bukamata.id – Putra Mahkota Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, menilai FIFA hampir mustahil mencabut sanksi yang dijatuhkan kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Meski begitu, ia masih berharap ada pengurangan hukuman dari federasi sepak bola dunia tersebut.
“Saya rasa FIFA tidak akan mengubah keputusannya. Paling hukuman bisa diringankan — mungkin hanya denda, pengurangan poin, atau skorsing sementara. Yang penting ada solusi terbaik untuk semua pihak,” ujar Tunku Ismail kepada wartawan, Sabtu (25/10/2025), dikutip dari Berita Harian.
Kronologi Sanksi dari FIFA
Sebelumnya, FIFA menjatuhkan denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) kepada FAM setelah menemukan adanya pemalsuan dokumen naturalisasi tujuh pemain.
Ketujuh pemain tersebut adalah: Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Mereka semuanya dihukum larangan bermain selama satu tahun dan didenda masing-masing 2.000 franc Swiss (sekitar Rp41 juta).
Tunku Ismail Pastikan Proses Sudah Sesuai Aturan
Tunku Ismail menegaskan dirinya turut terlibat langsung dalam proses naturalisasi tersebut dan memastikan bahwa semua prosedur sudah mengikuti regulasi FIFA dan pemerintah Malaysia.
Namun, FIFA tetap menilai FAM bersalah karena melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) yang berkaitan dengan pemalsuan serta manipulasi dokumen.
“Kalau FAM ingin saya bantu, saya bersedia membantu dengan cara apa pun. Tapi pada akhirnya, nasib tujuh pemain itu tergantung keputusan FIFA,” ucapnya.
Siap Tempuh Jalur Hukum ke CAS
Menanggapi keputusan tersebut, Tunku Ismail menyebut FAM kemungkinan besar akan membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Langkah itu dinilai sebagai upaya terakhir agar hukuman bisa dikurangi atau ditinjau ulang.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk membantu FAM menghadapi proses banding tersebut, demi keadilan bagi para pemain dan reputasi sepak bola Malaysia.
Unggahan Tunku Ismail di Media Sosial
Melalui akun X (dulu Twitter), Tunku Ismail sempat mengunggah pernyataan resmi yang menegaskan bahwa proses naturalisasi tujuh pemain telah dilakukan secara sah. Ia bahkan menampilkan bukti surat resmi dari Departemen Registrasi Nasional (NRD) sebagai penguat.
Menurutnya, tuduhan FIFA terkait manipulasi dokumen tidak sepenuhnya benar, dan Malaysia siap menunjukkan bukti keabsahan proses tersebut jika diperlukan di tingkat internasional.
Kesimpulan
Sanksi FIFA terhadap FAM dan tujuh pemain naturalisasi masih menyisakan polemik. Meski peluang pencabutan hampir tertutup, pengurangan hukuman masih menjadi harapan utama. Tunku Ismail pun memastikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk jika harus menghadapi FIFA di meja arbitrase.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










