bukamata.id – Ambisi besar tengah menyelimuti perjalanan Persib Bandung di kompetisi Super League musim 2025/2026. Setelah berhasil meraih gelar juara dalam dua musim terakhir, tim berjuluk Maung Bandung kini bertekad mencetak sejarah baru dengan meraih hat-trick juara di kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia.
Perjalanan menuju target tersebut memang masih panjang dan penuh tantangan. Namun, semangat untuk mempertahankan dominasi tetap menyala di dalam skuad Persib.
Hingga memasuki pekan ke-23, Persib Bandung berhasil mengoleksi 54 poin dan masih bertengger di puncak klasemen sementara. Catatan ini membuat peluang Maung Bandung untuk kembali mengangkat trofi tetap terbuka lebar, meski tekanan dari tim pesaing terus membayangi.
Persib Bandung Berpeluang Cetak Sejarah Baru
Di bawah arahan pelatih Bojan Hodak, Persib tampil cukup konsisten sepanjang musim. Stabilitas performa menjadi salah satu kunci yang membuat tim asal Kota Bandung tersebut mampu mempertahankan posisi di papan atas klasemen.
Manajemen Persib pun tidak menutupi ambisi besar mereka untuk kembali menjadi juara.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengungkapkan bahwa harapan untuk meraih hat-trick gelar juara bukan hanya datang dari manajemen dan pemain, tetapi juga dari seluruh masyarakat Bandung, terutama para pendukung setia Persib.
Menurutnya, doa dan dukungan dari Bobotoh menjadi kekuatan besar bagi tim dalam menghadapi sisa pertandingan musim ini.
“Saya cuma bisa berdoa sajalah. Semoga bisa hat-trick,” ujar Adhitia.
Persib Fokus pada Hal yang Bisa Dikontrol
Meski peluang menjadi juara masih terbuka, Adhitia menegaskan bahwa Persib tidak ingin terlalu memikirkan hasil pertandingan tim pesaing. Baginya, kunci utama meraih gelar juara adalah fokus pada performa tim sendiri.
Ia menekankan bahwa Persib hanya akan mengontrol hal-hal yang berada dalam kendali mereka, seperti persiapan tim, strategi pertandingan, hingga konsistensi permainan.
“Kita selalu menganggap bahwa semuanya adalah begini. Kontrol apa yang bisa kita kontrol. Yang tidak bisa kita kontrol, kita serahkan kepada Yang di atas,” jelasnya.
Pendekatan tersebut menjadi filosofi penting bagi Persib dalam menjalani kompetisi yang panjang dan penuh tekanan.
Persaingan Ketat dengan Persija dan Borneo
Meski memimpin klasemen, Persib Bandung tidak bisa merasa aman. Beberapa klub besar terus memberikan tekanan dalam perebutan gelar juara musim ini.
Dua tim yang disebut menjadi pesaing kuat adalah Persija Jakarta dan Borneo FC Samarinda. Kedua tim tersebut menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang musim.
Adhitia bahkan mengakui kualitas permainan yang ditunjukkan para pesaing Persib.
Ia menilai Borneo dan Persija tampil sangat baik dengan gaya permainan yang semakin berkembang. Persija, misalnya, dinilai mampu memainkan sepak bola menyerang yang menarik untuk disaksikan.
“Saya juga melihat Borneo dan Persija luar biasa. Mereka berubah banyak. Persija juga memainkan sepak bola yang bagus, attacking football dan segala macam,” katanya.
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa persaingan di papan atas liga musim ini benar-benar ketat.
Harapan Bobotoh untuk Gelar Ketiga Beruntun
Dengan sisa pertandingan yang masih harus dilalui, fokus utama Persib saat ini adalah menjaga konsistensi permainan dan menghindari kesalahan di pekan-pekan krusial.
Adhitia berharap Maung Bandung tidak terpeleset dalam pertandingan-pertandingan penting menjelang akhir musim.
Dukungan dari Bobotoh juga diyakini akan menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi pemain. Atmosfer dukungan suporter di Kota Bandung selama ini dikenal sebagai salah satu yang paling kuat di sepak bola Indonesia.
Jika Persib mampu menjaga performa hingga akhir musim, bukan tidak mungkin klub kebanggaan Jawa Barat tersebut akan mencatatkan sejarah baru dengan meraih tiga gelar juara liga secara beruntun.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










