Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gila! Persib Hadapi 3 Laga Internasional dalam Oktober, Cek Jadwal Lengkapnya

Selasa, 6 Oktober 2026 15:30 WIB
Ole Romeny

Duet Mematikan Ole Romeny-Mithcell Baker Bawa Indonesia Juara, Ini Rahasianya

Selasa, 6 Oktober 2026 15:23 WIB

Terkuak! Peran Indra Kenz di Skandal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Siap-siap Masuk Bui Lagi?

Selasa, 6 Oktober 2026 14:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gila! Persib Hadapi 3 Laga Internasional dalam Oktober, Cek Jadwal Lengkapnya
  • Duet Mematikan Ole Romeny-Mithcell Baker Bawa Indonesia Juara, Ini Rahasianya
  • Terkuak! Peran Indra Kenz di Skandal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Siap-siap Masuk Bui Lagi?
  • PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral
  • Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape
  • Igor Tolic Masih Galau, Thom Haye dan Ragnar Bisa Langsung Terbang ke Thailand?
  • Pemkot Bandung Rencanakan Museum Musik Indonesia, Lokasi Masih Dikaji
  • Data Warga Bandung Dikebut! 435 Ribu KK Ditargetkan Terverifikasi hingga Desember 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Emak-emak Ini Minta Gunung Semeru Dipindahkan: Celoteh Lucu yang Menyimpan Keresahan Warga

By Aga GustianaKamis, 15 Januari 2026 13:25 WIB5 Mins Read
Gimah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Media sosial kembali dihebohkan oleh video seorang emak-emak asal Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bernama Gimah, yang melontarkan permintaan unik agar Gunung Semeru dipindahkan demi keselamatan warga. Video yang diunggah oleh akun TikTok @tni_in_action ini telah menjadi viral, ditonton lebih dari 1,7 juta kali dan dibagikan 31 ribu kali hingga Senin (12/1/2025).

Dalam video berdurasi singkat itu, Gimah menyampaikan keluhannya dengan nada polos namun jenaka. Celotehnya berhasil mengundang tawa sekaligus simpati warganet karena menyentuh pengalaman nyata warga yang tinggal di sekitar lereng Gunung Semeru.

“Coba dipindah sama bapak itu gunung dipindah ke mana gitu. Biar saya aman di sini. Masak empat tahun sekali erupsi,” ujarnya dengan nada bercanda.

Tak hanya menyampaikan keinginannya yang terdengar mustahil, Gimah juga menyinggung peran pemerintah daerah. Ia menyebut nama Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, berharap pihak berwenang bisa mencari solusi agar aktivitas kawah Semeru bisa dikendalikan.

“Coba tanya Bu Indah itu bisa enggak ditutup gunungnya. Se-Indonesia saja dibawa semennya ke sini, enggak ada separuhnya,” katanya, disertai senyum ringan.

Walaupun terdengar jenaka, celoteh emak-emak ini menyingkap keresahan yang nyata. Gimah menceritakan bagaimana pengalaman menghadapi erupsi Semeru meninggalkan bekas mendalam dalam kehidupannya. Debu vulkanik yang menebal dan panas yang mencekam membuat warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.

Sehari-hari, Gimah dan suaminya tinggal di Dusun Gemukmas, Desa Supiturang, yang termasuk wilayah terdampak erupsi Semeru pada 19 November 2025. Beruntung, rumahnya tidak mengalami kerusakan berat.

Baca Juga:  Bogor Dilanda 49 Bencana dalam Sehari, Tiga Tewas dan Ratusan Warga Terdampak

“Alhamdulillah rumah enggak ada yang rusak, cuma bagian depan saja. Waktu itu hujan, mendung, saya tidak menyangka. Sudah ini langsung masuk rumah,” tuturnya.

Upaya Mitigasi di Lereng Semeru

Di sisi lain, aparat TNI dari Korem 083 Baladhika Jaya aktif melakukan berbagai upaya mitigasi di aliran lahar Gunung Semeru, khususnya di Desa Supiturang. Peltu Suwandi, personel Penerangan Korem, menjelaskan bahwa mereka tengah membangun tanggul dengan menggunakan alat berat, untuk mengantisipasi erupsi susulan.

“Kami berada di lokasi aliran erupsi Semeru. Alat-alat berat yang ada di belakang ini digunakan untuk membuat tanggul. Harapannya, jika terjadi erupsi susulan, material tidak meluber ke daerah terdampak Desa Supiturang,” jelasnya.

Upaya mitigasi ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko bencana sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di lereng Semeru.

Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada pada Level III atau Siaga masih tinggi. Awan panas guguran terus terjadi, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sekitar 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan.

“Hal itu ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan,” kata Lana.

Baca Juga:  Dahsyatnya Banjir Bandang Cisolok Sukabumi: Sungai Mengamuk, Kampung Luluh Lantak

Berdasarkan pemantauan, pada Rabu (14/1/2026), teramati dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur serupa. Selama periode 7–14 Januari 2026, awan panas guguran beberapa kali teramati, disertai aktivitas guguran material.

Aktivitas kegempaan Semeru didominasi oleh gempa letusan, gempa guguran, gempa embusan, dan tremor harmonik. Menurut Lana, gempa-gempa ini menandakan adanya suplai magma dari bawah permukaan Gunung Semeru, bersamaan dengan pelepasan material melalui letusan dan hembusan.

“Parameter variasi kecepatan seismik (dv/v) berfluktuasi dengan nilai simpangan yang besar, menandakan sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi, tetapi masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan,” jelasnya.

Pemantauan deformasi juga menunjukkan pola relatif stabil, sehingga tidak terjadi peningkatan tekanan signifikan di dalam tubuh gunung. Namun, tingkat aktivitas tetap Level III (Siaga) dengan rekomendasi agar masyarakat, pengunjung, dan pendaki tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari Kawah Jonggring Seloko.

Waspada di Sektor Tenggara

Masyarakat diimbau untuk tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak, yang bisa meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sungai atau lembah yang berhulu dari puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat pada Kamis pukul 06.00–12.00 WIB, aktivitas masih didominasi oleh gempa letusan/erupsi sebanyak 35 kali, satu kali gempa guguran, satu kali gempa embusan, dan satu kali gempa vulkanik dalam.

Baca Juga:  Polisi Amankan Pelaku Pengancam Anies di TikTok

Celoteh Emak-emak yang Menyimpan Makna

Di balik kelucuan permintaan unik Gimah agar gunung dipindahkan, tersimpan kepedulian mendalam terhadap keselamatan warga. Video viral ini menjadi pengingat bahwa masyarakat yang tinggal di kaki gunung hidup dengan risiko nyata, bukan sekadar hiburan.

Gimah sendiri menegaskan, walaupun ia berseloroh, keresahan warga terhadap ancaman Semeru adalah nyata. Dengan pengalaman menghadapi debu vulkanik dan lahar dingin, setiap kali awan panas muncul, warga harus bersiap mengungsi.

“Masak empat tahun sekali erupsi, saya sudah tidak tahan lagi. Makanya saya bilang, dipindah saja gunungnya, biar aman,” katanya, dengan senyum yang menyembunyikan ketegangan akibat pengalaman bencana sebelumnya.

Celoteh polosnya berhasil menyentuh banyak warganet, karena menggabungkan humor dengan realitas yang menakutkan. Video ini pun menjadi simbol bagaimana masyarakat di sekitar Semeru menghadapi ancaman alam dengan keseharian yang penuh adaptasi, kepedulian, dan sedikit humor sebagai pelipur lara.

Kisah Gimah bukan sekadar viral media sosial, tapi juga menyoroti realitas mitigasi bencana, risiko vulkanik, dan upaya pemerintah serta TNI untuk melindungi warga. Fenomena ini menunjukkan bahwa humor bisa menjadi cara efektif untuk menyuarakan keresahan, sekaligus mengingatkan kita pada pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bencana Alam erupsi TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Wajib Mampir! 5 Kuliner Legendaris dan Kekinian yang Jadi Buruan di Pasar Cihapit

Deretan Bansos Cair Oktober 2026: PKH, BPNT, Beras, hingga BSU Rp900 Ribu, Cek Daftarnya di Sini!

Harga Emas Antam Anjlok! Cek Harga 1 Gram hingga 1.000 Gram Hari Ini

7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!

Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu

Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Lagi Cari Tempat Liburan? Ini 10 Destinasi Wisata Paling Populer dan Instagramable di Bandung Barat

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.