Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung

Jumat, 2 Oktober 2026 18:59 WIB

Bukan Kebetulan! John Herdman Ungkap Rahasia Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2

Jumat, 2 Oktober 2026 18:04 WIB

Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut

Jumat, 2 Oktober 2026 17:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung
  • Bukan Kebetulan! John Herdman Ungkap Rahasia Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2
  • Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut
  • Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja
  • Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat
  • Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan
  • Lempar Bola Panas, Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Megaproyek Data Center AI
  • Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ustadz Adi Hidayat Ungkap Rahasia Besar dalam Gerakan I’tidal yang Sering Terlewatkan

By SusanaJumat, 7 Februari 2025 11:30 WIB2 Mins Read
Ustadz Adi Hidayat.Foto: YouTube Adi Hidayat Official.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setiap gerakan dalam sholat memiliki makna yang mendalam, yang dapat memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah. Salah satu gerakan yang sering kali kurang diperhatikan adalah i’tidal, yaitu berdiri tegak setelah rukuk.

Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa i’tidal bukan sekadar transisi antara rukuk dan sujud. Di dalamnya terdapat rahasia besar yang mengandung doa serta janji dari Allah bagi hamba-Nya.

“Karena ada hikmah, ada rahasia dalam i’tidal. Apa rahasianya? Ketika rukuknya benar, ada bacaan yang dibimbing oleh Nabi untuk meminta ampun kepada Allah dalam berdirinya, dan Allah langsung membalas,” ujar UAH dikutip dari YouTube @audioceramah, Jumat (7/2/2025).

Pada gerakan i’tidal, seorang hamba mengucapkan kalimat Sami’allahu liman hamidah, yang berarti “Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.” Kalimat ini bukan sekadar ucapan, melainkan sebuah bentuk keyakinan bahwa segala doa yang dipanjatkan akan sampai kepada Allah.

Baca Juga:  Bolehkah Membawa HP yang Ada Al-Qur'an Digital ke Toilet? Ini Kata UAH

Menurut UAH, ketika seseorang rukuk dengan benar, ia telah menunaikan perintah Allah dengan penuh kepasrahan. Dalam rukuk, seorang hamba memuji dan merendahkan diri di hadapan-Nya. Saat bangkit dari rukuk menuju i’tidal, momen tersebut menjadi saat di mana Allah membalas segala pujian dan permohonan yang telah disampaikan.

“Allah langsung balas dengan bahasa, ‘Apa yang kau minta sepenuh langit, sepenuh bumi, atau sepenuh keduanya? Apapun yang engkau minta, aku kabulkan sekarang sepanjang itu kebutuhan dunia dan akhirat,’” jelasnya.

Baca Juga:  Ustadz Adi Hidayat Bagikan Amalan Penghilang Galau hingga Anxiety

Ucapan Sami’allahu liman hamidah bukan hanya sekadar ritual, melainkan pengakuan bahwa Allah mendengar dan merespons segala doa yang dipanjatkan dalam rukuk.

Dalam posisi tegak setelah rukuk, seorang muslim diajak untuk menyadari bahwa setiap permohonan yang disampaikan tidak pernah sia-sia. Setelah mengucapkan Sami’allahu liman hamidah, seorang muslim disunnahkan untuk membaca Rabbanaa wa lakal hamd, yang berarti “Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian.”

Dengan menghayati makna i’tidal, seseorang akan menyadari betapa dekatnya dirinya dengan Allah. Doa-doa yang telah dipanjatkan sebelumnya, baik dalam sujud maupun rukuk, tidak pernah diabaikan.

Baca Juga:  Bolehkah Mengakhirkan Sholat Isya? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat

Ustadz Adi Hidayat menggambarkan i’tidal sebagai momen puncak dalam komunikasi antara hamba dengan Tuhannya.

“Ya Allah, Engkau pasti dengar curhat aku tadi dalam rukukku. Engkau pasti dengar pujianku yang aku berikan padamu,” tuturnya.

Dalam posisi ini, seorang hamba seharusnya merasakan keyakinan penuh bahwa Allah benar-benar mendengar setiap curahan hati.

Jika selama rukuk seorang hamba berserah diri sepenuhnya, maka dalam i’tidal ia kembali berdiri dengan penuh harapan bahwa doanya akan dikabulkan.

UAH mengingatkan bahwa pemahaman yang benar terhadap i’tidal dapat meningkatkan kekhusyukan dalam sholat. Tidak sekadar berdiri, tetapi juga memahami bahwa pada saat itu Allah sedang memperhatikan dan mendengarkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

sholat Ustadz Adi Hidayat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut

Gaya Hidup Sekaligus Mesin Uang: Alasan Kuat Properti Kota Baru Parahyangan Diserbu Investor Urban

Melarikan Penat dari Riuhnya Ibu Kota: Menemukan Ketenangan Hidup di Kota Baru Parahyangan

Kulineran di Bandung? Ini 5 Tempat Makan Sunda dengan Cita Rasa Khas yang Menggoda

Drama Rp10 Ribu Bikin Bali Panen Hujatan! Sisi Gelap Pariwisata Lokal yang Dibongkar Kasus Billy Syahputra

Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Masih Rp2,581 Juta, Ada Pecahan hingga 1 Kg

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.