bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang wali murid memarahi guru di salah satu SMP di Kota Subang, Jawa Barat, viral di media sosial. Pria tersebut marah besar setelah mengetahui anaknya ditampar oleh seorang guru laki-laki di sekolah tersebut. Insiden itu dipicu oleh tindakan sang siswa yang memanjat tembok sekolah hingga menyebabkan kerusakan.
Video kejadian itu diunggah melalui akun gosip @lambe_turah pada Rabu (5/11/2025). Dalam rekaman tersebut, sang ayah tampak tak terima atas perlakuan guru terhadap anaknya. Ia bahkan meminta perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar menindak tegas guru yang bersangkutan.
“Ini Anda main gampar-gampar aja seorang guru di Subang SMP 2. Liatin tuh pak Dedi tolong pak,” ujar sang ayah dengan nada tinggi.
Guru yang dimaksud kemudian menanggapi pernyataan itu dengan santai.
“Laporin aja ke pak Dedi, laporin ke pak Dedi saya tunggu,” jawabnya.
Wali murid tersebut lantas menegaskan bahwa seharusnya pihak sekolah memanggil orang tua, bukan menggunakan kekerasan terhadap siswa.
“Harusnya panggil orang tua ya pak, jangan main tangan sendiri. Apakah boleh? Sekarang saya tanya ibu, boleh nggak seorang guru gampar-gampar anak? Nggak boleh bu, ada undang-undangnya sekarang bu. Kepala sekolah mana? Coba telpon ya saya mau ngomong,” katanya.
Guru itu kemudian balik bertanya, “Undang-undang nomor berapa?”
Sang ayah menjawab dengan tegas, “Bukan undang-undang mau apa, nggak boleh bapak seorang guru. Jangan sampai main tangan pak.”
Guru tersebut beralasan bahwa tindakannya masih dalam konteks mendidik siswa. Ia bahkan menyinggung konten milik Dedi Mulyadi yang membahas peran guru dalam memberikan pendidikan disiplin.
“Bapak mau liat konten pak Dedi? Sekarang guru boleh mendidik yang sifatnya mendidik,” katanya.
“Boleh apa? Boleh menggampar? Tidak bisa,” sahut wali murid.
“Kalau gamparan saya yang sebenarnya anak bapak sudah pingsan. Saya kepret begitu,” balas sang guru.
Guru itu juga mengakui bahwa dirinya memang sempat menampar murid tersebut dua kali. Menurut pengakuannya, tindakan itu diambil karena sang siswa dianggap sudah tidak bisa dinasihati secara baik-baik.
“Iya betul (dua kali), karena anak bapak nakal. Diomongin dengan baik sudah tidak nurut, benar menurut saya karena dengan pelajaran-pelajaran biasa anak sudah banyak ngelunjak. Saya sudah panggil berulang kali orang tua,” ungkap guru tersebut.
Menanggapi peristiwa yang viral itu, Dedi Mulyadi langsung memberikan respons. Melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, ia bertemu langsung dengan pihak guru untuk meminta penjelasan.
“Karena anaknya merokok, kemudian berkelahi dan loncat (dari tembok sekolah),” jelas sang guru kepada Dedi.
Dedi pun menilai bahwa memang ada kesalahan dari pihak siswa.
“Artinya ada kekeliruan oleh anak tersebut,” tegas Dedi.
Ia menambahkan bahwa kasus tersebut perlu segera diselesaikan dengan bijak.
“Saya sudah mendengarkan apa yang menjadi latar belakangnya. Selanjutnya saya juga akan bertemu dengan orang tuanya. Saya pikir masalah ini harus segera selesai,” pungkasnya
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










