ADVERTISEMENT
bukamata.id – Keluar dari pintu kereta di Stasiun Bogor, kamu tidak hanya disambut oleh udara kota hujan yang khas, tapi juga aroma sedap yang menggoda dari berbagai penjuru. Kawasan tersibuk di Jabodetabek ini ternyata menyimpan “harta karun” rasa yang legendaris hingga kekinian.
Bagi kamu yang baru mendarat di Bogor atau sedang transit, jangan buru-buru pulang. Simpan gadget-mu sejenak dan siapkan perut untuk menjelajahi deretan kuliner ciamik berikut ini!
Legenda Lokal yang Wajib Masuk List
- Toge Goreng H. Gebro (Sejak 1943): Bukan digoreng dalam minyak, melainkan direbus di atas nampan tembaga. Ini adalah potret sejarah Bogor dalam sepiring hidangan. Paduan toge segar, mi kuning, dan siraman bumbu tauco-oncomnya menciptakan rasa gurih-manis yang unik. Cukup ke Pasar Anyar, kamu bisa menikmati seporsi sejarah mulai Rp16 ribuan.
- Soto Daging Mang Bonin: Bersembunyi di Jalan Semboja, soto ini adalah definisi “hidden gem” sesungguhnya. Potongan daging sapinya lumer di mulut, ditemani risoles garing yang direndam dalam kuah bening segar. Sejak 1987, antreannya tidak pernah sepi—bukti nyata kelezatannya.
- Kupat Tahu 405 Doclang: Belum ke Bogor kalau belum coba Doclang. Di Jembatan Merah, tempat ini menyajikan ketupat berbalut daun patat yang disiram saus kacang kental bin legit. Harganya sangat merakyat, mulai dari Rp10 ribuan saja!
- Mie Kocok Mawar: Lupakan diet sejenak saat melihat kuah kaldu kental bin berlemak di sini. Kikilnya empuk luar biasa, berpadu sempurna dengan mi kuning dan bakso. Hanya 4 menit dari stasiun, ini adalah comfort food terbaik saat cuaca Bogor sedang mendung.
Penyelamat Perut Saat Lapar Melanda
- Mie Ayam Bakso Gang Ambi: Tersembunyi di gang sempit dekat Jalan Merdeka, mi ayam ini adalah primadona para komuter. Porsinya bar-bar dengan harga mulai Rp15 ribuan. Tekstur minya kenyal dengan topping ayam yang melimpah.
- Ayam Cipo Gunung Batu: Siapkan tanganmu untuk “berperang” dengan gunungan lalapan segar dan sambal pedas nendang. Ayam goreng bumbu kuningnya meresap sampai ke tulang. Jaraknya hanya 10 menit dari stasiun, sangat layak untuk dikunjungi bareng teman.
- Mie Ayam Bakso Apollo: Legenda di kawasan Jembatan Merah. Dari mi ayam pangsit hingga kwetiau, semuanya punya cita rasa klasik yang konsisten. Cocok buat kamu yang mengejar waktu karena pelayanannya yang cukup sat-set.
- Ayam Goreng Fatmawati: Ingin suasana makan yang lebih formal tapi tetap tradisional? Melipir ke Hotel Salak. Ayam kremes dan sambal ijonya adalah juara. Lokasinya sangat premium namun harganya tetap bersahabat di kantong.
Kuliner Malam & Spot Nongkrong Estetik
- Bubur Ayam Pak Kumis: Lapar tengah malam? Tenang. Di Pasar Devris, bubur legendaris ini baru mulai “beraksi” jam 9 malam. Hangatnya bubur dengan sate-satean akan menutup malammu di Bogor dengan sempurna.
- Gumati (Suasana Sunda Autentik): Mencari ketenangan di tengah hiruk pikuk? Di Jalan Paledang, Gumati menawarkan nasi liwet dan pepes peda dengan bonus udara sejuk. Tempatnya sangat luas, pas untuk makan besar keluarga.
- Soto Mie “Agih”: Bagi pemburu kualitas premium, bergeserlah sedikit ke Jalan Suryakencana. Soto mi di sini punya topping yang sangat royal dan kuah yang lebih “bold”. Meski harganya di angka Rp50 ribuan, setiap suapannya sangat sepadan.
- Kedai Kita: Ingin sensasi modern? Pizza Kayu Bakar di sini adalah primadona. Wangi smoky dari pembakaran kayu berpadu dengan keju molor yang melimpah. Spot paling pas untuk dinner romantis sebelum kembali ke ibu kota.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










