Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Fakta Mengerikan di Balik Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Dapur ‘No Sensor’

Senin, 6 April 2026 01:00 WIB

Persib Makin Perkasa! Tumbangkan Semen Padang 2-0 di Kandang

Minggu, 5 April 2026 21:13 WIB

Roma Terancam! Inter Bidik 3 Poin Penting Demi Amankan Puncak Klasemen

Minggu, 5 April 2026 20:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Fakta Mengerikan di Balik Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Dapur ‘No Sensor’
  • Persib Makin Perkasa! Tumbangkan Semen Padang 2-0 di Kandang
  • Roma Terancam! Inter Bidik 3 Poin Penting Demi Amankan Puncak Klasemen
  • HEBOH! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Viral, Ternyata Jebakan 1 Miliar Rupiah Mengintai
  • Link Live Streaming Semen Padang vs Persib, Siapa Tumbang di Padang?
  • Suaranya Bikin Merinding! Siswa Kelas SD Baca UUD 1945 Tanpa Teks, Pejabat Belum Tentu Bisa
  • Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Heboh, Identitas Pemeran Jadi Tanda Tanya
  • Viral Lagi! Hendrik MBG Bikin Macet Bandung Gara-Gara Parkir Sembarangan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 6 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

WHD 2023, Masyarakat Jabar Diedukasi Pertolongan Pertama Henti Jantung

By Fahlevi MercedesKamis, 28 September 2023 14:32 WIB5 Mins Read
WHD 2023
Peringatan Hari Jantung Sedunia atau World Heart Day (WHD) 2023. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Masyarakat Jawa Barat menyambut dengan antusias peringatan Hari Jantung Sedunia atau World Heart Day (WHD) 2023. Sebab penyakit jantung merupakan salah satu yang berbahaya di dunia dan penting untuk mencegahnya.

Peringatan WHD 2023 digelar di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (28/9/2023). Berbagai kegiatan dilakukan sebagai bagian dari kampanye kesehatan jantung yang dicanangkan oleh WHO kepada seluruh dunia guna menyaring gejala awal kejadian stroke yang terjadi di masyarakat.

Ketua Pelaksana Hari Jantung Sedunia 2023, Arnita Sari mengatakan, antusiasme masyarakat dalam peringatan WHD 2023 cukup tinggi. Di mana 3.000 masyarakat ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti jalan sehat, parade kostum unik, edukasi Menari (Meraba Nadi Sendiri) dan praktik memberikan
Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang benar pada orang yang mengalami henti jantung.

“Acara ini dipersembahkan untuk masyarakat Indonesia secara umum dan khususnya warga Bandung sekaligus mengedukasi kepada masyarakat agar dapat melakukan tindakan pencegahan penyakit terkait jantung,” kata Arnita.

Arnita menjelaskan, kegiatan ini pun diisi dengan pelatihan yang bekerja sama dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJP) Paramarta. Di mana pihaknya ingin memasyarakatkan pertolongan pertama pada henti jantung.

“Kalau ada henti jantung, selama ini banyak beredar di media sosial pertolongan yang salah. Jadi kita mengajarkan bagaimana menolong orang yang dengan henti jantung yang benar seperti apa,” ujarnya.

Ia ingin, dengan adanya pengetahuan di masyarakat diharapkan masyarakat yang mengalami henti jantung bisa tertolong. Bahkan lebih jauh dengan penanganan pertama yang tepat bisa sehat lagi.

Baca Juga:  Puluhan PKL di Jalan Ganesha Bandung Sukarela Direlokasi

“Walaupun kemungkinannya sulit, tapi pertolongan pertama makin cepat makin baik,” tuturnya.

Menurut Arnita, meningkatknya kasus jantung di masa kini tidak lepas dari berubahnya pola hidup dan pola makan. Parahnya lagi penyakit tersebut menyerang dengan usia yang semakin muda.

Meski begitu, penyakit tersebut timbul bisa disebabkan berbagai hal. Selain hipertensi, bisa juga karena bawaan dan metabolik misalnya diabetes.

“Itu (diabetes) cukup banyak angkanya di Indonesia. Hipertensi saja yang Dikdas lama itu sudah di atas 2 persen, yang kecil dari seluruhnya. Tapi ternyata untuk jantung ini menjadi penyebab kematian yang paling besar,” ucapnya.

Arnita menambahkan, penyakit ini sebetulnya bisa dicegah. Salah satunya yang bisa dilakukan adalah hipertensi dan diabetes dikendalikan, lalu pola makan sehat dan rajin berolahraga.

“Kalau kita sering bergaul seperti ini setidaknya hindari stres, pangkal jantung sehat. Enyahkan rokok, hindari stres, awasi tekanan darah dan teratur berolahraga,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Jabar, Komar Hanif mengatakan, peringatan WHD 2023 merupakan agenda tahunan yang bertujuan mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung. Di samping itu mengingatkan bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Jawa Barat.

Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Jabar, Komar Hanif. Foto: Istimewa

“Acara ini merupakan peningkatan kemampuan masyarakat mengenal jantung, penyakit jantung dari awal dan preventif. Jadi kita upayakan dengan Menari tadi,” ujar Komar.

Menurut Komar, setelah mereka diedukasi nantinya akan menyebarkan kepada masyarakat luas. Bahkan mereka yang hadir diedukasi upaya pertolongan pertama jika henti jantung yang benar.

“Kalau terjadi di masyarakat, mereka harus tahu. Jangan sampai mereka gak tahu apa-apa. Sehingga mereka diberi pengetahuan juga dan peningkatan kemampuan bagaimana memberikan pertolongan pertama pada henti jantung,” ucapnya.

Baca Juga:  Kota Bandung Dikepung Ujian: Korupsi, Konflik dan Sampah

Berdasarkan data yang dimilikinya, prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5 persen dari jumlah penduduk. Bahkan untuk Jabar angkanya lebih tinggi dari nasional.

“Jabar itu 1,6 persen dari jumlah penduduk. Itu urutannya nomor 16 se-Indonesia, Jawa Barat. Tapi untuk kasus penyakit jantunh koroner, Jawa Barat nomor 1 malahan. Tertinggi se-Indonesia,” bebernya.

Maka dari itu, penting sekali masyarakat diberikan edukasi terkait jantung. Apalagi pertolongan pertama jika terjadi henti jantung sangat penting dimiliki.

“Di Jawa Barat ini uniknya nomor satu terjadi penyakit jantung koroner,” katanya.

Peni Pahlawada dari RSJP Paramarta mengemukakan, kegiatan bertajuk “Kenali Jantungmu Sayangi Jantungmu” ini sesuai dengan visi dan misi RSJP Paramarta. Utamanya menolong masyarakat yang terkena penyakit jantung agar kualitas hidupnya naik.

“Tapi yang lebih utama lagi, program yang preventif, bagaimana mencegah orang yang sehat untuk kemudian tidak menjadi sakit. Program edukasi ini menjadi sesuatu yang harus terus kami lakukan setiap saat,” kata Peni.

Menurutnya, ketika satu orang terkena penyakit jantung, maka dua atau empat orang di sekitarnya akan terdampak. Baik itu kepada suami atau istrinya maupun anak-anaknya.

“Jadi penyakit ini, penyakit yang memang harus bersama-sama lawan, cegah dengan gaya hidup dan pola hidup yang sehat. Ini harus kolaborasi bersama,” pesannya.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Jabar, Denda Alamsyah mengatakan, pihaknya sangat mengapresasi kegiatan yang digelar oleh YJI Cabang Jabar itu. Pasalnya, kegiatan ini bagian dari membudayakan olahraga di masayarakat khususnya terkait kesehatan jantung.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Sukses Cetak Generasi Muda Berkarakter Lewat Jabar Masagi

“Memang kita ini perlu pembudayaan olahraga di masyarakat. Kalau dulu ada slogan memasyarakatkan olahraga,” kata Denda.

Denda berharap, lewat kegiatan ini makin banyak masyarakat yang sehat dan bugar. Apalagi 22 tahun dari sekarang sudah dicanangkan Indonesia Bugar 2045.

“Kalau dibayangkan semuanya sakit itu, akan jadi beban negara dan bangsa. Akan tetapi kalau semuanya sehat dari sejak dini dipelihara jantungnya, rajin olahraga, olahraga menjadi budaya dan terus dilakukan YJI, tentunya itu menjadi kekuatan nanti di 2045,” ucapnya.

Kegiatan WHD 2023 tingkat Jabar. Foto: Istimewa

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular (Perki) Kota Bandung, Badai Bhatara Tiksnadi mengatakan, tren penyakit jantung saat ini terus meningkat. Bukan hanya di negara maju, penyakit ini pun semakin naik di negara berkembang dan usia mulainya lebih muda.

Badai mengungkapkan, dulunya yang biasa terkena penyakit jantung 40 tahun, kini bisa terjadi di usia 30. Oleh karenanya, pencegahan penyakit jantung lebih dini dilakukan dan jangan sampai menunggu itu terjadi.

“Konsep mencegah itu penting. Tentu tidak mungkin kita bisa secara efektif yah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, bahkan harus melibatkan masyarakat,” kata Badai.

Badai menambahkan, akar dari penyakit jantung ini satu di antaranya dari gaya hidup yang tidak sehat. Semisal merokok, kurang olahraga, dan banyak main handphone.

“Karena diam saja (main HP), tidak bergerak kan. Kalau kita bergerak, darah mengalir, pembuluh darah akan jadi bagus. Kolestrol tidak akan membandel,” ucapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured Hari Jantung Sedunia jantung WHD 2023
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Suaranya Bikin Merinding! Siswa Kelas SD Baca UUD 1945 Tanpa Teks, Pejabat Belum Tentu Bisa

Viral Lagi! Hendrik MBG Bikin Macet Bandung Gara-Gara Parkir Sembarangan

Bukan Sekadar Meme! Ini Sejarah Kopo Bandung yang Kini Jadi Sorotan Warganet

Tolak Beri Uang Tambahan, Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Diduga Dikeroyok Preman

Sok Kuasa! Akses Jalan Perumahan Ditutup Paksa, Ngaku Tanah Pribadi Padahal Fasum!

Heboh! Benda Terbang Misterius Terlihat di Langit Lampung Timur, Warga Dengar Suara Ledakan

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Misteri Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Terbongkar, Identitas Pemeran Masih Gelap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.