bukamata.id – Kiprah Shayne Pattynama bersama Buriram United resmi berakhir. Klub raksasa Thailand tersebut mengumumkan perpisahan dengan pemain berusia 27 tahun itu setelah kurang dari satu musim kebersamaan.
Shayne pertama kali bergabung dengan Buriram United pada Juli 2025. Kedatangannya sempat mendapat kepercayaan penuh dari tim pelatih dan membuatnya menjadi pilihan utama di lini pertahanan. Bahkan, keberadaannya di klub tersebut turut membuka jalan bagi Sandy Walsh untuk mengikuti jejak yang sama.
Pada musim terakhirnya, eks pemain KAS Eupen itu mencatatkan enam penampilan dengan kontribusi tiga assist. Namun, ketatnya persaingan di dalam skuad membuat menit bermain Shayne perlahan berkurang.
Situasi tersebut juga dipengaruhi oleh rencana perubahan regulasi Liga Thailand. Aturan baru yang dikabarkan akan menghapus kewajiban menggunakan pemain asal Asia Tenggara membuat posisi Shayne semakin sulit dipertahankan.
Pengumuman resmi perpisahan disampaikan Buriram United melalui akun Instagram klub pada Jumat (23/1/2025). Dalam pernyataannya, manajemen klub memberikan apresiasi atas kontribusi Shayne selama berseragam Thunder Castle.
Total 10 penampilan bersama Buriram United meninggalkan kesan positif bagi klub, meski kebersamaan itu harus berakhir lebih cepat dari perkiraan.
“Buriram United Football Club ingin mengucapkan terima kasih kepada Shayne Pattynama.”
“Atas dedikasi dan profesionalismenya selama masa baktinya di klub ini,” tulisnya.
Buriram United juga menyampaikan harapan terbaik untuk perjalanan karier Shayne ke depan. Pengalaman bermain di Asia dinilai menjadi modal penting bagi sang pemain untuk melanjutkan kariernya di klub lain.
“Kami mendoakan kesuksesan baginya dalam kariernya dan semoga yang terbaik untuk perjalanan ke depannya,” tutupnya.
Meski berpisah dengan Buriram, peluang Shayne untuk kembali merumput di level kompetitif masih terbuka lebar. Berdasarkan data dari Transfermarkt, Persija Jakarta disebut menjadi salah satu klub yang tertarik menggunakan jasanya.
Opsi tersebut dinilai masuk akal mengingat Shayne masih memenuhi syarat sebagai pemain lokal di Super League 2025/2026. Selain itu, pengalamannya berkarier di Eropa sebelum hijrah ke Thailand menjadi nilai tambah tersendiri.
Adaptasi di Asia Tenggara juga diyakini tidak akan menjadi kendala berarti bagi Shayne. Apalagi, Persija saat ini memiliki pemain keturunan lain, Jordi Amat, yang sebelumnya sukses beradaptasi cepat setelah pengalaman bermain bersama Johor Darul Ta’zim.
Meski demikian, semua kemungkinan masih bisa berubah. Bursa transfer masih terbuka dan dinamika pergerakan pemain berpotensi terus berkembang dalam waktu dekat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










