Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?

Kamis, 30 April 2026 02:00 WIB

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Rabu, 29 April 2026 23:11 WIB

Terungkap! Ini Dugaan di Balik Video Viral ‘Bandar Bergetar’

Rabu, 29 April 2026 22:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?
  • Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral
  • Terungkap! Ini Dugaan di Balik Video Viral ‘Bandar Bergetar’
  • Laga Krusial! Persib Wajib Tundukkan Bhayangkara FC Demi Gelar Juara
  • Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya
  • Arsenal Siap Jual 5 Pemain Demi Datangkan Julian Alvarez
  • Marc Klok Pasang Target Gila! Persib Wajib Menang 5 Laga Tersisa
  • Heboh Video 15 Menit Tasya Gym, Netizen Ramai Cari Link Asli
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

H-3 Lebaran Jadi Puncak Arus Mudik, 8,9 Juta Warga Jabar Diperkirakan Berangkat

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 10 Maret 2026 21:14 WIB2 Mins Read
Pemudik. (Foto: Humas Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Puncak arus mudik Idulfitri 2026 di Jawa Barat diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran atau Rabu (18/3/2026). Pada periode tersebut, sekitar 8,9 juta warga Jawa Barat diprediksi akan melakukan perjalanan menuju kampung halaman.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan sebagian besar pemudik diperkirakan memilih berangkat setelah sahur hingga menjelang siang. “Pemudik biasanya berangkat setelah sahur sekitar pukul 04.00 sampai 10.00,” ujar Dhani, Senin (9/3/2026).

Pada rentang waktu tersebut, jumlah pemudik yang melakukan perjalanan diperkirakan mencapai sekitar 21,68 juta jiwa. Karena itu, masyarakat diimbau bijak dalam memilih waktu keberangkatan agar tidak terjebak kemacetan.

Menurut Dhani, jumlah pemudik cenderung lebih sedikit pada pukul 00.00 hingga 04.00 dan kembali menurun pada pukul 11.00 sampai 23.00. Waktu-waktu tersebut dinilai relatif lebih longgar dibandingkan periode setelah sahur.

Baca Juga:  Krisis Kemanusiaan di Cianjur? Perjuangan Ibu Lansia Rawat Suami dan Anak yang Lumpuh Sendirian

Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada dua periode, yakni H+2 Idulfitri atau Selasa (24/3/2026) dan H+6 Idulfitri atau Sabtu (28/3/2026).

Pada H+2 Lebaran, jumlah warga yang kembali ke tempat domisili diperkirakan mencapai 4,12 juta jiwa. Sedangkan pada H+6 Idulfitri diprediksi sekitar 3,9 juta jiwa. “Waktu kepulangan pemudik diperkirakan terjadi setelah subuh hingga menjelang siang, sekitar pukul 05.00 sampai 10.00,” kata Dhani.

Secara keseluruhan, jumlah warga yang kembali ke tempat domisili pada periode arus balik tersebut diperkirakan mencapai 19,34 juta jiwa. Sementara jumlah pemudik paling sedikit diperkirakan terjadi pada pukul 23.00 hingga 00.00.

Baca Juga:  Produksi Padi untuk Tekan Inflasi, Jabar Lakukan Panen Raya di Majalengka

Dari sisi jalur perjalanan, sebanyak 14,18 juta pemudik diperkirakan akan melintas di jalur Tol Trans Jawa, khususnya ruas Jakarta–Cikampek–Cipali–Palikanci.

Selain itu, jalur selatan yang melintasi Bandung–Cileunyi–Nagreg–Limbangan–Malangbong–Tasikmalaya–Ciamis–Banjar juga diperkirakan padat dengan jumlah pemudik sekitar 2,9 juta jiwa.

Jalur Tol Cikampek–Cipularang–Padaleunyi juga diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan dengan jumlah pemudik sekitar 1,96 juta jiwa.

“Sebagian besar pemudik akan menggunakan mobil pribadi dengan jumlah sekitar 16,75 juta jiwa,” ujar Dhani.

Baca Juga:  Kolaborasi di BDD 2025 Kunci Indonesia Cetak Developer Kualitas Dunia

Secara keseluruhan, sekitar 25,6 juta warga Jawa Barat diperkirakan akan melakukan perjalanan pada periode Idulfitri 2026. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Garut menjadi daerah tujuan terbanyak dengan perkiraan kunjungan mencapai 2,94 juta jiwa.

Dhani menjelaskan, dari total 25,6 juta warga yang melakukan perjalanan, mayoritas atau sekitar 24,86 juta jiwa (96,73 persen) melakukan perjalanan untuk mudik. Sementara sekitar 0,5 juta jiwa (1,9 persen) melakukan perjalanan wisata.

Sisanya sekitar 0,29 juta jiwa (1,18 persen) melakukan perjalanan untuk silaturahmi tanpa pulang kampung, sekitar 0,01 juta jiwa (0,023 persen) untuk bekerja, dan sekitar 0,05 juta jiwa (0,18 persen) untuk keperluan lainnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

2026 jawa barat Lebaran mudik pemudik
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Wanita di KBB Ditemukan Tewas Misterius, Polisi Kuatkan Dugaan Pembunuhan

Miris! Bocah Disabilitas di Bandung Barat Makan Rumput, Keluarga Ungkap Tak Pernah Sentuh Bansos

Intip Kemeriahan ‘Sehari di Giri Prianka’: Kolaborasi Strategis Podomoro Park Bandung dan BRI untuk Hunian Impian

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.