Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Pemalakan Sopir di Bandung Barat, Royan Sulaeman alias Gayung Ditangkap

Kamis, 15 Oktober 2026 20:24 WIB

Makin Gacor di Persib, Mariano Peralta Siap Bikin Persik Ketar-ketir?

Kamis, 15 Oktober 2026 20:05 WIB

Wanita di Bandung Diduga Disekap dan Dianiaya di Apartemen, Uang Rp6 Juta Raib

Kamis, 15 Oktober 2026 19:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Pemalakan Sopir di Bandung Barat, Royan Sulaeman alias Gayung Ditangkap
  • Makin Gacor di Persib, Mariano Peralta Siap Bikin Persik Ketar-ketir?
  • Wanita di Bandung Diduga Disekap dan Dianiaya di Apartemen, Uang Rp6 Juta Raib
  • Berburu Kuliner di Purwakarta? Ini 5 Makanan Tradisional yang Cocok Jadi Oleh-Oleh
  • Mayoritas Muslim Tapi Dilarang Berhijab? Kisah Pilu Siswi di Azerbaijan Terusir dari Sekolah
  • Persib Didenda Rp50 Juta, Luka Menalo Rusak LED Board dan Kaca Ruang Ganti
  • Beda Kelas atau Beda Nasib? Aiswarya Bawa Pulang Mahkota, Reno Pulang Dihujat Satu Indonesia!
  • Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Di Tengah Dominasi Platform Digital, Diskominfo Jabar Pilih Iklan Lewat Media Massa

By Aga GustianaSelasa, 10 Februari 2026 20:13 WIB2 Mins Read
Adi Komar
Kadiskominfo Jabar, Adi Komar. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah derasnya arus platform digital berbasis kecerdasan buatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih tetap menaruh kepercayaan pada media massa. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat menilai keberlangsungan pers profesional tak bisa dilepaskan dari dukungan konkret, salah satunya melalui alokasi belanja iklan.

Kepala Diskominfo Jawa Barat, Adi Komar, menegaskan media massa masih memegang peran strategis dalam menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kehadiran pers menjadi penyeimbang di tengah ekosistem informasi yang kini semakin dipenuhi konten instan tanpa proses verifikasi yang ketat.

Berbeda dengan arus informasi di media sosial yang dapat diproduksi siapa saja dan kapan saja, media massa tetap berpegang pada prinsip akurasi dan disiplin jurnalistik. Nilai inilah yang dinilai tak tergantikan oleh teknologi berbasis AI, sekalipun semakin canggih.

Atas dasar itu, Diskominfo Jawa Barat secara konsisten menyalurkan belanja iklan pemerintah kepada perusahaan media, baik lokal maupun nasional. Kebijakan tersebut bukan sekadar strategi komunikasi, tetapi juga bentuk keberpihakan terhadap keberlanjutan industri pers.

Baca Juga:  Pemprov Perkuat Sinergi dengan Kejati Jabar, Wujudkan Tata Kelola Bersih dan Humanis

“Kami ingin media massa terus sehat dan profesional untuk masyarakat,” ujar Adi dalam peringatan Hari Pers Nasional, Senin (9/2/2026).

Hingga kini, Pemprov Jawa Barat belum menjalin kerja sama langsung dalam penayangan iklan dengan raksasa teknologi berbasis AI seperti Meta, Google, atau TikTok. Penempatan iklan di platform digital pun dilakukan melalui perusahaan media massa, bukan melalui kontrak langsung dengan perusahaan teknologi.

Baca Juga:  Setelah MetaAI, Kini ChatGPT Hadir di WhatsApp

Adi menilai keputusan tersebut didasarkan pada keunggulan media massa yang tak hanya menyajikan informasi akurat, tetapi juga menghadirkan liputan mendalam yang mampu membangun literasi publik. Menurutnya, nilai edukatif inilah yang sulit ditemukan dalam konten algoritmik media sosial.

Kebijakan Diskominfo Jawa Barat ini sejalan dengan seruan Dewan Pers yang menyoroti ketimpangan distribusi belanja iklan antara media massa dan platform digital. Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, mendorong adanya intervensi pemerintah agar belanja iklan tidak tersedot mayoritas ke media sosial.

Baca Juga:  64 Perusahaan Telah Terdaftar dalam Aplikasi Nyari Gawe

Persaingan antara perusahaan media dan platform teknologi global kian tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kemudahan penargetan iklan di media sosial membuat banyak pengiklan beralih, yang berdampak langsung pada menyusutnya pendapatan media massa.

“Kami mengharapkan campur tangan pemerintah agar terjadi keadilan iklan, agar tidak tersedot mayoritas kepada media sosial tapi juga ikut mempertahankan tegaknya sumbernya pers,” kata Komaruddin.

Menurut Komaruddin, keberlanjutan media massa bukan sekadar persoalan bisnis, melainkan menyangkut kepentingan publik. Di tengah banjir disinformasi, pers dinilai tetap menjadi rujukan utama masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ai Diskominfo Jabar Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Pemalakan Sopir di Bandung Barat, Royan Sulaeman alias Gayung Ditangkap

Wanita di Bandung Diduga Disekap dan Dianiaya di Apartemen, Uang Rp6 Juta Raib

Mayoritas Muslim Tapi Dilarang Berhijab? Kisah Pilu Siswi di Azerbaijan Terusir dari Sekolah

Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI

Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga

Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.