di Jalur Arteri Priangan Timur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rp29 Miliar Dialihkan, DLH Bandung Targetkan Sampah Kota Diolah dengan RDF pada 2026

By SusanaRabu, 28 Januari 2026 10:39 WIB2 Mins Read
Cara cek penerima BSU 2025 di aplikasi JMO
DLH Kota Bandung alihkan Rp 29 miliar dari pengadaan insinerator ke teknologi RDF. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung berencana mengalihkan anggaran pengadaan 25 unit insinerator senilai Rp 29 miliar pada 2026 untuk pengelolaan sampah berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Langkah ini dilakukan setelah penggunaan insinerator dilarang karena dinilai berpotensi mencemari lingkungan.

RDF merupakan teknologi pengolahan sampah yang menghasilkan bahan bakar alternatif sebagai pengganti batu bara. Teknologi ini dipilih sebagai solusi utama untuk pengelolaan sampah Kota Bandung, menggantikan insinerator.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menjelaskan, ada 15 unit insinerator yang harus berhenti beroperasi, meski sebelumnya mampu mengolah 110 ton sampah per hari. Akibatnya, rencana penambahan 25 unit insinerator baru terpaksa dibatalkan.

Baca Juga:  Ikuti Arahan Presiden, Pemkot Bandung Siap Perkuat Kebersihan Lingkungan dan Tertibkan Pengelolaan Sampah

“Rencana pengadaan 25 unit insinerator pada 2026 akan kami evaluasi menyusul kebijakan Menteri. Dana tersebut akan dialihkan ke metode lain, bisa RDF atau teknologi pengolahan sampah lainnya,” ujar Darto, Rabu (28/1/2026).

Berdasarkan perhitungan DLH, ada 110 ton sampah yang kini tidak terolah akibat pelarangan insinerator. Angka ini bertambah 200 ton karena batalnya pengadaan 25 unit insinerator baru yang semula diproyeksikan menambah kapasitas olah.

Baca Juga:  Bandung Masih Dalam Cengkeraman Sampah, Ini Buktinya

Sebagai gantinya, total 310 ton timbulan sampah tersebut akan diolah melalui fasilitas RDF di beberapa titik. Sebanyak 40 ton ditargetkan tuntas melalui program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah), sementara 270 ton sisanya akan diproses di fasilitas RDF.

“Targetnya, pada akhir semester pertama tahun ini, program pengolahan sampah berbasis RDF sudah harus berjalan,” tambah Darto.

Untuk mengantisipasi timbulan sampah di lapangan, DLH Kota Bandung menjalin kerja sama jangka pendek dengan perusahaan penyedia fasilitas RDF. Sebanyak 200 ton sampah diangkut setiap hari agar tidak menumpuk di berbagai titik.

Baca Juga:  DLH Bandung Turun Tangan Tuntaskan Gunung Sampah di Gedebage

Meski demikian, Darto mengakui biaya pengolahan sampah menggunakan RDF lebih tinggi dibanding insinerator.

“Hitungannya begini, kalau teknologi termal (insinerator), tipping fee hanya Rp 350 ribu per ton. Namun untuk RDF, biayanya di angka Rp 600–800 ribu per ton. Tapi upaya ini harus dilakukan, dan anggaran insinerator akan kami alihkan ke sini,” pungkasnya.

Pengalihan anggaran dan penerapan teknologi RDF ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk pengelolaan sampah di Kota Bandung yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DLH Kota Bandung insinerator dilarang Pengelolaan sampah Bandung teknologi RDF
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri

Mudik 2026 Makin Nyaman! Ini Daftar Rest Area Tol Jawa Barat dengan Fasilitas Lengkap

Skill Luar Ekspektasi! Khairaff, Bocah Toddler yang Akurasi Tembakannya Bikin Atlet Ketar-ketir

Arus Mudik Membludak! Polda Jabar Berlakukan One Way Penggal di Jalur Arteri Priangan Timur

Elegi Cihampelas: Anggaran Miliaran yang Gagal Menjaga Nyawa Siswa SMAN 5 Bandung

Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.