Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Live Streaming Argentina vs Cape Verde Piala Dunia 2026, Tonton di TVRI dan OTT

Sabtu, 4 Juli 2026 04:00 WIB

Bernostalgia di Tizi Bandung, Restoran Klasik dengan Menu Eropa Favorit Sejak 1967

Sabtu, 4 Juli 2026 03:00 WIB
Devoyage Bogor, salah satu wisata di Bogor yang Instagramble banget.

Bosan ke Puncak? Ini Rekomendasi Wisata Alam Hits di Bogor yang Cocok Buat Healing Akhir Pekan

Sabtu, 4 Juli 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Live Streaming Argentina vs Cape Verde Piala Dunia 2026, Tonton di TVRI dan OTT
  • Bernostalgia di Tizi Bandung, Restoran Klasik dengan Menu Eropa Favorit Sejak 1967
  • Bosan ke Puncak? Ini Rekomendasi Wisata Alam Hits di Bogor yang Cocok Buat Healing Akhir Pekan
  • Bagan Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Cek Jadwal Duel Raksasa Mulai Minggu Ini
  • Hidden Gem Bandung, Accra Bakes Sajikan Basque Burnt Cheesecake Premium yang Bikin Nagih
  • Jelang Argentina vs Tanjung Verde, Scaloni Minta Messi Cs Tetap Waspada
  • Ragnar Oratmangoen Gabung Persib? Maung Bandung Bisa Kirim Lima Pemain ke Timnas
  • Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Synthia Frisilla Putri: Mojang Bandung yang Bertahan di Tengah Tekanan, Kamu Harus Tahu Caranya

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 5 Februari 2026 08:10 WIB3 Mins Read
Sintia Priscilla Putri. (Foto: dok Pribadi)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di salah satu sudut Kota Bandung, tepatnya di Hotel Zest, Kamis (5/2/2026), Synthia Frisilla Putri berbagi cerita tentang fase hidup yang sedang ia jalani. Lulusan Universitas Islam Bandung (Unisba), Fakultas Syariah, ini tengah berada di persimpangan penting: menutup peran sebagai mahasiswa dan mempersiapkan diri menapaki dunia kerja sebagai fresh graduate.

“Saat ini saya sedang mempersiapkan diri untuk wisuda, sekaligus menata CV dan portofolio sebagai langkah awal sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja,” ujar Synthia membuka perbincangan.

Di mata orang-orang terdekatnya, Synthia dikenal sebagai pribadi yang pekerja keras, percaya diri, mandiri, dan memiliki tujuan yang jelas. Ia mengakui, ada satu kebiasaan unik yang melekat dalam dirinya ia tak betah berada dalam kondisi tanpa aktivitas.

“Kalau sedang tidak punya kegiatan, saya justru overthinking. Karena itu saya selalu berusaha mencari kesibukan dan memanfaatkan peluang yang ada,” katanya.

Belajar Bertahan di Tengah Padatnya Aktivitas

Synthia mengenang salah satu fase paling berkesan dalam hidupnya terjadi saat kuliah, khususnya pada semester empat hingga enam. Di masa itu, ia harus membagi waktu antara kuliah, bekerja, organisasi, hingga kegiatan daring sebagai bagian dari Duta Inspirasi Indonesia.

Baca Juga:  Gardu di Basement Pasar Baru Kebakaran, Pegawai: Asap Hitam Pekat dari Ruangan Genset

“Pagi sampai siang kuliah, siang ke sore kerja, sore sampai malam kembali ke kampus untuk organisasi. Di waktu yang sama, ada kegiatan daring yang juga berjalan malam hari,” tuturnya.

Fase tersebut menjadi titik penting yang mengajarkannya tentang komitmen, manajemen waktu, dan ketahanan diri. Bagi Synthia, masa itu bukan sekadar tentang sibuk, melainkan proses mengenal batas dan kemampuan diri.

Dari Ragu Jadi Optimis

Saat ini, Synthia merasa berada di fase penutupan dan persiapan—menutup peran sebagai mahasiswa, sekaligus menyiapkan langkah hidup berikutnya yang lebih terarah.

“Saya ingin benar-benar memaksimalkan langkah ke depan. Apa yang mau saya ambil, dan apa saja yang harus dipersiapkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Dikenal Angker, Empat Lokasi di Bandung Ini Simpan Banyak Cerita Mistis

Salah satu pencapaian yang paling bermakna baginya adalah saat mengikuti Impact Friender Challenge. Meski datang tanpa latar belakang ekonomi dan minim pemahaman soal perencanaan dampak, Synthia bersama timnya belajar dari nol hingga akhirnya berhasil masuk tiga besar.

“Itu jadi salah satu target pribadi yang berhasil saya capai di 2025,” katanya dengan nada syukur.

Namun di balik pencapaian tersebut, Synthia menegaskan bahwa perjuangan sering kali tak terlihat publik. Tekanan, air mata, dan kelelahan menjadi bagian dari proses yang jarang diketahui orang.

“Orang mungkin melihat dari media sosial saja. Tapi di balik layar, selalu ada tangisan. Meski begitu, saya selalu percaya semua perjuangan akan membuahkan hasil,” ucapnya.

Menariknya, Synthia mengaku hampir tak pernah ragu pada diri sendiri. Keyakinan pada proses menjadi pegangan utama yang membuatnya terus melangkah.

Baca Juga:  Makan Malam Romantis dengan Harga Murah di Bandung? Ini Tiga Tempat yang Bisa Dikunjungi

“Saya percaya setiap hal punya waktunya masing-masing untuk berbuah,” katanya.

Bandung, Kota Bertumbuh dan Bertarung

Bagi Synthia, Bandung bukan sekadar kota tempat menuntut ilmu. Kota ini menjadi ruang bertumbuh, tempat jatuh dan bangkit, sekaligus medan perjuangan.

“Hampir semua momen penting dalam hidup saya terjadi di Bandung. Di sini proses pendewasaan saya dimulai,” tuturnya.

Ia menyebut Bandung sebagai kota yang “mengerti perjuangan” memberi ruang untuk berproses tanpa tuntutan harus selalu sempurna.

“Bandung lebih sering jadi tempat bertarung. Tapi di saat yang sama, juga jadi tempat pulang yang mengajarkan ketahanan dan penerimaan,” katanya.

Menutup ceritanya, Synthia menyampaikan pesan bagi siapa pun yang tengah berjuang di Kota Bandung.

“Bertahanlah, walaupun prosesnya tidak mudah. Tidak perlu terburu-buru, asal tetap berjalan dan berusaha menjadi satu persen lebih baik setiap hari. Setiap perjuangan pasti membuahkan hasil dan tidak akan sia-sia,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Alumni Unisba bandung Fresh Graduate mojang Bandung Sintia Priscilla Putri Unisba
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bernostalgia di Tizi Bandung, Restoran Klasik dengan Menu Eropa Favorit Sejak 1967

Devoyage Bogor, salah satu wisata di Bogor yang Instagramble banget.

Bosan ke Puncak? Ini Rekomendasi Wisata Alam Hits di Bogor yang Cocok Buat Healing Akhir Pekan

Hidden Gem Bandung, Accra Bakes Sajikan Basque Burnt Cheesecake Premium yang Bikin Nagih

Sapi Matilda Jadi Inspirasi Bisnis, Hartono Soekwanto Siapkan Brand Es Krim

Harta, Tahta, Istri Dua! Viral Pria Bekasi Nikahi 2 Ibu Bidan Sekaligus Bikin Kaum Adam Ketar-ketir

Instagram Tambah Kontrol Algoritma, Pengguna Bisa Pilih Konten Favorit di Feed dan Reels

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.