bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mendapat sorotan tajam akibat kegagalan proyek infrastruktur di daerah Karawang.
Janji manisnya untuk menyelesaikan Jembatan Bailey di Cicangor, Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Karawang, dalam waktu dua minggu ternyata berakhir dengan kekecewaan besar.
Alih-alih menjadi solusi cepat, jembatan tersebut justru ambruk pada 28 Maret 2025, hanya dalam waktu tiga minggu setelah pengerjaannya dimulai.
Peristiwa ini menegaskan lemahnya pengawasan terhadap proyek-proyek vital di Jabar, yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Rangkaian Peristiwa: Dari Janji Manis Hingga Kegagalan
- 3 Maret 2025 – Jembatan Cicangor di Kecamatan Tamansari, Pangkalan, amblas, mengakibatkan terganggunya akses warga dan perekonomian setempat.
- 6 Maret 2025 – Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa solusi cepat akan dilakukan dengan membangun Jembatan Bailey, yang ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu.
- 10 Maret 2025 – Pengerjaan jembatan terlihat lamban dan mangkrak.
- 17 Maret 2025 – Bupati setempat menghubungi Kadis Bima Utama dan memastikan bahwa jembatan akan selesai dalam pekan itu.
- 28 Maret 2025 – Jembatan Bailey ambruk sebelum sempat dimanfaatkan secara optimal oleh warga.
Gagalnya proyek ini memperlihatkan adanya kelemahan serius dalam perencanaan dan pengawasan infrastruktur di Jabar.
Warga kini menuntut transparansi dari pemerintah terkait proyek ini. Mereka mendesak investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab ambruknya jembatan yang baru selesai dibangun tersebut.
Seperti dikutip dari kolom komentar Instagram @pesonajalan_lojikrw pada Rabu (2/4/2025) begini komentar warganet.
“Proyek gagal.. Selidiki tuh aliran dana nya,” tulis akun @dad***.
“Gabakalan di notice pemimpinnya lagi sibuk ngitung2 thr,” tulis akun @sty***.
“Kalo proyek dikerjakan dengan serius, dimana lahan korupsinya..??” tulis akun @reb***.
“@dedimulyadi71 hanya omon2 di camera tpi tdk menerjunkan tim ahli utk membuat jembatan. pembuatan jembatan seperti tdk d lakukan oleh ahli teknik sipil. sepertinya yg ngerjain jembatan ini tukang asal2an kacau memang negeri ini. Sekelas PUPR Pemprov tp yg kerja seperti pekerja Harian lepas,” tulis akun @der***
“Saya baca komen jadi ketawa sendiri. Kalau ada sukses maka itu sukses KDM yang selalu turun langsung tapi kalau ada gagalnya maka salahkan yang lain. KDM ga boleh salah. Akibat one show man ya begini, pengin dilihat oleh publik itu adalah pekerjaan dia semuanya ga ada itu kepala dinas, kepala bagian, kasubag….itu kalau sukses pekerjaan tapi kalau gagal ya baru itu pekerjaan kadis, Kabag, kasubag,” tulis akun @wij***
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










