Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya

Rabu, 12 Agustus 2026 16:33 WIB

Persib Geber Latihan di Bali, Danijel Loncar Siap Debut Bersama Maung Bandung

Rabu, 12 Agustus 2026 16:07 WIB

Gerhana Matahari Total Hari Ini Bikin Langit Gelap, Indonesia Bisa Melihat atau Tidak?

Rabu, 12 Agustus 2026 15:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya
  • Persib Geber Latihan di Bali, Danijel Loncar Siap Debut Bersama Maung Bandung
  • Gerhana Matahari Total Hari Ini Bikin Langit Gelap, Indonesia Bisa Melihat atau Tidak?
  • Gara-gara Tantang Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras, Rumah MC di Bekasi Digeruduk Warga
  • Bukan Pindad, Prabowo Bakal Resmikan Motor Listrik Nasional Buatan Anak Bangsa Besok?
  • Lansia 88 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Ditarik Hingga Tersungkur
  • Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!
  • Jadwal PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026: Bentrok Juara, Tanpa Perpanjangan Waktu!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Emak-emak Ini Minta Gunung Semeru Dipindahkan: Celoteh Lucu yang Menyimpan Keresahan Warga

By Aga GustianaKamis, 15 Januari 2026 13:25 WIB5 Mins Read
Gimah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Media sosial kembali dihebohkan oleh video seorang emak-emak asal Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bernama Gimah, yang melontarkan permintaan unik agar Gunung Semeru dipindahkan demi keselamatan warga. Video yang diunggah oleh akun TikTok @tni_in_action ini telah menjadi viral, ditonton lebih dari 1,7 juta kali dan dibagikan 31 ribu kali hingga Senin (12/1/2025).

Dalam video berdurasi singkat itu, Gimah menyampaikan keluhannya dengan nada polos namun jenaka. Celotehnya berhasil mengundang tawa sekaligus simpati warganet karena menyentuh pengalaman nyata warga yang tinggal di sekitar lereng Gunung Semeru.

“Coba dipindah sama bapak itu gunung dipindah ke mana gitu. Biar saya aman di sini. Masak empat tahun sekali erupsi,” ujarnya dengan nada bercanda.

Tak hanya menyampaikan keinginannya yang terdengar mustahil, Gimah juga menyinggung peran pemerintah daerah. Ia menyebut nama Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, berharap pihak berwenang bisa mencari solusi agar aktivitas kawah Semeru bisa dikendalikan.

“Coba tanya Bu Indah itu bisa enggak ditutup gunungnya. Se-Indonesia saja dibawa semennya ke sini, enggak ada separuhnya,” katanya, disertai senyum ringan.

Walaupun terdengar jenaka, celoteh emak-emak ini menyingkap keresahan yang nyata. Gimah menceritakan bagaimana pengalaman menghadapi erupsi Semeru meninggalkan bekas mendalam dalam kehidupannya. Debu vulkanik yang menebal dan panas yang mencekam membuat warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.

Sehari-hari, Gimah dan suaminya tinggal di Dusun Gemukmas, Desa Supiturang, yang termasuk wilayah terdampak erupsi Semeru pada 19 November 2025. Beruntung, rumahnya tidak mengalami kerusakan berat.

“Alhamdulillah rumah enggak ada yang rusak, cuma bagian depan saja. Waktu itu hujan, mendung, saya tidak menyangka. Sudah ini langsung masuk rumah,” tuturnya.

Upaya Mitigasi di Lereng Semeru

Di sisi lain, aparat TNI dari Korem 083 Baladhika Jaya aktif melakukan berbagai upaya mitigasi di aliran lahar Gunung Semeru, khususnya di Desa Supiturang. Peltu Suwandi, personel Penerangan Korem, menjelaskan bahwa mereka tengah membangun tanggul dengan menggunakan alat berat, untuk mengantisipasi erupsi susulan.

“Kami berada di lokasi aliran erupsi Semeru. Alat-alat berat yang ada di belakang ini digunakan untuk membuat tanggul. Harapannya, jika terjadi erupsi susulan, material tidak meluber ke daerah terdampak Desa Supiturang,” jelasnya.

Upaya mitigasi ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko bencana sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di lereng Semeru.

Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada pada Level III atau Siaga masih tinggi. Awan panas guguran terus terjadi, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sekitar 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan.

“Hal itu ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan,” kata Lana.

Berdasarkan pemantauan, pada Rabu (14/1/2026), teramati dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur serupa. Selama periode 7–14 Januari 2026, awan panas guguran beberapa kali teramati, disertai aktivitas guguran material.

Aktivitas kegempaan Semeru didominasi oleh gempa letusan, gempa guguran, gempa embusan, dan tremor harmonik. Menurut Lana, gempa-gempa ini menandakan adanya suplai magma dari bawah permukaan Gunung Semeru, bersamaan dengan pelepasan material melalui letusan dan hembusan.

“Parameter variasi kecepatan seismik (dv/v) berfluktuasi dengan nilai simpangan yang besar, menandakan sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi, tetapi masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan,” jelasnya.

Pemantauan deformasi juga menunjukkan pola relatif stabil, sehingga tidak terjadi peningkatan tekanan signifikan di dalam tubuh gunung. Namun, tingkat aktivitas tetap Level III (Siaga) dengan rekomendasi agar masyarakat, pengunjung, dan pendaki tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari Kawah Jonggring Seloko.

Waspada di Sektor Tenggara

Masyarakat diimbau untuk tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak, yang bisa meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sungai atau lembah yang berhulu dari puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat pada Kamis pukul 06.00–12.00 WIB, aktivitas masih didominasi oleh gempa letusan/erupsi sebanyak 35 kali, satu kali gempa guguran, satu kali gempa embusan, dan satu kali gempa vulkanik dalam.

Celoteh Emak-emak yang Menyimpan Makna

Di balik kelucuan permintaan unik Gimah agar gunung dipindahkan, tersimpan kepedulian mendalam terhadap keselamatan warga. Video viral ini menjadi pengingat bahwa masyarakat yang tinggal di kaki gunung hidup dengan risiko nyata, bukan sekadar hiburan.

Gimah sendiri menegaskan, walaupun ia berseloroh, keresahan warga terhadap ancaman Semeru adalah nyata. Dengan pengalaman menghadapi debu vulkanik dan lahar dingin, setiap kali awan panas muncul, warga harus bersiap mengungsi.

“Masak empat tahun sekali erupsi, saya sudah tidak tahan lagi. Makanya saya bilang, dipindah saja gunungnya, biar aman,” katanya, dengan senyum yang menyembunyikan ketegangan akibat pengalaman bencana sebelumnya.

Celoteh polosnya berhasil menyentuh banyak warganet, karena menggabungkan humor dengan realitas yang menakutkan. Video ini pun menjadi simbol bagaimana masyarakat di sekitar Semeru menghadapi ancaman alam dengan keseharian yang penuh adaptasi, kepedulian, dan sedikit humor sebagai pelipur lara.

Kisah Gimah bukan sekadar viral media sosial, tapi juga menyoroti realitas mitigasi bencana, risiko vulkanik, dan upaya pemerintah serta TNI untuk melindungi warga. Fenomena ini menunjukkan bahwa humor bisa menjadi cara efektif untuk menyuarakan keresahan, sekaligus mengingatkan kita pada pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bencana Alam Emak-emak Viral erupsi Gunung Semeru Lahar Lumajang Mitigasi Semeru TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!

Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram

zodiak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil

Garena Free Fire

Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya

Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.