bukamata.id – Jagat media sosial Indonesia kembali dihebohkan oleh video viral bertajuk “cukur kumis”, yang ramai diperbincangkan di TikTok sejak awal Februari 2026.
Video ini menjadi salah satu konten FYP terpopuler, ditonton lebih dari 3,4 juta kali hanya dalam hitungan hari.
Video tersebut diunggah oleh akun @fefeq60 dan menampilkan seorang perempuan berhijab hitam mengenakan hoodie, mencukur kumis tipis di atas bibir menggunakan trimmer. Teks pada video berbunyi:
“Day 1 ngonten cukur kumis eh keterusan.”
Meski durasinya hanya 2 menit 6 detik, konten ini cepat viral karena kontras antara penampilan feminin berhijab dengan aktivitas yang kerap diasosiasikan maskulin.
Musik latar sederhana dan ekspresi santai pembuat konten membuat algoritma TikTok FYP mendorong video ini ke jutaan pengguna.
Klaim Versi “Full” dan Risiko Malware
Seiring meningkatnya popularitas, muncul klaim adanya versi lanjutan video, mulai dari durasi 3 menit 56 detik hingga seri Day 1–7 yang diklaim 35 menit. Namun hingga kini, tidak ada bukti video asli berdurasi lebih dari dua menit.
Mayoritas tautan yang beredar di platform seperti Telegram, X (Twitter), hingga situs pihak ketiga ternyata menyimpan risiko serius, termasuk:
- Keylogger yang mencuri username dan password
- Trojan dan ransomware yang mengunci perangkat
- Worm yang menyebar otomatis ke kontak WhatsApp dan Telegram
- Halaman palsu yang mencuri data pribadi seperti nomor telepon, email, atau identitas
- Potensi penipuan finansial melalui akun bank atau dompet digital
Pakar keamanan digital menegaskan bahwa mengklik link versi full dari video viral ini bisa merusak perangkat dan membahayakan data pribadi pengguna.
Imbauan untuk Warganet
Pengguna TikTok dan media sosial diminta untuk tetap mengakses video asli melalui akun resmi @fefeq60 dan tidak tergo
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











