bukamata.id – Media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan seorang pria tiba-tiba dimaki oleh seorang ibu yang tidak dikenalnya di sebuah hypermarket.
Kejadian itu bermula saat pria tersebut hendak melakukan transaksi. Tanpa interaksi sebelumnya, sang ibu mendekatinya dan langsung melontarkan kata-kata kasar.
Pria tersebut memilih diam dan tidak menanggapi. Namun situasi justru semakin memanas. Setelah transaksi selesai, ibu tersebut mengikuti sambil terus melontarkan tuduhan serius, mulai dari menyebut “mata maling” hingga menuding sebagai “reserse muda”.
“Kamu masih muda sudah bersifat seperti ini, apalagi nanti sudah tua, tidak pantas! PTDH kamu ya dipecat dengan tidak hormat kode etik, kau rekam omongan saya, penampila kaya gini buat apa ngeliatin barang saya, matamu mata maling tau ga,” cerocos si ibu.
Di tengah situasi itu, korban sempat berteriak di hadapan pengunjung lain untuk menegaskan dirinya bukan kriminal. Sementara itu, perhatian orang-orang di sekitar langsung tertuju pada insiden tersebut.
Seorang kasir bahkan disebutkan sempat memberi keterangan bahwa ibu tersebut memang sudah menunjukkan perilaku tidak biasa sejak sebelumnya.
Gaya Bahasa Tak Biasa, Jadi Sorotan Publik
Salah satu hal yang membuat video ini cepat viral bukan hanya karena insiden spontan di ruang publik, tetapi juga gaya bicara sang ibu yang dianggap tidak biasa.
Ucapan-ucapannya terdengar seperti rangkaian kalimat formal, bahkan menyerupai narasi dalam adegan drama. Ia menyampaikan kalimat panjang dengan intonasi tegas, seperti:
- Menyinggung soal etika dan sikap di usia muda
- Mengancam dengan istilah “pemecatan tidak hormat”
- Mengomentari penampilan korban secara langsung
Pilihan kata yang terstruktur, intonasi yang stabil, dan penyampaian yang berulang membuat sebagian warganet menilai cara bicaranya seperti sedang “berakting” atau membaca naskah.
Fenomena ini kemudian memicu perhatian luas, karena dianggap tidak lazim terjadi dalam interaksi spontan di kehidupan sehari-hari.
Reaksi Warganet: Antara Hiburan dan Keprihatinan
Komentar warganet pun bermunculan, sebagian besar menyoroti gaya bahasa unik sang ibu, dikutip dri kolom komentar Instagram @depokharini, Selasa (17/3/2026).
Ada yang menyebut suaranya cocok untuk dunia dubbing atau pengisi suara iklan karena terdengar jelas dan tegas. Beberapa lainnya bahkan mengira video tersebut adalah bagian dari adegan sinetron karena intonasinya yang dramatis.
“Padahal tone suaranya nya bagus lho buat dubbing film/iklan,” tulis akun @rea***
“Kupikir td lg dubbing.. kaya di sinetron2 kok nada nya,” tulis aku @kar***
“Pantas itu pake س (Siin) bu buka pake ث (Tsa’),” tulis akun @sij***
Namun di balik candaan itu, muncul pula komentar yang lebih serius. Sebagian warganet mengingatkan bahwa tindakan tersebut bisa berdampak buruk, terutama karena melibatkan tuduhan tanpa dasar terhadap orang yang tidak dikenal.
Ada juga yang menyarankan agar pihak keluarga memberikan perhatian lebih, mengingat perilaku tersebut dinilai berpotensi membahayakan orang lain jika terus terjadi di ruang publik.
Aksi Berulang: Muncul Lagi di Dalam Bus
Belum reda perbincangan, sosok yang diduga sama kembali viral dalam video lain. Kali ini, kejadian terjadi di dalam layanan transportasi publik TransJakarta.
Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang bapak-bapak yang sedang berdiri tiba-tiba menjadi sasaran kemarahan. Tanpa sebab yang jelas, ibu tersebut kembali melontarkan tuduhan serius.
Ia bahkan menyebut nama tertentu dan mengaitkannya dengan isu kriminal, termasuk tuduhan terkait jaringan narkoba. Ucapan-ucapan tersebut disampaikan dengan pola yang mirip seperti kejadian sebelumnya.
“Apa kamu dibayar sama Fredy Pratama narkoba sampai gak kau tangkap, reserce Cina ini, saya beri tau dia, tangkap etnis mu Cina yang melarikan diri ke luar neger gara-gara kriminal, Fredy Pratama narkoba tangkap dia,” cerocos ibu tersebut.
“Kembali kamu ke negri Cina, kamu disini dapat gaji dari pajak rakyat Indonesia, ingat itu om, Cina bagus banyak tapi Cina yang dibayar oleh Fredy Pratama reserce Cina itu juga banyak , makanya dia masih berkeliaran,” tambahnya.
Penumpang lain terlihat kebingungan, sementara pria yang menjadi sasaran tampak terkejut karena tidak melakukan apa pun sebelumnya.
Dalam video tersebut, istilah yang digunakan juga sama, termasuk penyebutan “reserse” dan nama tertentu. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kejadian tersebut bukan yang pertama kali terjadi.
Pola yang berulang, mulai dari mendekati orang asing, melontarkan tuduhan, hingga penggunaan bahasa yang serupa, menjadi perhatian tersendiri di kalangan pengguna media sosial.
Reaksi warganet terhadap video viral yang menampilkan seorang ibu anomali kembali mencuri perhatian terus bermunculan di media sosial. Beragam tanggapan disampaikan, mulai dari nada humor hingga kekhawatiran serius terhadap kondisi dan dampak dari kejadian tersebut.
Sebagian pengguna internet mencoba menanggapi dengan santai. Akun @imc* menulis, “Kyknya akibat gagal jadi anggota dewan,” menyoroti tingkah sang ibu dengan nada jenaka. Sementara akun @kar*** menambahkan sentuhan humor, “Aku kalau ketemu ibu ini. Ku pasti langsung cek suhu badannya pake tangan hehe. Terus tanya, ibu kenapa? Sehat? Kalau ada masalah sini cerita.”
Namun, tidak sedikit warganet yang menunjukkan keprihatinan. Akun @blu* menulis panjang lebar, “Sek ta gaess Fredy Pratama tu siapa seh, ga beres beneran ibu ini… tlg ya keluarga nya si ibu, amankan aja si Ibu drpd nanti malah banyak yang di serang… jahat banget lho dy kayak gt, nuduh-nuduh orang yang ga bersalah eh nanti orangnya terlanjur di gebukin kan kasihan.”
Beberapa komentar juga menyoroti keanehan istilah yang dilontarkan sang ibu. Akun @yok*** bertanya, “Reserse mana yang menyakiti ibu ini?” pertanyaan ini mencerminkan kebingungan warganet sekaligus keinginan mereka untuk memahami konteks dan maksud di balik kata-kata yang digunakan.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana publik tidak hanya menanggapi sisi viral semata, tetapi juga mulai mempertimbangkan dampak sosial dan kemanusiaan dari sebuah peristiwa.
Selain viral, kejadian ini memunculkan diskusi terkait etika berinteraksi di ruang publik, kepedulian terhadap kesehatan mental, dan rasa empati terhadap individu yang bertingkah aneh di masyarakat.
Penutup: Antara Viral dan Realitas Sosial
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai identitas maupun kondisi sebenarnya dari sosok ibu dalam video tersebut.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tidak semua konten viral sekadar hiburan. Ada sisi kemanusiaan dan tanggung jawab sosial yang perlu diperhatikan.
Masyarakat diimbau tetap bijak dalam menyikapi informasi, tidak mudah menghakimi, serta menjaga etika saat membagikan konten di media sosial.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









