Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tembus Semifinal Piala Presiden 2026, Pelatih Persib Puji Mental Pemain Muda dan Singgung Jadwal Padat

Rabu, 29 Juli 2026 09:18 WIB

Mau Beli Emas Hari Ini? Simak Daftar Harga Perhiasan Terbaru 29 Juli 2026 Sebelum Naik Lagi

Rabu, 29 Juli 2026 09:06 WIB

Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal

Rabu, 29 Juli 2026 08:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tembus Semifinal Piala Presiden 2026, Pelatih Persib Puji Mental Pemain Muda dan Singgung Jadwal Padat
  • Mau Beli Emas Hari Ini? Simak Daftar Harga Perhiasan Terbaru 29 Juli 2026 Sebelum Naik Lagi
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus
  • 3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima
  • Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan
  • Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 29 Juli 2026: Manfaatkan Fitur Resmi Tanpa Aplikasi Penghasil Uang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 29 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

H-3 Lebaran Jadi Puncak Arus Mudik, 8,9 Juta Warga Jabar Diperkirakan Berangkat

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 10 Maret 2026 21:14 WIB2 Mins Read
Pemudik. (Foto: Humas Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Puncak arus mudik Idulfitri 2026 di Jawa Barat diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran atau Rabu (18/3/2026). Pada periode tersebut, sekitar 8,9 juta warga Jawa Barat diprediksi akan melakukan perjalanan menuju kampung halaman.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan sebagian besar pemudik diperkirakan memilih berangkat setelah sahur hingga menjelang siang. “Pemudik biasanya berangkat setelah sahur sekitar pukul 04.00 sampai 10.00,” ujar Dhani, Senin (9/3/2026).

Pada rentang waktu tersebut, jumlah pemudik yang melakukan perjalanan diperkirakan mencapai sekitar 21,68 juta jiwa. Karena itu, masyarakat diimbau bijak dalam memilih waktu keberangkatan agar tidak terjebak kemacetan.

Menurut Dhani, jumlah pemudik cenderung lebih sedikit pada pukul 00.00 hingga 04.00 dan kembali menurun pada pukul 11.00 sampai 23.00. Waktu-waktu tersebut dinilai relatif lebih longgar dibandingkan periode setelah sahur.

Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada dua periode, yakni H+2 Idulfitri atau Selasa (24/3/2026) dan H+6 Idulfitri atau Sabtu (28/3/2026).

Pada H+2 Lebaran, jumlah warga yang kembali ke tempat domisili diperkirakan mencapai 4,12 juta jiwa. Sedangkan pada H+6 Idulfitri diprediksi sekitar 3,9 juta jiwa. “Waktu kepulangan pemudik diperkirakan terjadi setelah subuh hingga menjelang siang, sekitar pukul 05.00 sampai 10.00,” kata Dhani.

Secara keseluruhan, jumlah warga yang kembali ke tempat domisili pada periode arus balik tersebut diperkirakan mencapai 19,34 juta jiwa. Sementara jumlah pemudik paling sedikit diperkirakan terjadi pada pukul 23.00 hingga 00.00.

Dari sisi jalur perjalanan, sebanyak 14,18 juta pemudik diperkirakan akan melintas di jalur Tol Trans Jawa, khususnya ruas Jakarta–Cikampek–Cipali–Palikanci.

Selain itu, jalur selatan yang melintasi Bandung–Cileunyi–Nagreg–Limbangan–Malangbong–Tasikmalaya–Ciamis–Banjar juga diperkirakan padat dengan jumlah pemudik sekitar 2,9 juta jiwa.

Jalur Tol Cikampek–Cipularang–Padaleunyi juga diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan dengan jumlah pemudik sekitar 1,96 juta jiwa.

“Sebagian besar pemudik akan menggunakan mobil pribadi dengan jumlah sekitar 16,75 juta jiwa,” ujar Dhani.

Secara keseluruhan, sekitar 25,6 juta warga Jawa Barat diperkirakan akan melakukan perjalanan pada periode Idulfitri 2026. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Garut menjadi daerah tujuan terbanyak dengan perkiraan kunjungan mencapai 2,94 juta jiwa.

Dhani menjelaskan, dari total 25,6 juta warga yang melakukan perjalanan, mayoritas atau sekitar 24,86 juta jiwa (96,73 persen) melakukan perjalanan untuk mudik. Sementara sekitar 0,5 juta jiwa (1,9 persen) melakukan perjalanan wisata.

Sisanya sekitar 0,29 juta jiwa (1,18 persen) melakukan perjalanan untuk silaturahmi tanpa pulang kampung, sekitar 0,01 juta jiwa (0,023 persen) untuk bekerja, dan sekitar 0,05 juta jiwa (0,18 persen) untuk keperluan lainnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

2026 jawa barat Lebaran mudik pemudik
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP

Begal

10 Hari Diburu Polisi, Begal Sadis Majalaya Akhirnya Tertangkap Usai Lukai Buruh Pabrik

Harga Bahan Pokok di Bandung Terpantau Stabil, Komoditas Cabai Kompak Turun

Heboh! Layar Videotron Publik Tiba-tiba Putar Konten Tak Senonoh

Fakta di Balik Video Viral Bendera Setengah Tiang di Tasikmalaya Jelang HUT RI

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.