bukamata.id – Kota Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kreativitas dengan hadirnya Unlocked, sebuah festival multidisiplin yang memadukan pameran seni, musik, serta ruang kolaborasi lintas komunitas.
Launching perdana Unlocked presented by Fourspeed ini berlangsung pada Sabtu (30/8/2025) di Saparua Park dan Braga, mengusung tema besar Post-Apocalypse yang menggambarkan perjalanan dari kehancuran menuju kebangkitan identitas baru.
Ari, selaku Program Director Unlocked, menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang refleksi dan medium edukasi.
“Tujuan utama kami adalah mengedukasi masyarakat terkait seni sekaligus menjadi ajang kolaborasi pelaku industri kreatif di Bandung. Unlocked ini juga menyuarakan isu sosial dan lingkungan melalui medium seni,” ujarnya.
Performance Art Simbolik: Art Performance dan Videotron
Salah satu yang menarik perhatian publik dalam peluncuran festival adalah penampilan performance art berupa sosok bertopeng bernama Lumia serta instalasi videotron. Menurut Ari, Lumia menjadi simbol individu yang terbelenggu namun tetap mencari ruang untuk bersuara.
“Nantinya sosok ini menjadi wadah bagi orang-orang untuk menuliskan pesan dan menempelkannya di tubuhnya. Filosofinya, setiap orang punya hal yang terpendam dan seni bisa jadi medium untuk mengeluarkannya,” jelasnya.
Selain itu, videotron menampilkan narasi visual yang memperkuat pesan tentang keterkurungan, kebangkitan, dan kebebasan berekspresi.
Kolaborasi Sekolah, Komunitas, dan Seniman Bandung
Unlocked 2025 tidak hanya berhenti pada panggung utama. Penyelenggara juga melibatkan sekolah dan komunitas di Bandung sebagai bagian dari rangkaian acara.
Ari menyebutkan, pihaknya menargetkan kolaborasi dengan 12 sekolah dan 30 komunitas, agar seni tidak hanya dinikmati di ruang eksklusif, tetapi hadir di tengah masyarakat.
Selain Bandung, kegiatan ini juga akan diperluas hingga Kabupaten Pangandaran, dengan fokus pada refleksi diri dan eksplorasi kepribadian melalui seni.
Dari Kehancuran Lahir Identitas Baru
Sebagai prolog menuju Unlocked 2025 yang akan berlangsung Oktober mendatang, launching ini mengusung pertunjukan simbolik bertema Post-Apocalypse. Tema tersebut merepresentasikan narasi bahwa dari keterbatasan lahirlah identitas baru, dan dari ruang publik tercipta perayaan bersama.
Ari menambahkan bahwa festival ini ingin membangun koneksi emosional antara audiens, komunitas, dan ekosistem kreatif, baik secara fisik maupun digital. Festival ini juga membuka peluang bagi sponsor serta kolaborator untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










