bukamata.id – Forum komunikasi kepala sekolah swasta di Kota Bandung dan Kota Cimahi menyatakan dukungan penuh terhadap Program Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS) yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sikap resmi ini sekaligus menegaskan bahwa mereka tidak sejalan dengan langkah Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) Jawa Barat yang menggugat kebijakan tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Pernyataan komitmen bersama tersebut ditandatangani oleh Ketua Forum Komunikasi Sekolah Swasta (FKSS) SMA swasta, Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SMK swasta, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Bandung dan Kota Cimahi. Usai dibacakan, dokumen itu diserahkan langsung kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Asep Yudi Mulyadi, di Kantor Cadisdik Wilayah VII Cimahi, Jumat (8/8/2025).
Dalam isi pernyataan, para ketua forum menyampaikan lima poin utama. Di antaranya:
- Mendukung implementasi nilai-nilai Pancawaluya untuk membentuk sumber daya manusia unggul dan berkarakter.
- Menyokong penuh pelaksanaan PAPS guna menekan angka anak tidak sekolah.
- Menolak keterlibatan dalam gugatan FKSS Jawa Barat ke PTUN.
- Mendorong mediasi antara FKSS Jawa Barat dan Pemprov Jabar.
- Mengusulkan PAPS dijalankan secara terstruktur, melibatkan sekolah swasta, dan dikelola dengan transparansi.
Asep Yudi memberikan apresiasi tinggi atas dukungan tersebut. Menurutnya, kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh anak di Jawa Barat dapat melanjutkan pendidikan tanpa terhalang biaya maupun gagal seleksi.
“Kami memahami ada dinamika dan kekhawatiran dari sebagian pihak, tetapi tujuan utamanya jelas: tidak boleh ada anak Jawa Barat yang berhenti sekolah hanya karena faktor ekonomi atau administratif,” tegas Asep.
Data Kemendikdasmen 2025 mencatat, selama periode 2023–2025 terdapat 66.385 siswa SMA/SMK di Jawa Barat yang putus sekolah, sementara 199.643 anak tidak bersekolah sama sekali. Di wilayah kerja Cadisdik Wilayah VII, jumlah siswa putus sekolah mencapai 2.596 orang di Kota Bandung dan 493 orang di Kota Cimahi.
Asep menekankan bahwa sekolah swasta memiliki peran strategis dalam mengatasi persoalan tersebut. “Sekolah swasta adalah bagian dari solusi, bukan pihak yang disisihkan,” ujarnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










