Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia

Sabtu, 1 Agustus 2026 12:44 WIB

Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis

Sabtu, 1 Agustus 2026 10:40 WIB

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia
  • Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
  • Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna
  • Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Situs Batu Kalde di Pangandaran: Jejak Sejarah dan Tradisi Unik Lempar Koin

By Aga GustianaMinggu, 6 April 2025 08:21 WIB3 Mins Read
Situs Batu Kalde
Situs Batu Kalde. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran tak hanya menawarkan pesona alam, tetapi juga menyimpan situs bersejarah yang sarat cerita dan tradisi: Situs Batu Kalde. Berada di kawasan yang rindang dan tenang, situs ini menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan, baik karena nilai historisnya maupun karena mitos yang menyertainya.

Warisan Kerajaan dan Simbol Kepercayaan Hindu

Situs Batu Kalde diyakini sebagai petilasan Prabu Jaya Pakuan, seorang pangeran dari Kerajaan Pajajaran yang pernah singgah di kawasan ini. Nama “Batu Kalde” berasal dari bentuk arca yang menyerupai seekor sapi. Warga setempat menyebutnya “kalde” — kata dalam bahasa Sunda yang berarti keledai, meski sesungguhnya arca tersebut merupakan Nandi, kendaraan Dewa Siwa dalam mitologi Hindu.

Dalam kepercayaan Hindu, kehadiran Nandi biasanya menandakan lokasi suci yang dulunya digunakan untuk pemujaan terhadap Dewa Siwa. Umumnya, tempat seperti ini juga dilengkapi dengan arca lingga yoni—simbol keseimbangan dan kesuburan yang melambangkan penyatuan kekuatan maskulin (lingga) dan feminin (yoni).

Tradisi Lempar Koin yang Masih Lestari

Salah satu daya tarik utama di Situs Batu Kalde adalah tradisi melempar koin ke dalam lubang yoni yang masih tersisa. Konon, siapa pun yang berhasil memasukkan koin ke dalam lubang tersebut dari jarak tertentu, harapannya akan terkabul.

“Biasanya pengunjung melempar dari jarak tiga langkah mundur dari batu pembatas,” jelas Yogi Saputera, penjaga situs sekaligus narasumber lokal. Menurut Yogi, jenis koin pun tidak bisa sembarangan. “Harus recehan Rp 500 atau lebih kecil, tidak boleh uang dengan nilai besar,” katanya.

Tradisi ini tak pernah sepi peminat, terutama saat musim liburan. “Setiap hari ada sekitar 20 sampai 30 orang yang mencoba. Saat libur panjang bisa lebih ramai lagi,” tambah Yogi.

Antara Kepercayaan dan Pengalaman Wisata

Bagi sebagian pengunjung, ritual ini adalah bagian dari kepercayaan spiritual. Namun, bagi lainnya, tradisi lempar koin menjadi aktivitas yang menyenangkan selama berwisata. Salah satunya adalah Aprilian (24), wisatawan yang datang bersama temannya.

“Awalnya cuma ikut rute wisata. Pas dijelaskan soal mitos Batu Kalde, ya jadi penasaran dan ikut coba,” katanya.

Hal serupa dirasakan Fazar Sidiq, teman perjalanan Aprilian. “Saya sampai tukar uang kertas jadi koin receh. Dari empat kali lempar, dua berhasil masuk,” ucapnya sambil tersenyum.

Warisan Budaya yang Hidup

Situs Batu Kalde bukan sekadar tumpukan batu purbakala. Ia adalah representasi sejarah, kepercayaan, dan budaya yang tetap hidup di tengah masyarakat. Baik bagi yang datang karena keyakinan maupun karena rasa penasaran, pengalaman di situs ini selalu memberikan kesan tersendiri.

Dengan keunikan arca kuno, nilai spiritual, dan tradisi lokal yang masih lestari, Batu Kalde menjadi bukti bahwa wisata sejarah bisa menyatu dengan nuansa budaya yang hangat dan penuh cerita.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

mitos Pangandaran sejarah Situs Batu Kalde
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia

Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini

Game Free Fire

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 1 Agustus 2026, Buruan Ambil Hadiah Skin & Bundle Gratis

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.