bukamata.id – Beredar luas di media sosial klaim bahwa pemeran wanita dalam video viral bertajuk “Cukur Kumis” telah ditangkap aparat kepolisian. Namun, informasi ini dipastikan tidak benar dan merupakan konten rekayasa dari kreator untuk mengejar viralitas.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, menegaskan bahwa hingga Jumat (6/2/2026) pukul 14.00 WIB, pihak kepolisian belum menerima laporan dan tidak melakukan penangkapan terkait video yang ramai diperbincangkan di TikTok.
“Tidak ada penangkapan yang dilakukan Polri terkait video viral tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya informasi yang beredar tanpa verifikasi resmi,” kata Ramadhan.
Fenomena ini memperlihatkan modus baru konten kreator yang sengaja membuat video dengan narasi penangkapan yang terlihat nyata untuk meningkatkan views, klik, dan jumlah pengikut.
Sayangnya, tren ini juga dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk menyebarkan tautan berbahaya berisi malware, phishing, atau penipuan yang mengaku sebagai “video lengkap”. Puluhan orang sudah menjadi korban ketertarikan untuk menonton konten tersebut.
Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pengendalian Ditjen Aplikasi Informatika telah mengidentifikasi 17 akun yang menyebarkan hoaks terkait penangkapan video viral ini. Akun-akun tersebut kini tengah diproses sesuai ketentuan UU ITE.
Masyarakat dianjurkan untuk selalu menerapkan prinsip 3C sebelum membagikan informasi:
- Cek sumber informasi dari situs resmi atau akun terverifikasi
- Cross-check dengan minimal dua sumber terpercaya
- Cermati kejanggalan dalam konten, seperti editing kasar atau narasi berlebihan
Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Digital, Mira Tayyiba, menegaskan:
“Viralitas bukan alasan untuk menyebarkan informasi tanpa verifikasi. Setiap klik dan share berdampak nyata terhadap penyebaran hoaks.”
Hingga saat ini, identitas pemeran video “Cukur Kumis” maupun keberadaan versi lengkapnya masih belum dapat dipastikan. Publik diingatkan untuk tetap hati-hati dan tidak mudah terpancing disinformasi yang justru merugikan diri sendiri dan masyarakat luas.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










