bukamata.id – Fenomena pencarian link video berjudul “Ibu Tiri vs Anak Tiri” kembali ramai di media sosial dan memicu rasa penasaran publik.
Namun di balik judul sensasional tersebut, pakar keamanan digital mengingatkan adanya potensi bahaya serius berupa pencurian data pribadi hingga ancaman keuangan melalui link palsu.
Video yang beredar diketahui merupakan potongan konten dewasa yang disebar ulang dengan narasi clickbait.
Judul “Ibu Tiri vs Anak Tiri” disebut tidak memiliki hubungan dengan konflik keluarga seperti yang ramai diklaim warganet, melainkan hanya strategi untuk menarik klik (clickbait).
Potongan Video dan Narasi yang Menyesatkan
Dalam potongan video yang viral, terlihat seorang perempuan berbaju merah dan celana pendek hitam berada di area perkebunan, sementara seorang pria berbaju ungu berada di belakangnya. Narasi yang menyebut keduanya sebagai “ibu tiri dan anak tiri” tidak memiliki bukti valid dan hanya berkembang di media sosial.
Sejumlah akun juga membagikan tangkapan layar yang diklaim sebagai “versi lengkap tanpa sensor”, sehingga semakin meningkatkan rasa penasaran publik dan memperluas penyebaran tautan tidak resmi.
Diduga Bukan Video Lokal
Hasil penelusuran menunjukkan terdapat indikasi bahwa video tersebut bukan berasal dari Indonesia. Salah satu petunjuk adalah tulisan pada pakaian bertuliskan “Huikwang”, yang diketahui merupakan merek insektisida dari Taiwan.
Selain itu, audio percakapan dalam video terdengar tidak menggunakan bahasa daerah Indonesia. Perbedaan latar lokasi yang berubah-ubah juga mengindikasikan bahwa video tersebut merupakan gabungan potongan adegan yang tidak saling berkaitan.
Modus Baru: Link Pancingan Data Pengguna
Pakar keamanan digital menilai penyebaran link video tersebut berpotensi menjadi modus phishing dan penyebaran malware. Link yang mengklaim sebagai versi lengkap kerap digunakan untuk menjebak pengguna agar memberikan akses ke data pribadi, termasuk akun media sosial hingga perbankan.
Jika diklik tanpa kehati-hatian, pengguna berisiko mengalami kebocoran data hingga kehilangan akses ke akun penting.
Imbauan: Jangan Mudah Tergiur Judul Sensasional
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap konten viral yang tidak jelas sumbernya. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain tidak sembarangan mengklik tautan, memeriksa keaslian sumber, serta mencurigai konten dengan judul sensasional yang tidak masuk akal.
“Jangan mudah tertipu judul dramatis. Narasi tersebut hanya umpan untuk memancing rasa penasaran, sementara link yang dibagikan berpotensi membahayakan data pengguna,” demikian imbauan dari pihak yang memahami pola penyebaran konten tersebut.
Penutup
Fenomena ini menjadi pengingat penting bahwa di balik konten viral yang tampak menghebohkan, sering kali terdapat risiko keamanan digital yang mengintai. Edukasi literasi digital dinilai menjadi kunci utama agar masyarakat tidak menjadi korban jebakan siber berkedok rasa penasaran.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









