Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung

Senin, 16 Maret 2026 15:51 WIB
Video Viral Ukhti Mukena Pink

Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya

Senin, 16 Maret 2026 15:14 WIB
kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Senin, 16 Maret 2026 15:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung
  • Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih
  • Kejutan Besar! Raline Shah Jadi Milea di Film Dilan ITB 1997, Adu Peran dengan Ariel NOAH
  • Tragedi di Pasar Soreang! Atap Blok 3 Runtuh Timpa Kios, Satu Orang Tewas
  • Guncang Pertahanan Israel, Iran Terjunkan Rudal Sejjil dalam Operasi Balasan Masif
  • Persib Tinggal 9 Laga Lagi! Duel Lawan Persija Jadi Penentu Gelar Juara
  • Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sukabumi Dilanda 81 Bencana Sepanjang Mei 2025, Didominasi Angin Kencang dan Longsor

By Aga GustianaSelasa, 3 Juni 2025 08:39 WIB2 Mins Read
Ilustrasi angin kencang. Foto: Istockphoto
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah bencana alam sepanjang Mei 2025. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tercatat 81 kejadian bencana dalam kurun waktu satu bulan, tersebar di 26 kecamatan.

Angin Kencang dan Longsor Dominasi Kejadian

Jenis bencana yang paling dominan adalah angin kencang, yang terjadi sebanyak 52 kali. Diikuti oleh tanah longsor dengan 25 kejadian, serta tiga kasus banjir.

“Selama bulan Mei 2025, kami mencatat sebanyak 81 kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi yang tersebar di 26 kecamatan. Jenis bencana yang paling mendominasi adalah angin kencang dengan 52 kejadian, disusul oleh tanah longsor sebanyak 25 kejadian dan banjir 3 kejadian,” ujar Agung Koswara Adiwiguna, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi, Senin (2/6/2025).

Baca Juga:  13 Bangunan Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Soreang, 3 Warga Luka-Luka

Dampak terhadap Warga dan Infrastruktur

Sebanyak 434 kepala keluarga atau sekitar 911 jiwa terdampak langsung. Empat keluarga atau 14 jiwa harus mengungsi sementara, dan 14 keluarga lainnya berada dalam kondisi terancam.

“Alhamdulillah tidak ada korban meninggal dunia atau luka-luka dalam peristiwa-peristiwa ini. Tapi kewaspadaan tetap kami tingkatkan mengingat sebagian wilayah masih berpotensi mengalami bencana lanjutan,” tambah Agung.

Kerusakan fisik cukup masif, terutama terhadap rumah warga. BPBD mencatat 445 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 310 rusak ringan, 112 rusak sedang, dan 23 rusak berat.

Baca Juga:  Restoran ala Jepang di Sukabumi Ini Cocok untuk Isi Liburan Imlek 2024

Selain itu, 27 fasilitas umum turut terdampak, termasuk dua saluran air, dua rumah ibadah, tiga sarana pendidikan, tiga fasilitas kesehatan, tujuh tembok penahan tanah (TPT), dan sepuluh titik akses jalan.

Wilayah Paling Rawan: Utara Sukabumi

Wilayah utara Kabupaten Sukabumi menjadi kawasan paling rawan. Kecamatan Cicurug, Parungkuda, dan Cibadak tercatat sebagai lokasi dengan frekuensi bencana tertinggi, masing-masing mengalami lebih dari 10 kejadian sepanjang Mei.

Peta sebaran bencana yang dirilis BPBD menandai daerah-daerah tersebut dengan warna merah, menandakan status kewaspadaan tinggi.

Imbauan dan Langkah Pencegahan

BPBD terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada masa pancaroba. Edukasi publik dan pemantauan kondisi lingkungan menjadi kunci pencegahan.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sukabumi

“Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci penting. Kami juga terus memperkuat sistem peringatan dini dan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat respons,” ujar Agung.

Langkah mitigasi terus dikembangkan, termasuk pemasangan alat pendeteksi dini dan pelatihan kebencanaan bagi relawan di tingkat desa.

Dengan jumlah kejadian yang tinggi hanya dalam waktu sebulan, Kabupaten Sukabumi menghadapi tantangan besar dalam penanganan bencana. Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga penanggulangan bencana menjadi sangat penting.

Peningkatan kesiapsiagaan dan edukasi publik diharapkan dapat mengurangi dampak dan risiko pada kejadian-kejadian bencana di masa mendatang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bencana BPBD longsor Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung

kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Tragedi di Pasar Soreang! Atap Blok 3 Runtuh Timpa Kios, Satu Orang Tewas

Guncang Pertahanan Israel, Iran Terjunkan Rudal Sejjil dalam Operasi Balasan Masif

Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri

Mudik 2026 Makin Nyaman! Ini Daftar Rest Area Tol Jawa Barat dengan Fasilitas Lengkap

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.