bukamata.id – Tunku Mahkota Johor (TMJ) Ismail Ibni Sultan Ibrahim kembali melontarkan pernyataan keras terkait polemik sanksi FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Kali ini, TMJ menyinggung dugaan adanya upaya FIFA untuk menghalangi langkah banding FAM ke Court of Arbitration for Sport (CAS).
Banding ke CAS menjadi jalan terakhir yang ditempuh FAM setelah sebelumnya gagal dalam proses banding di internal FIFA. Upaya ini berkaitan dengan kasus naturalisasi tujuh pemain yang dinilai melanggar aturan karena tidak memiliki garis keturunan Malaysia.
Dalam pernyataannya, TMJ mengklaim ada pejabat FIFA yang secara langsung meminta Presiden Kehormatan FAM, Tan Sri Hamidin Mohd Amin, agar tidak membawa kasus tersebut ke CAS.
“Mereka tidak ingin kami membawa perkara ini ke CAS. Bahkan secara pribadi mereka meminta Tan Sri Hamidin agar menghentikan langkah tersebut,” ujar TMJ, dikutip dari The Scoop, Minggu (14/12/2025).
TMJ juga menyebut adanya tekanan tambahan dari pihak FIFA. Menurutnya, FAM sempat diperingatkan bahwa pengajuan banding ke CAS berpotensi berujung pada sanksi yang lebih berat.
“Saya tidak tahu apakah mereka takut atau tidak, tetapi ancaman itu nyata. Mereka mengatakan akan ada penangguhan atau hukuman yang lebih keras jika banding tetap diajukan,” lanjutnya.
Seperti diketahui, FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada FAM setelah menemukan dugaan pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi tujuh pemain, yakni Gabriel Palermo, Rodrigo Holgado, Facundo Garces, Jon Irazabal, Joao Figueiredo, Hector Hevel, dan Imanol Machuca. Hingga kini, pelaku pemalsuan dokumen tersebut masih menjadi tanda tanya.
Akibat pelanggaran tersebut, FAM dijatuhi denda sebesar 350 ribu Swiss Franc atau sekitar Rp7,2 miliar. Sementara ketujuh pemain naturalisasi itu juga dikenai denda serta larangan bermain selama satu tahun.
Sebelumnya, FAM telah mengajukan banding ke Komite Banding FIFA, namun upaya tersebut ditolak. Pada momen itu, TMJ secara terbuka mengkritik FIFA dan menyebut keputusan yang diambil sarat kepentingan politik.
Menanggapi tudingan tersebut, FIFA kemudian memaparkan secara rinci kesalahan FAM, khususnya terkait ketidaksesuaian dokumen kewarganegaraan pemain. Penjelasan itu memicu kemarahan publik sepak bola Malaysia.
Kini, pengajuan banding ke CAS menjadi harapan terakhir FAM untuk melawan sanksi FIFA dan membersihkan nama federasi di mata internasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









