bukamata.id – Skandal naturalisasi pemain timnas Malaysia memasuki babak baru. Salah satu pemain yang terseret, Gabriel Palmero, resmi kehilangan kontrak dengan dua klub Spanyol, Unionistas de Salamanca dan Tenerife, setelah FIFA menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 12 bulan.
Kontrak Diputus Dua Klub Spanyol Setelah Banding Ditolak
Palmero menjadi pemain kedua dari tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang kontraknya diputus sebelum waktunya.
Pada 7 November 2025, Tenerife mengumumkan pemutusan kontrak secara permanen setelah banding yang diajukan Malaysia ditolak oleh Komite Banding FIFA.
“Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan faktor terkait perilaku curang dalam profil pemain tersebut,” tulis klub dalam pernyataan resminya.
Unionistas de Salamanca, klub divisi tiga yang meminjam Palmero untuk musim 2025/2026, turut mengakhiri kerja sama. Klub memastikan pemutusan kontrak tidak menimbulkan kerugian finansial.
Kasus Meluas: Holgado Juga Kehilangan Kontrak
Sebelumnya, America de Cali memutus kontrak Rodrigo Holgado, penyerang Argentina yang sempat mencetak gol untuk Malaysia. Langkah itu diambil setelah Komite Banding FIFA menolak banding terkait dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi.
Profil Palmero: Bek Bertalenta yang Terhenti di Usia 23
Gabriel Felipe Arrocha atau Gabriel Palmero, lahir di La Palma, Spanyol tahun 2002. Ia merupakan jebolan akademi Las Palmas dan pernah memperkuat Tenisca, Gimnastica Segoviana, hingga Tenerife. Kontrak awalnya bersama Tenerife seharusnya berlaku hingga 30 Juni 2027.
Palmero dikenal sebagai bek kiri ofensif dengan kemampuan menyerang yang agresif. Namun kariernya terhenti setelah FIFA mengungkap pemalsuan dokumen kewarganegaraan yang diajukan untuk bermain bersama Harimau Malaya.
Total 7 Pemain Terlibat dalam Skandal Naturalisasi
Selain Palmero dan Holgado, lima pemain lain juga terseret kasus yang sama:
- Facundo Garces
- Jon Irazabal
- Joao Figueiredo
- Hector Hevel
- Imanol Machuca
Ketujuhnya menyerahkan dokumen palsu yang mengklaim memiliki garis keturunan Malaysia. FIFA kemudian menjatuhkan larangan bermain 12 bulan kepada seluruh pemain serta menjatuhkan denda kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
FAM Tunggu Keputusan Resmi FIFA, Pertimbangkan Banding ke CAS
FAM menyatakan masih menunggu dokumen resmi dari FIFA sebelum memutuskan langkah hukum selanjutnya. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Skandal ini disebut sebagai tamparan terbesar bagi sepak bola Malaysia sepanjang 2025. Para pemain yang diharapkan memperkuat Malaysia menuju Piala Asia 2027 justru kehilangan karier mereka di level klub.
Palmero sebelumnya tampil empat kali untuk Malaysia, termasuk debut melawan Tanjung Verde pada Mei 2025. Reputasinya hancur setelah terungkap bahwa dokumen yang menyatakan istrinya berasal dari Malaysia ternyata palsu.
Sejumlah klub lain dikabarkan meninjau kembali kontrak pemain yang dilarang tampil oleh FIFA. Jika klausul larangan bermain tercantum dalam kontrak, klub dapat memutus kerja sama tanpa wajib membayar kompensasi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











