Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Atlet Kabupaten Bandung Dapat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan, KDS Bidik Juara Umum Porprov

Jumat, 9 Oktober 2026 15:32 WIB
Ilustrasi video syur

Poltekkes Bandung Bantah Pemeran Video Asusila Viral Mahasiswinya

Jumat, 9 Oktober 2026 15:23 WIB

Transformasi Mengagumkan Syahrini! Dari Diva Glamor Jadi Istri Paling Patuh

Jumat, 9 Oktober 2026 15:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Atlet Kabupaten Bandung Dapat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan, KDS Bidik Juara Umum Porprov
  • Poltekkes Bandung Bantah Pemeran Video Asusila Viral Mahasiswinya
  • Transformasi Mengagumkan Syahrini! Dari Diva Glamor Jadi Istri Paling Patuh
  • Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Total Hadiah Fantastis! Ajang Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 Resmi Dibuka, Simak Kategori Barunya
  • Ban Diduga Pecah, Mobil Hantam Tembok Bandung Zoo hingga Roboh!
  • Terungkap! Mantan Koki di Amerika Tanam Ganja di Rooftop Rumah di Bandung
  • Sampel Makanan Raib, Misteri Dugaan Keracunan Massal di Restoran 88 Seoul Bandung Belum Terpecahkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 9 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

The Great Asia Africa Lembang Suguhkan Wahana Baru Berbasis AI

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 8 September 2025 09:30 WIB2 Mins Read
The Great Asia Africa (TGAA) Lembang menghadirkan Museum Lotus, wahana sejarah berbasis AI. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tempat wisata The Great Asia Africa (TGAA) Lembang terus berbenah dengan menghadirkan beragam daya tarik baru.

Setelah dikenal dengan miniatur budaya dari berbagai negara, kini TGAA meluncurkan Museum Lorong Waktu Sejarah (Lotus) sebagai wahana terbaru berbasis Artificial Intelligence (AI).

Peresmian Museum Lotus digelar pada Minggu (7/9/2025) dengan menggandeng PT Curaweda Palagan Innotech. Kehadirannya menjadi terobosan pertama di Bandung yang menggabungkan edukasi sejarah dengan sentuhan teknologi digital modern.

Public Relation TGAA, Intania Setiati, menjelaskan Museum Lotus dipilih karena menyajikan pengalaman sejarah yang imersif.

Pengunjung diajak menyelami kembali peristiwa bersejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 yang menjadikan Bandung sebagai sorotan dunia.

“Di TGAA memang menampilkan ikon dari beberapa negara peserta KAA, mulai dari busana, adat, hingga makanan. Kehadiran Museum Lotus diharapkan memperkaya edukasi, terutama bagi pelajar, bahwa Bandung pernah menjadi tuan rumah diplomasi besar dunia,” kata Intania.

Museum Lotus menampilkan film pendek berdurasi tujuh menit yang diputar secara berkala di dalam ruang teater. Film tersebut memvisualisasikan kembali peristiwa KAA 1955 dengan narasi modern sehingga mudah dipahami lintas generasi.

Tidak hanya menonton film, pengunjung juga dapat menikmati fasilitas interaktif berbasis AI. Mulai dari AI generative painting, ruang tunggu dengan informasi sejarah digital, hingga berfoto bersama avatar tokoh KAA yang dihadirkan secara virtual.

Menurut Intania, keberadaan wahana ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga dorongan untuk meningkatkan minat literasi sejarah di kalangan masyarakat.

“Suguhan sejarah dengan teknologi AI ini pertama di Bandung, sekaligus menjadi kebanggaan baru bagi TGAA,” ujarnya.

Tiket masuk Museum Lotus belum termasuk dalam tiket masuk TGAA. Namun, bagi pengunjung yang ingin reservasi wisata edukasi, pihak pengelola juga menyediakan paket khusus. Konten film di dalam museum rencananya akan diperbarui setiap beberapa bulan sekali tanpa keluar dari tema KAA.

Intania menambahkan, kolaborasi dengan PT Curaweda Palagan Innotech dilakukan dengan memanfaatkan salah satu area TGAA yang disulap menjadi ruang pertunjukan. 

“Konsep ini tidak hanya menambah wahana baru, tapi juga membangun pengalaman wisata edukatif yang berbeda,” katanya.

Dengan hadirnya Museum Lotus, TGAA menegaskan diri sebagai destinasi wisata yang tak hanya menghibur, tapi juga mendidik. Wahana berbasis AI ini menjadi bukti bagaimana sejarah bisa dihidupkan kembali lewat teknologi modern, sekaligus menjaga Bandung tetap dikenal sebagai kota bersejarah dunia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Transformasi Mengagumkan Syahrini! Dari Diva Glamor Jadi Istri Paling Patuh

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Jadwal, Nominal, dan Cara Ceknya

Harga Emas Antam di Pegadaian Anjlok Rp15.000, Cek Daftar Lengkap Hari Ini

Bunga Lokal di Tanah Eropa! Gak Nyangka, Begini Cara Anggun C Sasmi Wariskan Darah Nusantara ke Anaknya di Paris

Cari Tempat Staycation di Lembang? Ini 3 Penginapan dengan Suasana Adem dan Asri

5 Wisata Kuliner Legendaris dan Paling Dicari di Kuningan, Cocok untuk Lidah Pecinta Makanan Enak

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.