bukamata.id – Peristiwa tragis terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (8/3/2026).
Gunungan sampah dilaporkan longsor dan menewaskan empat orang, sementara beberapa warga dan sopir truk sampah lainnya dilaporkan masih tertimbun.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Polisi Kusumo Wahyu Bintoro, menyampaikan bahwa korban meninggal dunia terdiri dari:
- S (60), pedagang kopi di lokasi
- EW (26), pemulung
- DS (22), sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara
- IS (40), sopir truk
Sementara dua sopir truk lain, J dan R, berhasil selamat. Longsoran sampah menimpa warung kopi dan beberapa truk yang sedang beroperasi, serta menutup akses jalan di area TPST. Polisi memperkirakan jumlah korban yang terdampak sekitar 10 orang, terdiri dari lima sopir truk dan lima warga sekitar.
Dukungan Pemerintah
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan duka mendalam melalui akun Instagram resmi pada Senin (9/3/2026). Ia menekankan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan sampah di wilayah perkotaan.
Menurut Hanif, volume sampah di TPST Bantargebang mencapai sekitar 8.000 ton per hari, yang memerlukan penanganan bertahap dan tidak bisa diselesaikan secara instan.
Ia juga menegaskan bahwa TPST Bantargebang seharusnya hanya menerima sampah anorganik, sementara sampah lainnya wajib dipilah sejak dari sumbernya.
“Berbagai fasilitas pengolahan sampah sudah tersedia, termasuk teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan kerja sama dengan industri semen dengan kapasitas pengolahan hingga 5.000 ton per hari. Namun, operasional belum optimal karena sampah yang masuk masih tercampur,” jelas Hanif.
Realita di Lapangan
Kondisi TPST Bantargebang yang menerima ribuan ton sampah per hari memunculkan risiko tinggi, terutama bagi pekerja dan masyarakat sekitar.
Insiden longsor ini menjadi pengingat penting akan perlunya manajemen sampah yang lebih aman dan sistematis, termasuk pemisahan sampah sejak di sumber dan pengawasan ketat di area pengolahan.
Pihak kepolisian bersama tim SAR terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban tambahan yang tertimbun, sementara pemerintah daerah dan pusat berjanji memperketat pengawasan dan memperbaiki prosedur pengelolaan sampah di TPST.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










