bukamata.id – Jagat maya, khususnya platform TikTok, kembali dihebohkan dengan munculnya potongan klip pendek yang kini dijuluki netizen sebagai “Chindo Adidas”. Video yang hanya berdurasi hitungan detik tersebut mendadak memuncaki daftar pencarian populer, memicu rasa penasaran masif sekaligus menjadi peringatan akan bahaya laten di balik tren viral.
Klip tersebut menampilkan seorang perempuan berparas oriental dengan tatanan rambut ponytail dan poni belah tengah yang khas. Mengenakan jaket olahraga ikonik dengan tiga garis putih di lengan, sosok dalam video tersebut melakukan aksi yang terkesan ambigu: memegang selembar kertas misterius sebelum akhirnya menarik perlahan ritsleting jaketnya.
Strategi ‘Curiosity Gap’ yang Mematikan
Mengapa video sesingkat itu bisa mengguncang algoritma? Kekuatannya terletak pada teknik editing yang menggantung. Video tersebut sengaja dipotong tepat sebelum sebuah adegan selesai, menciptakan apa yang disebut psikolog sebagai curiosity gap.
Rasa penasaran netizen yang tidak tuntas inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh ribuan akun anonim. Mereka mengunggah ulang potongan tersebut dengan iming-iming “versi lengkap” guna meraup pengikut (followers) atau mengarahkan trafik ke situs-situs tertentu.
Waspada Jebakan Siber di Balik ‘Link Full Video’
Di balik keriuhan tersebut, tersimpan ancaman serius yang mengintai data pribadi pengguna internet. Pakar keamanan digital mencatat adanya lonjakan tautan mencurigakan yang tersebar di kolom komentar dan bio akun-akun penyebar konten viral.
Masyarakat diminta ekstra waspada karena tautan tersebut sering kali merupakan pintu masuk bagi kejahatan siber, di antaranya:
- Pencurian Identitas (Phishing): Situs palsu yang dirancang sedemikian rupa untuk mengelabui pengguna agar menyerahkan data sensitif seperti kata sandi atau kode akses perbankan.
- Penyusupan Malware: Tautan yang secara otomatis mengunduh perangkat lunak berbahaya untuk merusak sistem ponsel atau menyadap aktivitas pengguna.
- Redirect ke Situs Terlarang: Banyak tautan yang justru menjebak pengguna masuk ke situs judi online ilegal atau konten dewasa yang tidak diinginkan.
Menjadi Netizen Cerdas di Tengah Arus Viralitas
Kasus “Chindo Adidas” menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk tidak mudah terjebak dalam tren Fear of Missing Out (FOMO). Keamanan privasi jauh lebih berharga daripada sekadar memuaskan rasa penasaran terhadap konten yang belum tentu kebenarannya.
Langkah mitigasi yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari klik pada tautan asing dari sumber yang tidak kredibel, serta mengaktifkan fitur autentikasi dua faktor (2FA) di setiap akun media sosial. Jangan biarkan rasa penasaran membuat Anda kehilangan kendali atas keamanan digital pribadi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











