Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Borong Hadiah Gratis! Intip Bocoran Kode Redeem FF 1 Mei 2026: Ada Skin Eksklusif dan Diamond Menanti

Jumat, 1 Mei 2026 01:00 WIB

Video Viral Bandar Batang Bergetar Terungkap! Pemeran Dijanjikan Rp250 Juta

Kamis, 30 April 2026 21:28 WIB

Mental Juara! Persib Bandung Ngamuk, Comeback Fantastis Bungkam Bhayangkara FC 4-2

Kamis, 30 April 2026 21:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Borong Hadiah Gratis! Intip Bocoran Kode Redeem FF 1 Mei 2026: Ada Skin Eksklusif dan Diamond Menanti
  • Video Viral Bandar Batang Bergetar Terungkap! Pemeran Dijanjikan Rp250 Juta
  • Mental Juara! Persib Bandung Ngamuk, Comeback Fantastis Bungkam Bhayangkara FC 4-2
  • Eksodus Bintang Persib Dimulai? Alfeandra Dewangga Dirumorkan Merapat ke Bali United Musim Depan
  • Awas Jebakan! Link Video Viral Tasya Gym Bandar Batang Ternyata Pintu Masuk Hacker?
  • ASN Wajib Tahu! Salah Terima Gaji ke-13 Bisa Jadi Utang Negara
  • Tinggal 30 Langkah Lagi! Cristiano Ronaldo Menuju Rekor 1.000 Gol Dunia
  • Link Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Diburu, Ternyata Banyak yang Palsu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 1 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dahsyatnya Banjir Bandang Cisolok Sukabumi: Sungai Mengamuk, Kampung Luluh Lantak

By Aga GustianaSelasa, 28 Oktober 2025 17:20 WIB5 Mins Read
Banjir bandang Cisolok Sukabumi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hujan deras yang mengguyur sejak Senin siang (27/10/2025) mengubah ketenangan Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi lautan air dan lumpur. Sungai Cisolok, yang biasanya mengalir tenang di antara perkampungan dan persawahan, tiba-tiba mengamuk. Dalam hitungan menit, air cokelat pekat meluap, menyeret batang pohon, perabot rumah tangga, bahkan sebagian dinding rumah warga.

“Hari ini kami di wilayah Cisolok, terutama di Kampung Tugu Desa Cikahuripan, telah terjadi musibah banjir bandang akibat luapan Sungai Cisolok. Beberapa tahun lalu hal ini juga pernah terjadi dan hari ini terulang kembali. Sungguh luar biasa kondisi arus dan intensitas airnya cukup tinggi,” ujar Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, dengan nada berat.

Kampung Tugu menjadi saksi betapa dahsyatnya terjangan air itu. Rumah-rumah warga kini hanya menyisakan dinding yang retak, pintu dan jendela hilang terbawa arus. Lumpur tebal menutupi lantai, dan aroma anyir bercampur sisa lumpur masih menyengat hingga Selasa pagi.

Sungai yang Mengamuk

Banjir bandang terjadi setelah hujan mengguyur tanpa henti selama lebih dari empat jam. Sungai Cisolok meluap, menyerbu rumah-rumah di bantaran sungai, menghancurkan jembatan penghubung antar-desa, dan menenggelamkan ratusan rumah.

“Kondisi jembatan yang menghubungkan Desa Cisolok dan Desa Cikahuripan total terputus. Sementara untuk jembatan baru di jalur nasional masih aman,” kata Okih.

Putusnya jembatan ini membuat beberapa dusun terisolasi. Warga yang ingin menyeberang harus berjalan kaki memutar sejauh beberapa kilometer melalui jalan berlumpur.

Ribuan Warga Mengungsi

Menurut data BPBD Kabupaten Sukabumi, sebanyak 500 kepala keluarga atau sekitar 1.500 jiwa terdampak langsung banjir bandang di wilayah Kecamatan Cisolok. Sebagian besar kini mengungsi di SDN 1 Cisolok dan rumah kerabat mereka.

Baca Juga:  Mayday 2025, Buruh Jabar Desak Dedi Mulyadi Selesaikan 4 Masalah Krusial

“Sebagian warga mengungsi di rumah keluarga dan tetangga yang aman dari bencana, juga ada yang menempati sarana ibadah seperti masjid,” tambah Okih.

Dari laporan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Sukabumi, hingga Selasa (28/10/2025), tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan telah mendirikan posko dan dapur umum** di halaman Kantor Kecamatan Cisolok.

“Untuk data rumah rusak masih dalam pendataan. Saat ini tim gabungan sudah menyalurkan makanan siap saji dan selimut bagi warga terdampak,” tulis BPBD dalam keterangan resminya.

Cerita dari Balik Lumpur

Di antara tumpukan lumpur dan puing, Upen (63), seorang janda yang tinggal di Kampung Tugu, menatap kosong sisa-sisa rumahnya.

“Kemarin ibu lagi sendiri di rumah, tidak tahu tiba-tiba ada air masuk ke dalam. Ibu mau nolong, mau menyelamatkan barang tidak bisa,” tuturnya lirih.

Ia kehilangan hampir segalanya. “Rumah hancur, semuanya juga hancur. Baju, perabot, gas, semua tidak ada,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Di gang sempit tak jauh dari rumah Upen, warga bergotong royong membersihkan rumah. Mereka menggunakan ember, sekop, dan sapu lidi untuk mengangkut lumpur yang menempel di dinding. Anak-anak membantu memunguti barang-barang kecil yang masih bisa diselamatkan.

“Airnya tinggi sekali, lebih dari pinggang. Barang-barang hanyut semua. Kami tidak sempat menyelamatkan apa-apa, cuma pakaian di badan,” ujar Rohman (45), warga lainnya.

Deretan Desa yang Terpukul

Selain di Desa Cikahuripan, banjir juga melanda Kampung Cigoler, Desa Cisolok, serta Desa Karangpapak. Di Cigoler, warga terpaksa mengungsi ke rumah keluarga. Di Karangpapak, tiga rumah rusak berat dan lima lainnya terdampak akibat jebolnya saluran air.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Apresiasi Paguyuban Asep Dunia yang Aktif Tebar Kebermanfaatan di Masyarakat

Sementara di Desa Wangunsari, bencana tak hanya berupa banjir—tetapi juga longsor yang menggerus rumah warga. “Untuk di Desa Wangunsari, ada lima rumah tergerus longsoran dan rusak berat. Korban jiwa nihil,” jelas Camat Okih.

Longsor juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Cikakak dan Kecamatan Sukabumi. Di Cikakak, tanah longsor menimpa tiga rumah di Kampung Cengkuk, Desa Margalaksana. Sementara di Sukabumi, jalan desa di Kampung Panjalu, Desa Parungseah, rusak akibat tergerus air hujan.

PMI dan Relawan Bergerak Cepat

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi sejak Senin malam sudah menurunkan tim untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan.

“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait untuk pemantauan kondisi lapangan serta penanganan warga terdampak,” kata Aril Solehudin, Humas PMI Kabupaten Sukabumi.

PMI mencatat, setidaknya ada enam lokasi terdampak banjir dan longsor di wilayah Cisolok: Kampung Tugu (Cikahuripan), Kampung Marinjung (Karangpapak), Kampung Cigoler (Cisolok), Kampung Cikodang (Wangunsari), Kampung Cikondang (Karangpapak), dan Kampung Cikelat.

“Kami sudah mendirikan tenda darurat dan menyalurkan paket bantuan untuk warga yang kehilangan tempat tinggal,” ujar Aril.

BNPB juga melaporkan kerusakan parah di 17 rumah dan satu akses jalan desa akibat longsor di beberapa titik. “Kerusakan masih dalam pendataan, tapi fokus kami sekarang memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan jalur evakuasi aman,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB.

Baca Juga:  Empowering Enterpreneur West Java 2023 Upaya Tingkatkan Kapabilitas Kewirausahaan Pemuda

Luka Lama yang Terulang

Bagi warga Cisolok, bencana ini bukan yang pertama. Beberapa tahun lalu, banjir serupa juga menimpa Kampung Tugu. Namun, kali ini intensitasnya jauh lebih parah.

“Dulu air cuma sampai halaman, sekarang sampai atap. Kami takut, tapi mau bagaimana lagi. Ini sudah takdir,” tutur Rohmah (38) sambil menjemur pakaian yang baru ia bersihkan dari lumpur.

Sejumlah warga berharap pemerintah memperkuat tanggul Sungai Cisolok yang kini rusak berat. Mereka juga meminta sistem peringatan dini banjir diperkuat agar masyarakat punya waktu untuk menyelamatkan diri.

“Kalau bisa dipasang sirine atau sensor di hulu sungai, supaya kami tahu kalau air sedang naik. Jangan sampai begini terus,” kata tokoh warga, Dede Sudrajat.

Harapan Setelah Air Surut

Selasa pagi, genangan mulai surut. Namun sisa-sisa bencana masih nyata: lumpur setebal 20 sentimeter menutupi jalan, tumpukan puing berserakan, dan aroma anyir menyelimuti udara. Anak-anak bermain di sisa genangan, sementara para ibu menjemur pakaian yang berhasil diselamatkan.

Di posko darurat, relawan sibuk membagikan makanan, selimut, dan air mineral. Di tengah kelelahan, warga masih sempat saling menguatkan.

“Yang penting semua selamat. Harta bisa dicari lagi,” kata Upen, menatap langit yang mulai cerah.

Meski air telah surut, ketakutan masih mengendap. Sungai Cisolok kini seolah menjadi pengingat betapa dahsyatnya alam ketika amarahnya datang tiba-tiba.

Banjir bandang Cisolok bukan sekadar musibah alam. Ia adalah peringatan keras—bahwa di balik derasnya hujan, ada rapuhnya kesiapan manusia menghadapi bencana.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir bandang Bencana Alam BPBD Cisolok evakuasi jawa barat longsor PMI Sukabumi Sungai Cisolok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ASN

ASN Wajib Tahu! Salah Terima Gaji ke-13 Bisa Jadi Utang Negara

Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP

Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap

Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.