Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dianggap Keluarga Ternyata Pelakor! Bos Grosir Bulukumba Bongkar 2 Anak Hasil Hubungan Gelap Suami dan Karyawan!

Selasa, 7 April 2026 12:33 WIB
Persib Bandung

Persib vs Bali United Jadi Laga Penentu, Ini Jadwal Lengkap Pekan 27

Selasa, 7 April 2026 12:00 WIB
Ilustrasi korban meninggal.

Tragis! Pria 26 Tahun Ditemukan Tewas di Kontrakan Ujungberung

Selasa, 7 April 2026 11:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dianggap Keluarga Ternyata Pelakor! Bos Grosir Bulukumba Bongkar 2 Anak Hasil Hubungan Gelap Suami dan Karyawan!
  • Persib vs Bali United Jadi Laga Penentu, Ini Jadwal Lengkap Pekan 27
  • Tragis! Pria 26 Tahun Ditemukan Tewas di Kontrakan Ujungberung
  • Fakta di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’, Ternyata Banyak Kejanggalan, Ada Apa?
  • Klasemen Serie A Memanas! Juventus Tempel Ketat Zona Liga Champions
  • Kronologi Penemuan Mayat di Bandung Barat, Berawal dari Tagihan Sewa
  • Dilarang Jemawa! Bos Persib Targetkan Menang di Semua Laga Sisa
  • Terbongkar! Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 7 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

TPST Batununggal Ubah Sampah Jadi Kompos dan RDF, Solusi Inovatif untuk Kota Bandung

By SusanaSenin, 23 Desember 2024 02:00 WIB2 Mins Read
TPST Batununggal. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Batununggal berinovasi dengan mengubah sampah menjadi produk bernilai seperti kompos dan RDF (Refuse-Derived Fuel).

Dengan mesin hibah dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat, TPST ini mampu mengolah hingga 4 ton sampah per hari.

Namun, kapasitas maksimalnya bisa mencapai 10 ton per hari jika daya listriknya ditingkatkan.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3(DLH) Kota Bandung Salman Faruq menyampaikan, proses pengelolaan sampah di TPST Batununggal melibatkan pemisahan sampah organik dan anorganik menggunakan mesin Gibrig.

Baca Juga:  Jalan di Cimahi Dikepung Sampah, Dampak Pembatasan Ritase

Sampah organik diolah menjadi kompos di rumah kompos. Sedangkan anorganik dihancurkan menggunakan mesin pencacah. Tidak hanya itu, TPST ini juga mampu mencacah sampah daun dan ranting untuk diolah lebih lanjut.

Selain fasilitas mesin, TPST Batununggal mendapat dukungan dari dua bank sampah yang aktif, yakni Bank Sampah Mulya dan Jelita.

Setiap dua minggu, bank sampah ini mengumpulkan sekitar 200 kilogram sampah anorganik dari masyarakat, seperti botol plastik dan bahan daur ulang lainnya.

“Masyarakat Batununggal cukup antusias memilah sampah. Sampah seperti botol biasanya dikumpulkan ke bank sampah untuk dikelola lebih lanjut,” ujar Salman.

Baca Juga:  Kata Dedi Mulyadi Soal Citarum Lautan Sampah: Sadar Dong, Cara Buang Sampah Saja Belum Bisa

Selain kompos, TPST Batununggal juga memproduksi RDF yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Namun, pengelolaan RDF masih menghadapi tantangan, termasuk kebutuhan lahan untuk gudang penyimpanan serta MoU dengan industri, seperti Indocement, untuk distribusi RDF.

Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara berharap kerja sama dengan industri segera terealisasi.

“Targetnya, MoU sudah selesai pada Januari 2025, sehingga pengiriman RDF dari Batununggal bisa dimulai,” tegasnya.

Untuk meningkatkan kapasitas pengolahan, TPST Batununggal direncanakan akan mengajukan bantuan panel listrik kepada pemerintah provinsi.

Baca Juga:  Syaikhu Sebut Persoalan Sampah di Jabar Perlu Penanganan yang Terintegrasi

Hal ini diharapkan dapat mendukung pengoperasian mesin secara maksimal, sehingga volume pengolahan sampah bisa meningkat hingga dua kali lipat.

Dengan kemampuan mengelola sampah organik dan anorganik, TPST Batununggal menjadi contoh model pengelolaan sampah terpadu yang efektif dan efisien.

Langkah ini tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui produk kompos dan RDF yang bernilai tinggi.

Melalui kerja sama dan inovasi berkelanjutan, TPST Batununggal siap menjadi pelopor pengelolaan sampah berbasis teknologi dan komunitas di Kota Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

A. Koswara kompos RDF sampah TPST Batununggal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dianggap Keluarga Ternyata Pelakor! Bos Grosir Bulukumba Bongkar 2 Anak Hasil Hubungan Gelap Suami dan Karyawan!

Ilustrasi korban meninggal.

Tragis! Pria 26 Tahun Ditemukan Tewas di Kontrakan Ujungberung

Kronologi Penemuan Mayat di Bandung Barat, Berawal dari Tagihan Sewa

Hari Kelabu di Bandung Barat, Polisi Selidiki Dua Kematian Misterius

Viral Deretan Motor MBG, Diduga Gunakan Motor Listrik Berharga Puluhan Juta

Dosen PPPK Keluhkan Karier Mandek dan Tukin Tak Adil, DPR RI Diminta Turun Tangan

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Jangan Tertipu! Link Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ini Diduga Jebakan Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.