Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 21:35 WIB

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Selasa, 13 Oktober 2026 20:35 WIB

Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two

Selasa, 13 Oktober 2026 20:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia
  • PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar
  • Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two
  • Dari Sumedang Jadi Diva Dunia! Kisah Rahasia Rossa yang Jarang Orang Tahu!
  • Igor Tolic Soroti Kekuatan Cong Viettel, Persib Siapkan Strategi Khusus
  • Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa
  • Erick Thohir Buka Opsi Baru! Timnas Indonesia Bisa Hadapi Lawan di Luar Jazirah Arab
  • Sasar Mahasiswa Jabar, inDrive Rampungkan Edukasi Keselamatan Berkendara ‘Drive Your Future Phase 2’
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tolak Beri Uang Tambahan, Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Diduga Dikeroyok Preman

By SusanaMinggu, 5 April 2026 11:17 WIB2 Mins Read
Ilustrasi korban meninggal dunia. (Foto: Ilustrasi/net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tragedi berdarah terjadi di tengah suasana hajatan warga di Kabupaten Purwakarta. Seorang pemilik acara bernama Dadang (58) dilaporkan meninggal dunia usai diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang yang meminta uang tambahan.

Peristiwa ini kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian, sementara Satreskrim Polres Purwakarta masih memburu para pelaku yang diduga berjumlah lebih dari dua orang.

Keributan Berawal dari Permintaan Uang di Acara Hajatan

Insiden tragis tersebut terjadi di sebuah hajatan yang digelar di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta.

Menurut keterangan keluarga, awalnya para pelaku datang ke lokasi acara dan meminta sejumlah uang. Permintaan tersebut sempat dipenuhi oleh pihak keluarga.

Baca Juga:  Sentuhan Humanis Om Zein: Rumah Eks Loper Koran Disulap Jadi Layak Huni, Wartawan Ucapkan Terima Kasih

Namun, situasi berubah mencekam ketika kelompok tersebut kembali datang dan meminta uang tambahan hingga mencapai Rp500 ribu.

“Awalnya cuma minta uang, sekali dikasih, mereka minta lagi sampai Rp500 ribu,” ungkap Asep Wahyu, adik korban.

Permintaan berulang itu memicu ketegangan hingga akhirnya terjadi keributan di lokasi acara.

Diduga Dikeroyok Lebih dari Dua Orang

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya insiden penganiayaan yang berujung maut tersebut.

Ia menyebut keributan di tengah acara hajatan berubah menjadi aksi kekerasan yang menyebabkan korban tidak sadarkan diri.

“Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri,” ujar Enjang, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga:  Marbot Masjid di Purwakarta Tewas Dibacok Tetangga Sendiri Saat Hendak Adzan

Polisi menduga pelaku lebih dari dua orang dan saat ini masih dalam proses pengejaran.

Ditemukan Barang Bukti Bambu di Lokasi Kejadian

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan benda berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk memukul korban.

Benda tersebut diduga menjadi alat yang menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga akhirnya tidak tertolong meski sempat dibawa ke rumah sakit.

“Di TKP kita menemukan sebuah belahan bambu yang diduga dipukulkan ke kepala korban,” kata AKP Enjang.

Suasana Hajatan Berubah Mencekam

Baca Juga:  Sewindu Cerdas Melaju, Diskominfo Purwakarta Dorong Peningkatan Pelayanan

Peristiwa tersebut membuat suasana pesta pernikahan yang semula penuh kebahagiaan berubah menjadi kepanikan.

Sejumlah tamu undangan dilaporkan berhamburan menyelamatkan diri, sementara keluarga dan warga sekitar berusaha memberikan pertolongan kepada korban.

Pihak kepolisian kini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif pasti serta identitas para pelaku.

Polisi Lakukan Pengejaran Pelaku

Satreskrim Polres Purwakarta memastikan telah bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Polisi juga menyatakan bahwa jumlah pelaku diperkirakan lebih dari dua orang dan masih terus dikembangkan.

“Mohon doanya, kami bergerak cepat agar para pelaku segera tertangkap,” ujar AKP Enjang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

purwakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.