Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Selasa, 27 Oktober 2026 18:24 WIB

Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC

Selasa, 27 Oktober 2026 18:05 WIB

Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam

Selasa, 27 Oktober 2026 17:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
  • Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sengketa Lahan SMAN 13, DPRD Jabar Ingatkan Aset Pendidikan Tak Boleh Lepas

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 10 Februari 2026 20:15 WIB3 Mins Read
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sengketa lahan yang menyeret SMA Negeri 13 Kota Bandung kembali menyorot persoalan klasik pengelolaan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menegaskan bahwa fasilitas pendidikan tidak boleh dikorbankan dalam konflik kepemilikan lahan, apa pun alasannya.

Rafael menjelaskan, klaim ahli waris di kawasan SMAN 13 bukan hanya menyasar satu bangunan sekolah. Menurutnya, terdapat keluarga ahli waris lima inca yang mengklaim sejumlah bangunan lain di area tersebut.

“Kalau dilihat sekilas, bukan hanya SMAN 13 yang diklaim. Ada beberapa bangunan lain di kawasan itu yang juga diklaim oleh ahli waris,” ujar Rafael.

Meski mengaku tidak mendalami detail teknis hukum perkara tersebut, Rafael menilai sengketa tanah kerap belum selesai di satu putusan saja. Banyak kasus serupa yang masih bisa berubah di tingkat Pengadilan Tinggi (PT) hingga Peninjauan Kembali (PK).

“Perkara tanah sering kali belum final di satu putusan. Masih bisa berubah di tahapan berikutnya,” katanya.

Baca Juga:  DPRD Jabar Sebut Banyak SPPG Tak Terpantau, Kualitas MBG Terancam

Namun, bagi Rafael, yang terpenting adalah sikap pemerintah daerah. Ia menekankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus berupaya maksimal mempertahankan fungsi sekolah di lokasi tersebut.

“Langkah pertama tentu melakukan upaya hukum. Meskipun secara teori sulit, tetap harus diperjuangkan. Aset pendidikan tidak boleh dilepas dengan alasan apa pun,” tegasnya.

Menurutnya, lahan tersebut sudah menjadi ruang publik dan bagian dari fungsi pemerintahan di sektor pendidikan. Karena itu, aktivitas belajar-mengajar harus tetap berjalan dan dilindungi negara.

Lebih jauh, Rafael menyebut kasus SMAN 13 sebagai peringatan keras bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jabar. Ia menilai lemahnya inventarisasi aset menjadi persoalan serius yang berpotensi terus berulang.

“Ini bahan evaluasi besar. Aset yang sudah bersertifikat saja masih bisa kalah, apalagi yang belum,” ujarnya.

Baca Juga:  Bey Machmudin Hadiri Pelantikan Pimpinan DPRD Jabar 2024-2029

Ia mengungkapkan fakta bahwa lebih dari 50 persen aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga kini belum bersertifikat, jumlahnya mencapai lebih dari seratus aset, termasuk sekolah-sekolah.

“Ini tantangan besar. Aset provinsi harus aman dari dua sisi: aman secara formal dengan sertifikat, dan aman secara fisik, benar-benar dikuasai,” katanya.

Rafael juga menyinggung ironi yang kerap terjadi, di mana aset provinsi secara fisik sudah lepas dan tidak dikuasai, namun masih tercatat dalam administrasi aset. “Secara buku masih milik provinsi, tapi di lapangan sudah hilang,” ujarnya.

Menurut Rafael, akar persoalan banyak sengketa aset berada pada kearsipan yang buruk. Ia menilai banyak aset provinsi merupakan warisan dari pemerintah pusat, namun tidak didukung dokumentasi dan arsip yang kuat sejak awal.

“Kearsipan kita lemah. Baik aset lama maupun aset yang dikelola sendiri oleh provinsi, pengarsipannya tidak tertata,” katanya.

Baca Juga:  Usai Dikritik Publik, DPRD Jabar Buka Pintu Evaluasi Tunjangan Mewah Rp62 Juta

Ia mencontohkan kasus lapangan bola di Lembang yang dulu menjadi tempat latihan legenda Persib, Robby Darwis, namun kini berubah menjadi deretan ruko akibat lemahnya arsip kepemilikan.

“Di pengadilan, yang dilihat itu arsip. Kalau arsipnya lemah, ya kalah,” ucapnya.

Karena itu, Rafael mendorong penguatan peran BPKAD serta Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, termasuk percepatan digitalisasi arsip.

“Mungkin hari ini arsip terlihat sepele, tapi 20 atau 30 tahun ke depan, arsip itu bisa menentukan nasib aset publik,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa penguatan kearsipan bukan tanpa anggaran. Bahkan pada 2024 lalu, alokasi anggaran untuk penguatan kearsipan di Jawa Barat mencapai sekitar Rp52 miliar.

“Ini harus dimanfaatkan serius. Jangan sampai sekolah-sekolah negeri kembali jadi korban lemahnya tata kelola aset,” pungkas Rafael.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.