Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Didakwa Memeras Rp55 Miliar, Febrie Adriansyah Minta Hakim Batalkan Dakwaan

Rabu, 14 Oktober 2026 14:35 WIB

Timnas Indonesia Jadi Ladang Bisnis FIFA? Juara ASEAN Cup 2026 Disebut Cuma Setingan!

Rabu, 14 Oktober 2026 14:23 WIB

Jadwal ACL 2 Persib vs The Cong-Viettel: Maung Bandung Main di Si Jalak Harupat Malam Ini

Rabu, 14 Oktober 2026 14:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Didakwa Memeras Rp55 Miliar, Febrie Adriansyah Minta Hakim Batalkan Dakwaan
  • Timnas Indonesia Jadi Ladang Bisnis FIFA? Juara ASEAN Cup 2026 Disebut Cuma Setingan!
  • Jadwal ACL 2 Persib vs The Cong-Viettel: Maung Bandung Main di Si Jalak Harupat Malam Ini
  • Gerhana Matahari Total 2027: Fenomena Langka Terlama Abad Ini, Bisakah Dilihat dari Indonesia?
  • Demian Terang-terangan ‘Goda’ Sara Wijayanto di Live TikTok Pasca Cerai, Bakal Rujuk?
  • Pemerintah Gak Sanggup? Mbak Rara Dicari Netizen Minta Bantu Padamkan Karhutla Kalimantan
  • Dua WNI Jadi Korban Serangan di Riyadh, KBRI Ungkap Kondisi Terbaru
  • Bukan Cuma Raja Indonesia! Persib Kini Bikin The Cong Viettel Ketar-ketir
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 14 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Waspada Serangan Phising, Segera Ganti Alamat Email!

By Aga GustianaKamis, 2 Januari 2025 14:37 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Gmail. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perusahaan keamanan siber terkemuka, McAfee memperingatkan pengguna layanan Gmail agar segera mengganti alamat email mereka mulai tahun ini.

Hal tersebut untuk mengantisipasi serangan phising yang sangat meyakinkan dengan memanfaatkan teknologi AI.

“Penipu menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat video atau rekaman audio palsu yang sangat realistis yang berpura-pura menjadi konten asli dari orang sungguhan,” McAfee memperingatkan, mengutip Forbes.

Serangan berbasis AI memungkinkan penjahat siber menciptakan konten palsu seperti video atau rekaman audio yang tampak otentik. Teknologi deepfake, yang kini semakin terjangkau, telah digunakan untuk menipu pengguna hingga menyerahkan informasi pribadi.

“Seiring dengan semakin mudahnya diakses dan terjangkaunya teknologi deepfake, bahkan orang-orang tanpa pengalaman sebelumnya pun dapat menghasilkan konten yang meyakinkan,” tambah McAfee.

Salah satu contoh adalah serangan phising AI yang sangat canggih yang menyerang konsultan keamanan Microsoft, Sam Mitrovic. Ia hampir menjadi korban. Dalam kasus ini, pelaku berpura-pura menjadi tim dukungan Google dengan detail yang tampak sah.

Mitrovic menerima notifikasi terkait upaya pemulihan akun Gmail, yang tampaknya berasal dari Google. Ia mengabaikannya, begitu pula dengan panggilan telepon yang muncul seminggu kemudian dan mengklaim berasal dari perusahaan yang sama.

Namun, ketika kejadian itu terulang, Mitrovic akhirnya menjawab panggilan tersebut. Suara dengan aksen Amerika yang mengaku dari tim dukungan Google mengkonfirmasi adanya aktivitas mencurigakan di akun Gmail-nya. Nomor telepon yang digunakan tampak valid sebagai milik Google, berdasarkan pencarian cepat. Bahkan, penelepon menawarkan untuk mengirimkan email konfirmasi.

Sebagai seorang konsultan keamanan, Mitrovic dengan cepat menyadari sesuatu yang tidak biasa. Email tersebut, meskipun tampak meyakinkan, memiliki kolom “To” yang ditujukan ke alamat yang sebenarnya bukan milik Google. Hal ini menunjukkan bahwa percobaan phishing tersebut dirancang dengan cermat untuk menipu pengguna yang kurang berpengalaman.

“Hampir dapat dipastikan bahwa penyerang akan terus melakukan penyerangan hingga ke titik di mana apa yang disebut proses pemulihan akan dimulai,” ungkap Mitrovic.

Google di sisi lain, terus berupaya melindungi para pengguna layanan mereka dari kejahatan siber. Mereka mengaku telah memblokir 99,9 persen email phising dan muatan malware, tapi ternyata hal tersebut tidak cukup untuk melindungi 2,5 miliar pengguna Gmail.

“Dengan lebih dari 2,5 miliar pengguna, kami saat ini menyebarkan model AI untuk memperkuat pertahanan keamanan di Gmail, termasuk menggunakan bahasa besar (LLM) baru yang dilatih untuk membasmi phising, malware, dan spam,” kata Google.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gerhana Matahari Total 2027: Fenomena Langka Terlama Abad Ini, Bisakah Dilihat dari Indonesia?

Demian Terang-terangan ‘Goda’ Sara Wijayanto di Live TikTok Pasca Cerai, Bakal Rujuk?

Pemerintah Gak Sanggup? Mbak Rara Dicari Netizen Minta Bantu Padamkan Karhutla Kalimantan

5 Destinasi Wisata Kekinian di Jabar yang Lagi Hits, Cocok Buat Healing Akhir Pekan!

Kuliner khas Sukabumi yang wajib dicoba.

Wisata Kuliner Jabar yang Wajib Dikunjungi: Dari Legendaris sampai Hidden Gem!

Harga Emas 14 Oktober 2026 Merosot, Antam dan Galeri24 Turun! Saatnya Borong?

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.