Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Waspada! Mukena Pink Viral Bisa Jadi Jebakan Digital, Jangan Klik Link Asal

Selasa, 17 Maret 2026 20:39 WIB

Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan

Selasa, 17 Maret 2026 20:21 WIB

Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Sawit Muncul di TikTok, Ada Link Telegram?

Selasa, 17 Maret 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Waspada! Mukena Pink Viral Bisa Jadi Jebakan Digital, Jangan Klik Link Asal
  • Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan
  • Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Sawit Muncul di TikTok, Ada Link Telegram?
  • Persib di Puncak Klasemen, Bojan Hodak Sebut Super League Masuk Periode Penentu
  • Suaranya Mirip Dubbing Iklan, Ibu-Ibu Viral Ini Maki Pengunjung Minimarket Pakai Bahasa ‘Naskah Sinetron’!
  • Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi Terbaru, Bisa Berbeda Tanggal!
  • Kata Inara Rusli Soal Video Syur: Akui Ada Rekaman, Bantah Tuduhan Perzinaan
  • Waktu Maghrib Kota Bandung Hari Ini Jam Berapa? Jangan Lewatkan Doa Buka Puasa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Serangan Siber Lewat USB Meningkat Tajam, Terdeteksi Hampir 50 Juta Ancaman

By Aga GustianaJumat, 2 Mei 2025 13:30 WIB2 Mins Read
Ilustrasi hacker. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ancaman siber kini tidak hanya datang dari jaringan daring. Serangan melalui perangkat penyimpanan fisik seperti USB drive dan hard drive eksternal menunjukkan lonjakan signifikan, bahkan ketika banyak perusahaan sibuk memperkuat pertahanan jaringan online mereka.

Menurut laporan terbaru Kaspersky, perusahaan keamanan siber global, sepanjang tahun 2024 tercatat hampir 50 juta serangan malware yang menargetkan perangkat media yang dapat dilepas di wilayah Asia Tenggara (SEA). Angka ini meningkat tajam dibandingkan dengan 43 juta serangan pada 2023, mencerminkan lonjakan 15 persen dalam waktu setahun.

Serangan tersebut memanfaatkan kelemahan dalam perangkat offline yang sering dianggap aman. Alih-alih mengandalkan koneksi internet, pelaku menggunakan media fisik seperti USB untuk menyusupkan malware ke sistem target — sering kali dengan cara yang tidak terdeteksi oleh sistem keamanan konvensional.

Lebih mengkhawatirkan lagi, Kaspersky menemukan bahwa bahkan perangkat USB yang dirancang untuk keamanan tingkat tinggi — termasuk yang digunakan di lembaga pemerintah — telah berhasil disusupi. Dalam salah satu insiden pada akhir 2024, sebuah USB drive yang seharusnya aman justru membawa kode berbahaya yang menyusup ke perangkat lunak manajemen akses, mencuri data rahasia dan menyebarkan infeksi ke perangkat lainnya.

Baca Juga:  Pentingnya Kolaborasi dan Regulasi dalam Perlindungan Data Pribadi di Era Digital

“Ini menjadi bukti bahwa pelaku kejahatan siber terus menyempurnakan tekniknya, dan bahwa ancaman terhadap perangkat offline kini sama seriusnya dengan ancaman daring,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara.

Dalam data wilayah, Singapura mencatat lonjakan tertinggi dengan peningkatan 88 persen dalam serangan malware offline, disusul Malaysia (47 persen), Vietnam (25 persen), Thailand (20 persen), dan Filipina (16 persen). Sementara itu, Indonesia justru mengalami sedikit penurunan serangan sebesar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Komdigi Siapkan Sistem Keamanan Siber untuk Lawan Hacker

Kaspersky menyebut total 49 juta ancaman lokal telah diblokir oleh solusi keamanannya di Asia Tenggara pada tahun 2024. Hal ini memperkuat urgensi untuk memperluas cakupan keamanan, tak hanya pada jaringan online, tetapi juga perangkat penyimpanan fisik.

Baca Juga:  Pentingnya Kolaborasi dan Regulasi dalam Perlindungan Data Pribadi di Era Digital

“Organisasi harus tetap proaktif dan memahami potensi risiko dari perangkat-perangkat yang sering kali dianggap tidak berbahaya,” tegas Yeo. “Implementasi kebijakan keamanan yang ketat terhadap perangkat removable seperti USB menjadi langkah penting untuk mencegah kebocoran data dan serangan yang merugikan.”

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

hard drive siber usb
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral video ukhti mukena pink.

Waspada! Mukena Pink Viral Bisa Jadi Jebakan Digital, Jangan Klik Link Asal

Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Sawit Muncul di TikTok, Ada Link Telegram?

Suaranya Mirip Dubbing Iklan, Ibu-Ibu Viral Ini Maki Pengunjung Minimarket Pakai Bahasa ‘Naskah Sinetron’!

Kata Inara Rusli Soal Video Syur: Akui Ada Rekaman, Bantah Tuduhan Perzinaan

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Misteri ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di TikTok: Durasi 7 Menit yang Bikin Penasaran

Viral video ukhti mukena pink.

Heboh di Media Sosial! Inilah Fenomena ‘Ukhti Mukena Pink’ yang Lagi Dicari Semua Orang

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.