bukamata.id – Polemik yang menyeret nama penyanyi cilik Farel Prayoga kini memasuki babak baru. Setelah pernyataan sang ayah ramai diperbincangkan publik, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) DKI Jakarta resmi turun tangan guna memastikan hak, keselamatan, dan kondisi psikologis Farel tetap terlindungi.
Kasus ini mencuat seiring meningkatnya perhatian publik terhadap pengelolaan pendapatan Farel Prayoga sejak awal kariernya melejit. Situasi tersebut dinilai tidak lagi sekadar persoalan keluarga, melainkan berpotensi menyentuh aspek perlindungan anak.
Awal Polemik: Podcast dan Pertanyaan soal Penghasilan
Manajer Farel Prayoga saat ini, Rais, menjelaskan bahwa polemik bermula setelah Farel tampil dalam sebuah podcast. Dari situ, publik mulai mempertanyakan transparansi pendapatan serta pengelolaan keuangan Farel sejak awal popularitasnya.
“Awalnya itu setelah Farel podcast, lalu muncul pertanyaan soal pendapatan,” ujar Rais, dikutip dari tayangan YouTube Reyben Entertainment, Senin (5/1/2026).
Rais menegaskan dirinya merupakan manajer ketiga Farel Prayoga. Ia mengaku tidak memiliki akses penuh terhadap data keuangan Farel pada masa awal viral.
“Kalau mau pembuktian soal penghasilan lama, tentu manajer-manajer sebelumnya yang lebih tahu,” jelasnya.
Pendapatan Besar, Tekanan Keluarga Mengiringi
Rais mengakui bahwa pada masa puncak popularitas, penghasilan Farel Prayoga memang terbilang sangat besar. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi industri hiburan serta perubahan suara membuat pendapatan tersebut tidak lagi sebesar sebelumnya.
Dalam keterangannya, Rais juga menyinggung bahwa sebagian besar penghasilan Farel digunakan untuk membantu keluarga. Bahkan ketika sang ayah menjalani hukuman penjara, Farel disebut tetap mengirimkan uang secara rutin.
“Dari catatan yang dibuat sendiri oleh Farel, transfer paling banyak itu memang untuk ayahnya,” ungkap Rais.
Nominal transfer tersebut disebut mencapai puluhan juta rupiah. Hal ini, menurut Rais, menunjukkan kepedulian Farel sebagai anak terhadap keluarganya. Namun di sisi lain, ia menyoroti beban psikologis yang muncul ketika pendapatan Farel menurun, sementara kebutuhan keluarga tetap tinggi.
“Kondisi ini jelas memberi tekanan tersendiri bagi anak seusia Farel,” ujarnya.
Komnas PA: Fokus pada Kepentingan Terbaik Anak
Melihat dinamika yang berkembang, Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta akhirnya mengambil langkah tegas. Wakil Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Hagistio Pradika, menyatakan bahwa sejak saat ini Farel Prayoga berada dalam perlindungan dan pengawasan pihaknya.
“Mulai hari ini, Farel sudah dalam perlindungan dan pengawasan kami,” tegas Hagistio.
Ia menegaskan, Komnas PA masih melakukan kajian mendalam untuk menilai apakah aktivitas kerja Farel masuk kategori eksploitasi anak atau tidak. Penilaian tersebut tidak dilakukan secara sepihak, melainkan mempertimbangkan sudut pandang, kondisi psikologis, serta beban yang ditanggung Farel.
“Yang tidak wajar itu ketika anak menanggung beban berlebihan, baik secara fisik maupun mental,” jelasnya.
Hagistio juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi psikologis Farel. Dari pengamatannya, Farel dinilai mulai menunjukkan tanda-tanda tekanan mental.
“Saya lihat dari matanya, sudah mulai kena psikisnya,” ungkap Hagistio.
Orang Tua Akan Dipanggil, Dugaan Eksploitasi Dikaji
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen menjadi garda terdepan dalam melindungi hak anak, termasuk dalam kasus Farel Prayoga.
“Tugas kami memastikan setiap anak yang membutuhkan perlindungan mendapatkan pendampingan sesuai fungsi kami,” ujar Agustinus.
Terkait polemik keluarga yang berkembang, Komnas PA memastikan akan memanggil kedua orang tua Farel untuk dimintai klarifikasi.
“Kami akan memanggil orang tuanya, baik ayah maupun ibu, untuk dimintai keterangan terkait pemberitaan yang beredar,” katanya.
Agustinus menjelaskan, suatu kondisi dapat dikategorikan sebagai eksploitasi anak apabila terdapat hak-hak anak yang terampas, termasuk dalam aspek ekonomi.
“Salah satunya ketika anak tidak diberi tahu berapa penghasilannya dan ke mana uang itu digunakan,” jelasnya.
Menurut Agustinus, orang tua tidak memiliki hak untuk menguasai pendapatan anak. Peran orang tua sebatas mengasuh dan mewakili anak hingga berusia 18 tahun.
“Orang tua hanya berhak menjaga dan mewakili, bukan menguasai hasil kerja anak,” tegasnya.
Penanganan Hati-Hati demi Masa Depan Anak
Komnas PA menilai kasus ini harus ditangani secara hati-hati karena menyangkut masa depan Farel Prayoga sebagai anak dan figur publik. Semua pihak diminta menahan diri serta tidak memperkeruh situasi demi kepentingan terbaik sang anak.
Hingga kini, Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta masih melakukan pendalaman dan koordinasi lanjutan. Fokus utama mereka adalah memastikan hak anak, kesehatan mental, serta masa depan Farel Prayoga tetap terlindungi.
Profil Singkat Farel Prayoga
Farel Prayoga lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 8 Agustus 2010. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, pasangan Joko Suyoto dan Siti Nurjayana.
Namanya melejit setelah membawakan lagu “Ojo Dibandingke” yang viral di media sosial. Popularitas Farel semakin meningkat setelah tampil di upacara HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, di hadapan Presiden Joko Widodo dan jajaran kabinet.
Farel memulai kariernya sejak 2020, bermula dari panggung jalanan hingga acara pernikahan. Saat ini, ia aktif di media sosial dan memiliki kanal YouTube resmi sebagai wadah berkarya.
Penutup
Kasus yang menimpa Farel Prayoga menjadi pengingat penting tentang kompleksitas dunia hiburan anak di tengah sorotan publik. Popularitas, penghasilan, dan tuntutan keluarga dapat berubah menjadi beban jika tidak dikelola dengan prinsip perlindungan anak yang tepat.
Kehadiran Komnas Perlindungan Anak diharapkan menjadi titik temu yang adil bagi semua pihak, sekaligus memastikan bahwa hak, kesehatan mental, dan masa depan Farel tetap menjadi prioritas utama. Di atas segalanya, kepentingan terbaik anak harus berdiri lebih tinggi daripada kepentingan siapa pun.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











