Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!

Selasa, 6 Oktober 2026 06:00 WIB

Jelang Port FC vs Persib, Rekor Maung Bandung Bikin Deg-Degan: Belum Pernah Menang!

Selasa, 6 Oktober 2026 05:00 WIB

Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu

Selasa, 6 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!
  • Jelang Port FC vs Persib, Rekor Maung Bandung Bikin Deg-Degan: Belum Pernah Menang!
  • Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu
  • BSU Rp900 Ribu hingga Bansos Beras 30 Kg, Ini Bantuan Pemerintah Oktober 2026
  • Lagi Cari Tempat Liburan? Ini 10 Destinasi Wisata Paling Populer dan Instagramable di Bandung Barat
  • Jelang Tiga Laga Kandang Persib Bandung, Polisi Minta Bobotoh Jaga Ketertiban dan Jadi Tuan Rumah yang Baik
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
  • Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup Usai Bekuk Thailand Lewat Adu Penalti
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Synthia Frisilla Putri: Mojang Bandung yang Bertahan di Tengah Tekanan, Kamu Harus Tahu Caranya

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 5 Februari 2026 08:10 WIB3 Mins Read
Sintia Priscilla Putri. (Foto: dok Pribadi)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di salah satu sudut Kota Bandung, tepatnya di Hotel Zest, Kamis (5/2/2026), Synthia Frisilla Putri berbagi cerita tentang fase hidup yang sedang ia jalani. Lulusan Universitas Islam Bandung (Unisba), Fakultas Syariah, ini tengah berada di persimpangan penting: menutup peran sebagai mahasiswa dan mempersiapkan diri menapaki dunia kerja sebagai fresh graduate.

“Saat ini saya sedang mempersiapkan diri untuk wisuda, sekaligus menata CV dan portofolio sebagai langkah awal sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja,” ujar Synthia membuka perbincangan.

Di mata orang-orang terdekatnya, Synthia dikenal sebagai pribadi yang pekerja keras, percaya diri, mandiri, dan memiliki tujuan yang jelas. Ia mengakui, ada satu kebiasaan unik yang melekat dalam dirinya ia tak betah berada dalam kondisi tanpa aktivitas.

“Kalau sedang tidak punya kegiatan, saya justru overthinking. Karena itu saya selalu berusaha mencari kesibukan dan memanfaatkan peluang yang ada,” katanya.

Belajar Bertahan di Tengah Padatnya Aktivitas

Synthia mengenang salah satu fase paling berkesan dalam hidupnya terjadi saat kuliah, khususnya pada semester empat hingga enam. Di masa itu, ia harus membagi waktu antara kuliah, bekerja, organisasi, hingga kegiatan daring sebagai bagian dari Duta Inspirasi Indonesia.

Baca Juga:  Polisi Pastikan 4 Pelaku Kericuhan May Day di Bandung Bukan Buruh

“Pagi sampai siang kuliah, siang ke sore kerja, sore sampai malam kembali ke kampus untuk organisasi. Di waktu yang sama, ada kegiatan daring yang juga berjalan malam hari,” tuturnya.

Fase tersebut menjadi titik penting yang mengajarkannya tentang komitmen, manajemen waktu, dan ketahanan diri. Bagi Synthia, masa itu bukan sekadar tentang sibuk, melainkan proses mengenal batas dan kemampuan diri.

Dari Ragu Jadi Optimis

Saat ini, Synthia merasa berada di fase penutupan dan persiapan—menutup peran sebagai mahasiswa, sekaligus menyiapkan langkah hidup berikutnya yang lebih terarah.

“Saya ingin benar-benar memaksimalkan langkah ke depan. Apa yang mau saya ambil, dan apa saja yang harus dipersiapkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Ariel Lebih Dilan dari Dilan Sendiri: Kisah Dua Sosok yang Sama Karismatik

Salah satu pencapaian yang paling bermakna baginya adalah saat mengikuti Impact Friender Challenge. Meski datang tanpa latar belakang ekonomi dan minim pemahaman soal perencanaan dampak, Synthia bersama timnya belajar dari nol hingga akhirnya berhasil masuk tiga besar.

“Itu jadi salah satu target pribadi yang berhasil saya capai di 2025,” katanya dengan nada syukur.

Namun di balik pencapaian tersebut, Synthia menegaskan bahwa perjuangan sering kali tak terlihat publik. Tekanan, air mata, dan kelelahan menjadi bagian dari proses yang jarang diketahui orang.

“Orang mungkin melihat dari media sosial saja. Tapi di balik layar, selalu ada tangisan. Meski begitu, saya selalu percaya semua perjuangan akan membuahkan hasil,” ucapnya.

Menariknya, Synthia mengaku hampir tak pernah ragu pada diri sendiri. Keyakinan pada proses menjadi pegangan utama yang membuatnya terus melangkah.

Baca Juga:  Liburan di Bandung? Wajib Coba Rafting di Tiga Lokasi Ini, Dijamin Menantang

“Saya percaya setiap hal punya waktunya masing-masing untuk berbuah,” katanya.

Bandung, Kota Bertumbuh dan Bertarung

Bagi Synthia, Bandung bukan sekadar kota tempat menuntut ilmu. Kota ini menjadi ruang bertumbuh, tempat jatuh dan bangkit, sekaligus medan perjuangan.

“Hampir semua momen penting dalam hidup saya terjadi di Bandung. Di sini proses pendewasaan saya dimulai,” tuturnya.

Ia menyebut Bandung sebagai kota yang “mengerti perjuangan” memberi ruang untuk berproses tanpa tuntutan harus selalu sempurna.

“Bandung lebih sering jadi tempat bertarung. Tapi di saat yang sama, juga jadi tempat pulang yang mengajarkan ketahanan dan penerimaan,” katanya.

Menutup ceritanya, Synthia menyampaikan pesan bagi siapa pun yang tengah berjuang di Kota Bandung.

“Bertahanlah, walaupun prosesnya tidak mudah. Tidak perlu terburu-buru, asal tetap berjalan dan berusaha menjadi satu persen lebih baik setiap hari. Setiap perjuangan pasti membuahkan hasil dan tidak akan sia-sia,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung Unisba
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!

Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu

Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Lagi Cari Tempat Liburan? Ini 10 Destinasi Wisata Paling Populer dan Instagramable di Bandung Barat

Gandeng MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun, JNE Beri Promo Spesial di Hari Batik Nasional 2026

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Antam Rp2,613 Juta dan UBS Rp2,530 Juta per Gram

Mojang Bandung Gita Puspita: Aktif Berorganisasi, Mengajar, dan Terus Bertumbuh Mengejar Masa Depan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.