Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Netizen Buru-buru Cari Link Asli Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit’, Apa Isinya?

Senin, 16 Maret 2026 13:01 WIB

Pertarungan Kritis Serie A! Cremonese vs Fiorentina Siap Rebut 6 Poin Hidup Mati

Senin, 16 Maret 2026 12:30 WIB

Mudik 2026 Makin Nyaman! Ini Daftar Rest Area Tol Jawa Barat dengan Fasilitas Lengkap

Senin, 16 Maret 2026 12:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Netizen Buru-buru Cari Link Asli Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit’, Apa Isinya?
  • Pertarungan Kritis Serie A! Cremonese vs Fiorentina Siap Rebut 6 Poin Hidup Mati
  • Mudik 2026 Makin Nyaman! Ini Daftar Rest Area Tol Jawa Barat dengan Fasilitas Lengkap
  • Imbang Dramatis! Marc Klok Ungkap Kekecewaan Persib
  • Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Skill Luar Ekspektasi! Khairaff, Bocah Toddler yang Akurasi Tembakannya Bikin Atlet Ketar-ketir
  • Arus Mudik Membludak! Polda Jabar Berlakukan One Way Penggal di Jalur Arteri Priangan Timur
  • Elegi Cihampelas: Anggaran Miliaran yang Gagal Menjaga Nyawa Siswa SMAN 5 Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Shin Tae-yong Dipecat, Pengamat: Timnas dalam Fase Kritis

By Putra JuangSelasa, 7 Januari 2025 15:00 WIB2 Mins Read
Mantan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. (PSSI).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ikut menyoroti diberhentikannya Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia.

Sekretaris LPO PP Muhammadiyah, Fajar Junaedi mengatakan, Timnas Indonesia saat ini sedang dalam posisi kritis, lantaran timnas masih memiliki sisa pertandingan di Putaran Ketiga Piala Dunia 2026.

“Mengganti pelatih berarti butuh waktu itu adaptasi para pemain dengan pelatih. Pelatih baru tidak memiliki banyak waktu untuk adaptasi dengan pemain karena Indonesia akan berjumpa Australia dan Bahrain pada Maret 2025 nanti,” ucap Fajar, dikutip laman Muhammadiyah, Selasa (7/1/2025).

Sebagai Dosen Ilmu Komunikasi UMY, Fajar menjelaskan, dalam kajian ilmu komunikasi, pertemuan orang baru akan berhadapan dengan ketidakpastian, yang disebut dengan Uncertainty Reduction Theory.

Baca Juga:  Perasaan Jay Idzes Usai Mimpi Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026 Pupus

“Menurut teori ini, ada dua jenis ketidakpastian yang muncul ketika individu saling berinteraksi, yaitu ketidakpastian kognitif dan ketidakpastian perilaku,” jelas Fajar yang juga pengamat sepak bola ini.

Ketidakpastian kognitif berkaitan dengan keyakinan, pengetahuan, dan informasi seseorang mengenai orang lain pada saat berinteraksi. Sedangkan ketidakpastian perilaku berkaitan pada bagaimana individu memperkirakan perilaku yang akan diambilnya ketika berinteraksi pada situasi tertentu.

Baca Juga:  Kevin Diks Resmi Jadi WNI, Erick Thohir Harap Bisa Main Lawan Jepang dan Arab Saudi

Selain itu, pemain akan berhadapan dengan pelatih baru. Tentu butuh waktu untuk mengurangi ketidakpastian kognitif dan perilaku dalam proses komunikasi antara pemain dan pelatih.

“Faktor internal ini akan berkelindan dengan faktor eksternal, yaitu tekanan media dalam berbagai narasi dan framing pemberitaan, serta tekanan publik di berbagai platform media sosial,” ungkapnya.

“STY selama ini adalah sosok media darling yang dicintai media dan publik. Pelatih baru, siapapun orangnya, akan menghadapi tantangan internal dan eksternal ini,” tambahnya.

Baca Juga:  Isu Diktator Shin Tae-yong, Marc Klok Pilih Tutup Mulut dan Fokus pada Persib

Dalam perspektif komunikasi, kata Fajar, bisa merujuk pada teori mindfulness, yaitu proses dimana seseorang secara sadar mengelola anxiety dan uncertainty terhadap orang lain dalam sebuah situasi komunikasi.

“Komunikasi efektif salah satunya sangat ditentukan oleh apakah seseorang mindful atau mindless dalam mengelola anxiety dan uncertainty. Pelatih baru dan para pemain bisa mengedepankan mindfulness untuk mengurangi ketidakpastian yang ada,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Piala Dunia 2026 Shin Tae yong Timnas Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pertarungan Kritis Serie A! Cremonese vs Fiorentina Siap Rebut 6 Poin Hidup Mati

Alwi Farhan dan Putri KW Tembus Final Swiss Open 2026, Indonesia Bidik Dua Gelar

Pertarungan Dua Raksasa! Persib vs Borneo FC, Siapa yang akan Kuasai Puncak?

Arsenal Kokoh di Puncak Klasemen Usai Kalahkan Everton, Manchester City Gagal Menang!

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026: Indonesia Berpeluang Curi Slot Lewat Jalur ‘Mimpi’?

Marc Klok Bahagia Elkan Baggott Kembali Bela Timnas Indonesia

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.