bukamata.id – Insiden tragis terjadi saat Kejuaraan Daerah (Kejurda) terjun payung di Pangandaran pada Selasa, 30 Desember 2025.
Lima atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung terjatuh saat mengikuti penerjunan 4-way formation pada ketinggian 9.000 ft.
Kelima atlet tersebut adalah Kudri, Mustopa, Widiasih, Karni, dan Rusli. Mereka diterjunkan dari Bandara Nusawiru menggunakan pesawat Cessna 185.
Penerjunan awal berjalan lancar, namun terjadi perubahan yang membuat sebagian atlet hilang arah. Tiga penerjun berhasil mendarat, meski bukan di lokasi yang ditentukan.
Sementara itu, satu atlet meninggal dunia, yakni Rusli, sedangkan satu atlet lain, Widiasih, masih dalam pencarian tim SAR. Rusli merupakan atlet sekaligus pelatih terjun payung andalan Kabupaten Bandung, sehingga kehilangannya menjadi pukulan besar bagi KONI Kabupaten Bandung.
Ketua KONI Kabupaten Bandung, Yana Suryana, menyampaikan bahwa jenazah Rusli telah dipulangkan ke rumah duka.
“Jenazah sudah datang tadi malam. Kami juga langsung takziah ke rumah duka. Ini menjadi kehilangan besar bagi kami. Beliau mantan atlet PON dan andalan Kabupaten Bandung dalam Porprov nanti. Kami ucapkan bela sungkawa sebesar-besarnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Yana, Rabu (31/12/2025).
Yana menambahkan, tim SAR terus berupaya menemukan atlet yang masih hilang, Widiasih, dan berharap ia segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Mudah-mudahan atlet yang dalam proses pencarian bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Mohon doa dari semuanya,” tutup Yana.
Kejadian ini menjadi peringatan penting mengenai risiko olahraga ekstrem dan keselamatan atlet selama pertandingan resmi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










