Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan

Selasa, 17 Maret 2026 20:21 WIB

Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Sawit Muncul di TikTok, Ada Link Telegram?

Selasa, 17 Maret 2026 20:00 WIB
Persib

Persib di Puncak Klasemen, Bojan Hodak Sebut Super League Masuk Periode Penentu

Selasa, 17 Maret 2026 19:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan
  • Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Sawit Muncul di TikTok, Ada Link Telegram?
  • Persib di Puncak Klasemen, Bojan Hodak Sebut Super League Masuk Periode Penentu
  • Suaranya Mirip Dubbing Iklan, Ibu-Ibu Viral Ini Maki Pengunjung Minimarket Pakai Bahasa ‘Naskah Sinetron’!
  • Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi Terbaru, Bisa Berbeda Tanggal!
  • Kata Inara Rusli Soal Video Syur: Akui Ada Rekaman, Bantah Tuduhan Perzinaan
  • Waktu Maghrib Kota Bandung Hari Ini Jam Berapa? Jangan Lewatkan Doa Buka Puasa
  • Kantongi Belasan Miliar dari Kompetisi Asia, Intip Proyek ‘Los Galacticos’ Persib Bandung Musim Depan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 17 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tiga Orang Tewas di Acara Pernikahan Anak Dedi Mulyadi, Izin Keramaian Dievaluasi

By Aga GustianaSenin, 21 Juli 2025 06:45 WIB2 Mins Read
Tragedi di pernikahan Wabup Garut-Maula
Tragedi di pernikahan Wabup Garut-Maula. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin penyelenggaraan kegiatan di Lapangan Otto Iskandardinata (Otista) menyusul tragedi memilukan dalam pesta rakyat pernikahan anak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons atas insiden yang menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya pada Jumat (18/7/2025). Tragedi terjadi akibat lonjakan massa yang tidak terkendali di kawasan Alun-alun Otista usai salat Jumat, terutama di titik pembagian makanan gratis.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan terkait kegiatan seperti ini. Semoga tidak terjadi lagi,” ujar Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Minggu (20/7/2025).

Pemkab menegaskan, setiap acara berskala besar yang berpotensi mengundang kerumunan harus dikaji lebih matang, terutama dari sisi teknis, keamanan, dan kapasitas lokasi. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pembatasan bahkan kemungkinan larangan penggunaan Lapangan Otista sebagai lokasi kegiatan massal, jika tak memenuhi standar keselamatan publik.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, Warganet Salfok pada Pendamping Dedi Mulyadi

Insiden bermula saat ribuan warga dari berbagai wilayah memadati area Alun-alun sejak pagi. Mereka antusias menghadiri acara terbuka yang menggelar hiburan dan pembagian makanan gratis. Namun, kondisi mulai tak terkendali setelah salat Jumat ketika arus massa membeludak tanpa adanya pengaturan jalur masuk.

“Setelah salat Jumat, makin banyak orang. Banyak orang tua dan anak-anak ikut antre. Tapi tidak ada pengaturan jalur masuk, semua langsung saling dorong ketika pintu dibuka,” ujar seorang warga yang turut hadir dalam acara tersebut.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pertimbangkan Revisi Kerja Sama dengan TNI AD

Kericuhan terjadi di area pembagian konsumsi dan panggung hiburan. Sejumlah warga terjatuh dan terinjak-injak akibat desakan massa. Pihak kepolisian dan medis mengonfirmasi tiga korban jiwa.

Korban pertama adalah Vania Aprilia, anak perempuan berusia delapan tahun asal Kelurahan Sukamentri, Garut Kota. Korban kedua, Dewi Jubaedah, perempuan lansia berumur 61 tahun. Sementara korban ketiga adalah anggota Polri, Bripka Cecep Saeful Bahri (39), yang gugur saat bertugas mengamankan acara.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bicara Solusi PLTSa Bantar Gebang untuk Tangani Sampah

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak penyelenggara acara publik agar lebih mengutamakan keselamatan masyarakat. Pemkab Garut berkomitmen untuk memperketat regulasi dan izin keramaian agar peristiwa serupa tak terulang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi evaluasi acara publik garut izin keramaian Lapangan Otista Luthfianisa Putri Karlina pesta rakyat tragedi garut
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan

Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi Terbaru, Bisa Berbeda Tanggal!

Waktu Maghrib Kota Bandung Hari Ini Jam Berapa? Jangan Lewatkan Doa Buka Puasa

Polisi Umumkan Tol Gedebage Dibuka 24 Jam saat Arus Mudik Lebaran 2026

Laba Tembus Rp1,15 Triliun, bank bjb Buktikan Ketahanan Finansial di Tengah Gejolak Ekonomi 2025

Bukan Sembarang Prajurit! Prada Nawawi Harumkan Indonesia di Langit Libya, Netizen: Tentara Allah!

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.