Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Siswa 6 Menit, Netizen Ramai Cari Versi Full Tanpa Sensor

Rabu, 13 Mei 2026 05:00 WIB

Momen Sejarah! Persib Berpeluang Hat-trick Juara Liga Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 04:00 WIB

Menit ke-2 Viral! Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Paling Dicari Warganet

Rabu, 13 Mei 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Siswa 6 Menit, Netizen Ramai Cari Versi Full Tanpa Sensor
  • Momen Sejarah! Persib Berpeluang Hat-trick Juara Liga Indonesia
  • Menit ke-2 Viral! Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Paling Dicari Warganet
  • Update Skor! Kode Redeem FC Mobile 13 Mei 2026: Ambil Pak Pemain Gratis dan Koin Melimpah
  • Update! Kode Redeem FF 13 Mei 2026: Kesempatan Amankan Skin Legendaris dan Diamond Gratis
  • Kabar Buruk! Persib Ditinggal 3 Sosok Kunci Sekaligus Jelang Duel Panas vs PSM Makassar
  • Fenomena Video Viral “Guru Bahasa Inggris” di Media Sosial: Fakta atau Sekadar Konten Setingan?
  • LINK FULL 6 MENIT DICARI! Video Guru vs Murid Viral Gegerkan Medsos
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 13 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Di Tengah Dominasi Platform Digital, Diskominfo Jabar Pilih Iklan Lewat Media Massa

By Aga GustianaSelasa, 10 Februari 2026 20:13 WIB2 Mins Read
Adi Komar
Kadiskominfo Jabar, Adi Komar. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah derasnya arus platform digital berbasis kecerdasan buatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih tetap menaruh kepercayaan pada media massa. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat menilai keberlangsungan pers profesional tak bisa dilepaskan dari dukungan konkret, salah satunya melalui alokasi belanja iklan.

Kepala Diskominfo Jawa Barat, Adi Komar, menegaskan media massa masih memegang peran strategis dalam menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kehadiran pers menjadi penyeimbang di tengah ekosistem informasi yang kini semakin dipenuhi konten instan tanpa proses verifikasi yang ketat.

Berbeda dengan arus informasi di media sosial yang dapat diproduksi siapa saja dan kapan saja, media massa tetap berpegang pada prinsip akurasi dan disiplin jurnalistik. Nilai inilah yang dinilai tak tergantikan oleh teknologi berbasis AI, sekalipun semakin canggih.

Atas dasar itu, Diskominfo Jawa Barat secara konsisten menyalurkan belanja iklan pemerintah kepada perusahaan media, baik lokal maupun nasional. Kebijakan tersebut bukan sekadar strategi komunikasi, tetapi juga bentuk keberpihakan terhadap keberlanjutan industri pers.

Baca Juga:  ASN Pemprov Jabar Nekat Bolos Usai Cuti Lebaran, Sekda Herman: Siap-siap Sanksi

“Kami ingin media massa terus sehat dan profesional untuk masyarakat,” ujar Adi dalam peringatan Hari Pers Nasional, Senin (9/2/2026).

Hingga kini, Pemprov Jawa Barat belum menjalin kerja sama langsung dalam penayangan iklan dengan raksasa teknologi berbasis AI seperti Meta, Google, atau TikTok. Penempatan iklan di platform digital pun dilakukan melalui perusahaan media massa, bukan melalui kontrak langsung dengan perusahaan teknologi.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Fokuskan Pembangunan LRT dan TPPAS di 2024

Adi menilai keputusan tersebut didasarkan pada keunggulan media massa yang tak hanya menyajikan informasi akurat, tetapi juga menghadirkan liputan mendalam yang mampu membangun literasi publik. Menurutnya, nilai edukatif inilah yang sulit ditemukan dalam konten algoritmik media sosial.

Kebijakan Diskominfo Jawa Barat ini sejalan dengan seruan Dewan Pers yang menyoroti ketimpangan distribusi belanja iklan antara media massa dan platform digital. Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, mendorong adanya intervensi pemerintah agar belanja iklan tidak tersedot mayoritas ke media sosial.

Baca Juga:  Selama KTT ke-43 ASEAN, Warga Jabar Dilarang Bakar Sampah

Persaingan antara perusahaan media dan platform teknologi global kian tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kemudahan penargetan iklan di media sosial membuat banyak pengiklan beralih, yang berdampak langsung pada menyusutnya pendapatan media massa.

“Kami mengharapkan campur tangan pemerintah agar terjadi keadilan iklan, agar tidak tersedot mayoritas kepada media sosial tapi juga ikut mempertahankan tegaknya sumbernya pers,” kata Komaruddin.

Menurut Komaruddin, keberlanjutan media massa bukan sekadar persoalan bisnis, melainkan menyangkut kepentingan publik. Di tengah banjir disinformasi, pers dinilai tetap menjadi rujukan utama masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ai belanja iklan pemerintah Dewan Pers Diskominfo Jabar Hari Pers Nasional 2026 media massa Pemprov Jabar platform digital
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

DULU PAKAI TONGKAT, SEKARANG ANGKAT BEBAN! Kisah Ajaib Nenek 61 Tahun yang Bikin Netizen Melongo!

Polisi Ungkap Jaringan Anarko di Balik Ricuh May Day Bandung

Retak Pasca-Muktamar XIV Pemuda Persis: Suara Kekecewaan Kader Akar Rumput Mulai Mencuat

Bandung Jadi Pilot Project ‘Perintis Berdaya Connect’, Dongkrak UMKM Naik Kelas

Strategi Baru PPDB Bandung 2026: Wali Kota Farhan Tekankan Transparansi dan Sistem Digital

Bandung Siaga Kesehatan Mental: 12 Puskesmas Kini Dilengkapi Psikolog Klinis

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
  • Heboh! Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Full Durasi Ramai Dicari Netizen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.