bukamata.id – Ketegangan internal di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat memuncak setelah Wakil Gubernur Erwan Setiawan melontarkan kritik tajam terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman. Erwan menilai Herman telah melangkahi batas kewenangan seorang sekda.
“Sudah di luar batas. Ini jelas melebihi tugas yang seharusnya,” ujar Erwan kepada awak media di Gedung Sate, Senin (30/6/2025).
Erwan menyebut peran Sekda semestinya terfokus pada koordinasi kerja birokrasi dari dalam kantor, bukan terjun langsung ke lapangan yang merupakan ranah gubernur dan wakil gubernur. Ia juga mengungkapkan dirinya tak pernah dilibatkan dalam sejumlah kegiatan penting, termasuk pelantikan pejabat struktural.
Bahkan, Erwan menyinggung kedekatan masa lalu mereka, saat Herman meminta bantuannya agar bisa menjadi Sekda Kabupaten Sumedang.
“Waktu dia mau jadi Sekda Sumedang, dia memelas tengah malam ke rumah saya. Saya tiga kali lobi bupati untuk terima dia,” ujar Erwan.
Pernyataan itu memperkeruh situasi, terutama setelah Erwan membantah klaim Herman bahwa mereka rutin berkomunikasi. “Demi Allah, sampai sekarang tidak pernah ada komunikasi,” katanya tegas.
Siapa Herman Suryatman? Ini Profil Lengkapnya
Di tengah sorotan publik, nama Herman Suryatman semakin mencuat. Pria kelahiran Sumedang, 11 November 1970, ini memiliki rekam jejak panjang di dunia birokrasi dan sempat pula menjalani karier di bidang militer.
Herman menyelesaikan pendidikan dasar hingga SMA di Situraja, Sumedang, lalu melanjutkan ke Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan lulus pada 1992. Ia kemudian meraih gelar Magister Ilmu Pemerintahan dari Universitas Padjadjaran pada 2003.
Kariernya dimulai dari dunia militer. Herman pernah menjadi perwira intelijen di lingkungan Kodam IX/Udayana, Bali, sebelum beralih ke pemerintahan sebagai Lurah Cipameungpeuk pada 1995. Sejak saat itu, ia menapaki berbagai jabatan penting, mulai dari camat hingga kepala dinas di Kabupaten Sumedang.
Namanya kian dikenal luas ketika dipercaya menjabat sebagai Sekda Kabupaten Sumedang pada 2019. Puncaknya, pada September 2023, ia ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Bupati Sumedang menggantikan Dony Ahmad Munir dan Erwan Setiawan.
Sebagai Pj Bupati, Herman dikenal aktif dan responsif, bahkan kerap turun langsung ke lapangan ketika terjadi bencana, tak peduli waktu. Gaya kerjanya yang enerjik ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Sebelumnya, Herman juga sempat berkiprah di tingkat nasional. Ia menduduki posisi strategis di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, termasuk sebagai Kepala Biro Hukum dan Sekretaris Deputi SDM Aparatur.
Dekat dengan Gubernur, Diterpa Isu Politik
Herman dikenal memiliki hubungan kerja yang erat dengan Gubernur Jawa Barat saat ini, Dedi Mulyadi. Keduanya disebut memiliki chemistry kuat dalam mengelola pemerintahan, yang membuat Herman dijuluki “tangan kanan” gubernur.
Namun kedekatan itu juga memunculkan spekulasi ketegangan antara Herman dan wakil gubernur, terutama menyangkut kewenangan dan komunikasi internal.
Di luar dinamika politik, Herman juga aktif dalam pelatihan dan pendidikan kepemimpinan. Ia tercatat pernah mengikuti kursus internasional “Saemaul Training for Foreign Leaders” di Korea Selatan pada 2010, serta telah menerima lebih dari 10 penghargaan dari pemerintah daerah maupun pusat atas kontribusinya di bidang birokrasi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










