bukamata.id – Perseteruan antartetangga antara Imam Muslimin atau Yai Mim, mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan Nurul Sahara, pemilik rental mobil, memanas hingga viral di media sosial.
Konflik yang awalnya dianggap sekadar persoalan parkir ternyata berakar dari status tanah kosong yang dipakai untuk parkir mobil rental, yang faktanya milik orang Bali.
Awal Perselisihan Antartetangga
Keributan bermula saat mobil rental Sahara kerap diparkir di depan rumah Yai Mim, meski pagar rumah sudah diberi tanda larangan parkir.
Insiden makin panas ketika Yai Mim berusaha memindahkan mobil sendiri, hingga terdengar suara keras yang membuat Sahara marah.
Tanah Kosong Ternyata Milik Orang Bali
Menurut penuturan istri Yai Mim, Rosida Vignesvari, tanah kosong di depan rumah mereka bukan milik Sahara, melainkan milik warga Bali. Tanah tersebut bahkan pernah ditawarkan kepada Yai Mim untuk dibeli, namun masih dalam pertimbangan.
Yai Mim mengaku sempat mengeluarkan biaya hingga Rp12 juta untuk membersihkan semak belukar dan memagari lahan tersebut. Ia lalu meminta Sahara ikut menanggung biaya Rp1 juta, namun ditolak dengan alasan terlalu mahal.
“Setelah sudah jadi, saya bilang ‘Pak alhamduillah sampeyan (Sofian) sudah punya parkir seluas ini.Tapi tolong Pak bantu ya Rp1 juta aja. Itu jawabnya begini, ‘kemahalan Rp1 juta, kalau sama saya paling Rp400 ribu aja’,” papar Yai Mim dikutip dari YouTube CURHAT Bang Denny Sumargo, Selasa (30/9/2025).
Karena tak disepakati, Yai Mim kemudian meminta agar mobil rental milik Sahara tidak parkir di depan rumahnya. Namun ternyata, Sahara masih kerap parkir di depan rumah Yai Mim.
Namun, larangan itu tidak diindahkan. Situasi pun kian panas hingga akhirnya berujung pada aksi pengusiran Yai Mim dari rumahnya di Perumahan Joyogran, Merjosari, Kota Malang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











