bukamata.id – Media sosial kembali diramaikan oleh fenomena unik dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sebuah patung Macan Putih yang berdiri megah di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, mendadak menjadi bahan perbincangan publik setelah videonya diunggah akun TikTok @seputar_kediri.
Alih-alih menuai pujian sebagai ikon baru kota Kediri, patung ini justru memancing tawa, kebingungan, dan beragam komentar jenaka dari netizen karena wajahnya dinilai tidak menyerupai macan putih asli Indonesia.
Wajah Patung Jadi Sorotan
Patung yang baru selesai dibangun itu dicat dengan warna hitam-putih, sesuai dengan simbol macan putih yang melekat pada identitas Kediri. Namun, ekspresi wajahnya dianggap aneh dan tidak proporsional oleh sebagian besar netizen. Banyak yang berseloroh bahwa patung ini tampak lebih lucu daripada gagah.
Beragam komentar pun bermunculan, mulai dari yang menyebut tampilannya mirip “harimau gemoy”, hingga yang mengibaratkannya sebagai campuran zebra, badak, dan harimau. Bahkan, tak sedikit yang bertanya-tanya apakah patung itu sebenarnya menyerupai kudanil.
Foto Pembangunan Ikut Jadi Viral
Tidak hanya versi patung yang sudah jadi, netizen juga ramai membagikan foto-foto patung saat masih dalam tahap pembangunan. Dari sisi samping, patung terlihat belum dicat hitam-putih, dengan bentuk yang semakin menimbulkan tawa. Banyak yang menyindir desain patung dan mempertanyakan konsep artistik yang dipakai.
Salah satu warganet menulis: “Kalau ini dimaksudkan menyeramkan, sepertinya gagal. Tapi kalau lucu, 10/10 deh.”
Selain itu, diskusi juga meluas hingga soal anggaran pembangunan. Netizen penasaran apakah dana yang dikeluarkan sebanding dengan hasil yang justru dianggap lucu dan tidak proporsional. Beberapa unggahan membandingkan patung ini dengan ikon hewan di tempat lain, dengan nada jenaka: “Kalau ini jadi maskot kota Kediri, kayaknya semua orang bakal senyum dulu baru foto deh.”
Reaksi Desa Balongjeruk
Berdasarkan informasi yang beredar, patung Macan Putih tersebut diresmikan pada awal Desember 2025. Di bagian bangunan patung tertulis nama Kepala Desa Balongjeruk, Safii, sebagai pihak yang menandatangani peresmian.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak desa terkait konsep desain maupun biaya pembangunan patung tersebut. Ketidaktahuan ini justru menambah humor di kalangan netizen, karena mereka bebas berspekulasi tentang inspirasi di balik wajah patung yang lucu dan unik itu.
Patung Ikonik atau Meme Baru?
Fenomena patung ini menunjukkan bagaimana masyarakat modern menanggapi karya seni publik dengan cara yang humoris dan kreatif. Alih-alih sekadar dipandang serius sebagai ikon budaya atau simbol identitas kota, warganet menjadikan patung ini bahan meme dan hiburan digital.
Beberapa unggahan TikTok menambahkan filter lucu pada wajah patung, atau memadukannya dengan caption jenaka, misalnya:
“Macan Putih versi diet, masih gemoy”
“Kalau ini predator, pasti takutnya cuma anak-anak”
“Kudanil kecepatannya mirip macan nih”
Tidak sedikit pula warganet yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menggelar kuis ringan: menebak apa sebenarnya hewan yang digambarkan patung itu. Fenomena ini menunjukkan kekuatan humor kolektif di media sosial yang bisa mengubah kontroversi menjadi hiburan.
Dampak Viral di Media Sosial
Video dan foto patung Macan Putih Kediri telah tersebar luas di TikTok, Instagram, dan Twitter. Banyak akun kreator konten memanfaatkan viralitas patung ini untuk membuat kompilasi “momen lucu Kota Kediri” atau “patung hewan absurd”, yang langsung mendapat ribuan hingga jutaan views.
Selain hiburan, fenomena ini juga menumbuhkan diskusi kritis di kalangan warganet, terkait kualitas perencanaan, desain, hingga pengawasan anggaran publik. Humor yang tercipta membuat warganet merasa lebih mudah menerima fenomena ini tanpa harus menimbulkan kontroversi serius.
Kesimpulan
Patung Macan Putih di Kediri bukan sekadar karya seni publik biasa. Wajahnya yang lucu dan tidak proporsional telah mengubahnya menjadi ikon hiburan digital. Dari komentar “harimau gemoy” hingga prediksi kocak menyerupai kudanil, patung ini menunjukkan bagaimana masyarakat modern menanggapi seni dengan humor dan kreativitas.
Meski banyak yang menyoroti desain dan anggaran, patung ini berhasil menciptakan efek viral yang menghibur, sekaligus menambah identitas unik bagi Desa Balongjeruk. Patung Macan Putih Kediri kini bukan hanya simbol kota, tetapi juga meme hidup yang dicintai warganet.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









