Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi menonton film

Bahaya Tersembunyi di Balik Situs Film Ilegal, Mengapa LK21 dan IndoXXI Masih Diburu?

Sabtu, 2 Mei 2026 22:00 WIB

Bikin Penasaran Video Viral ‘Tasya Gym Bandar Batang’, Link Diburu Netizen

Sabtu, 2 Mei 2026 21:05 WIB

Siap-siap! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik per Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 20:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bahaya Tersembunyi di Balik Situs Film Ilegal, Mengapa LK21 dan IndoXXI Masih Diburu?
  • Bikin Penasaran Video Viral ‘Tasya Gym Bandar Batang’, Link Diburu Netizen
  • Siap-siap! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik per Mei 2026
  • Saldo KKS Masih Nol? Ini Daftar Penyebab Baru Bansos PKH & BPNT 2026 Tidak Cair Lagi
  • Rezeki Diatur Tuhan, Tapi Dihambat Manusia! Viral Pedagang Kreatif Diduga Diusir Karena Terlalu Laris
  • Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Dikabarkan Kunci Kesepakatan dengan Striker Tajam Asal Brasil
  • Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’
  • Klarifikasi Panas! Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme Terhadap Henry Doumbia di Laga Persib vs Bhayangkara FC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Situs Batu Kalde di Pangandaran: Jejak Sejarah dan Tradisi Unik Lempar Koin

By Aga GustianaMinggu, 6 April 2025 08:21 WIB3 Mins Read
Situs Batu Kalde
Situs Batu Kalde. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran tak hanya menawarkan pesona alam, tetapi juga menyimpan situs bersejarah yang sarat cerita dan tradisi: Situs Batu Kalde. Berada di kawasan yang rindang dan tenang, situs ini menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan, baik karena nilai historisnya maupun karena mitos yang menyertainya.

Warisan Kerajaan dan Simbol Kepercayaan Hindu

Situs Batu Kalde diyakini sebagai petilasan Prabu Jaya Pakuan, seorang pangeran dari Kerajaan Pajajaran yang pernah singgah di kawasan ini. Nama “Batu Kalde” berasal dari bentuk arca yang menyerupai seekor sapi. Warga setempat menyebutnya “kalde” — kata dalam bahasa Sunda yang berarti keledai, meski sesungguhnya arca tersebut merupakan Nandi, kendaraan Dewa Siwa dalam mitologi Hindu.

Dalam kepercayaan Hindu, kehadiran Nandi biasanya menandakan lokasi suci yang dulunya digunakan untuk pemujaan terhadap Dewa Siwa. Umumnya, tempat seperti ini juga dilengkapi dengan arca lingga yoni—simbol keseimbangan dan kesuburan yang melambangkan penyatuan kekuatan maskulin (lingga) dan feminin (yoni).

Baca Juga:  Identik dengan Natal, Ini Asal-Usul dan Sejarah Santa Claus

Tradisi Lempar Koin yang Masih Lestari

Salah satu daya tarik utama di Situs Batu Kalde adalah tradisi melempar koin ke dalam lubang yoni yang masih tersisa. Konon, siapa pun yang berhasil memasukkan koin ke dalam lubang tersebut dari jarak tertentu, harapannya akan terkabul.

“Biasanya pengunjung melempar dari jarak tiga langkah mundur dari batu pembatas,” jelas Yogi Saputera, penjaga situs sekaligus narasumber lokal. Menurut Yogi, jenis koin pun tidak bisa sembarangan. “Harus recehan Rp 500 atau lebih kecil, tidak boleh uang dengan nilai besar,” katanya.

Tradisi ini tak pernah sepi peminat, terutama saat musim liburan. “Setiap hari ada sekitar 20 sampai 30 orang yang mencoba. Saat libur panjang bisa lebih ramai lagi,” tambah Yogi.

Baca Juga:  Pj Bupati Pangandaran Dorong Potensi Wisata Selain Pantai

Antara Kepercayaan dan Pengalaman Wisata

Bagi sebagian pengunjung, ritual ini adalah bagian dari kepercayaan spiritual. Namun, bagi lainnya, tradisi lempar koin menjadi aktivitas yang menyenangkan selama berwisata. Salah satunya adalah Aprilian (24), wisatawan yang datang bersama temannya.

“Awalnya cuma ikut rute wisata. Pas dijelaskan soal mitos Batu Kalde, ya jadi penasaran dan ikut coba,” katanya.

Baca Juga:  Pangandaran Diguncang Gempa M 5,2, Begini Kata BPBD

Hal serupa dirasakan Fazar Sidiq, teman perjalanan Aprilian. “Saya sampai tukar uang kertas jadi koin receh. Dari empat kali lempar, dua berhasil masuk,” ucapnya sambil tersenyum.

Warisan Budaya yang Hidup

Situs Batu Kalde bukan sekadar tumpukan batu purbakala. Ia adalah representasi sejarah, kepercayaan, dan budaya yang tetap hidup di tengah masyarakat. Baik bagi yang datang karena keyakinan maupun karena rasa penasaran, pengalaman di situs ini selalu memberikan kesan tersendiri.

Dengan keunikan arca kuno, nilai spiritual, dan tradisi lokal yang masih lestari, Batu Kalde menjadi bukti bahwa wisata sejarah bisa menyatu dengan nuansa budaya yang hangat dan penuh cerita.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

mitos Pangandaran sejarah Situs Batu Kalde
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi menonton film

Bahaya Tersembunyi di Balik Situs Film Ilegal, Mengapa LK21 dan IndoXXI Masih Diburu?

Bikin Penasaran Video Viral ‘Tasya Gym Bandar Batang’, Link Diburu Netizen

Siap-siap! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik per Mei 2026

ilustrasi bansos

Saldo KKS Masih Nol? Ini Daftar Penyebab Baru Bansos PKH & BPNT 2026 Tidak Cair Lagi

Rezeki Diatur Tuhan, Tapi Dihambat Manusia! Viral Pedagang Kreatif Diduga Diusir Karena Terlalu Laris

Bikin Haru! Aksi Teller Bank bjb Fasih Bahasa Isyarat Layani Nasabah Spesial, Warganet Angkat Jempol

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.