Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
El Nino

Ribuan Hektare Sawah Sukabumi Terancam Puso: El Nino Picu Krisis Air di Lumbung Pangan Selatan

Jumat, 14 Agustus 2026 21:22 WIB

Modal Ngaku Intel dan Tuduh Bawa Narkoba, Pria Ini Gasak Uang Warga Rp600 Ribu

Jumat, 14 Agustus 2026 20:27 WIB

Persib Kena Sanksi Berat AFC, Denda Rp3,57 Miliar dan Dua Laga Tanpa Penonton

Jumat, 14 Agustus 2026 20:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ribuan Hektare Sawah Sukabumi Terancam Puso: El Nino Picu Krisis Air di Lumbung Pangan Selatan
  • Modal Ngaku Intel dan Tuduh Bawa Narkoba, Pria Ini Gasak Uang Warga Rp600 Ribu
  • Persib Kena Sanksi Berat AFC, Denda Rp3,57 Miliar dan Dua Laga Tanpa Penonton
  • Suarakan Jeritan Warga Garut Selatan, Band Metal VoB Soroti Jalan Rusak 10 Tahun
  • Spesial Kemerdekaan, Naik Bandros di Bandung Cuma Bayar Rp8 Pakai QRIS
  • Prabowo Sebut ‘Biadab’ Tapi MBG Lanjut Terus? Tragedi Keracunan Massal Karo Bikin Gempar!
  • Terungkap! Detik-detik Honda Ferio Tabrak Aiptu Asep Suhara hingga Terpental 8 Meter
  • Persib Tak Full Team Lawan Sabah FC, 5 Pemain Timnas Masih Absen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 14 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tolak Beri Uang Tambahan, Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Diduga Dikeroyok Preman

By SusanaMinggu, 5 April 2026 11:17 WIB2 Mins Read
Ilustrasi korban meninggal dunia. (Foto: Ilustrasi/net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tragedi berdarah terjadi di tengah suasana hajatan warga di Kabupaten Purwakarta. Seorang pemilik acara bernama Dadang (58) dilaporkan meninggal dunia usai diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang yang meminta uang tambahan.

Peristiwa ini kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian, sementara Satreskrim Polres Purwakarta masih memburu para pelaku yang diduga berjumlah lebih dari dua orang.

Keributan Berawal dari Permintaan Uang di Acara Hajatan

Insiden tragis tersebut terjadi di sebuah hajatan yang digelar di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta.

Menurut keterangan keluarga, awalnya para pelaku datang ke lokasi acara dan meminta sejumlah uang. Permintaan tersebut sempat dipenuhi oleh pihak keluarga.

Namun, situasi berubah mencekam ketika kelompok tersebut kembali datang dan meminta uang tambahan hingga mencapai Rp500 ribu.

“Awalnya cuma minta uang, sekali dikasih, mereka minta lagi sampai Rp500 ribu,” ungkap Asep Wahyu, adik korban.

Permintaan berulang itu memicu ketegangan hingga akhirnya terjadi keributan di lokasi acara.

Diduga Dikeroyok Lebih dari Dua Orang

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya insiden penganiayaan yang berujung maut tersebut.

Ia menyebut keributan di tengah acara hajatan berubah menjadi aksi kekerasan yang menyebabkan korban tidak sadarkan diri.

“Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri,” ujar Enjang, Sabtu (4/4/2026).

Polisi menduga pelaku lebih dari dua orang dan saat ini masih dalam proses pengejaran.

Ditemukan Barang Bukti Bambu di Lokasi Kejadian

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan benda berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk memukul korban.

Benda tersebut diduga menjadi alat yang menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga akhirnya tidak tertolong meski sempat dibawa ke rumah sakit.

“Di TKP kita menemukan sebuah belahan bambu yang diduga dipukulkan ke kepala korban,” kata AKP Enjang.

Suasana Hajatan Berubah Mencekam

Peristiwa tersebut membuat suasana pesta pernikahan yang semula penuh kebahagiaan berubah menjadi kepanikan.

Sejumlah tamu undangan dilaporkan berhamburan menyelamatkan diri, sementara keluarga dan warga sekitar berusaha memberikan pertolongan kepada korban.

Pihak kepolisian kini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif pasti serta identitas para pelaku.

Polisi Lakukan Pengejaran Pelaku

Satreskrim Polres Purwakarta memastikan telah bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Polisi juga menyatakan bahwa jumlah pelaku diperkirakan lebih dari dua orang dan masih terus dikembangkan.

“Mohon doanya, kami bergerak cepat agar para pelaku segera tertangkap,” ujar AKP Enjang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal hari ini hajatan berdarah kampung cikumpay pemilik hajatan tewas pengeroyokan purwakarta preman minta uang purwakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

El Nino

Ribuan Hektare Sawah Sukabumi Terancam Puso: El Nino Picu Krisis Air di Lumbung Pangan Selatan

Modal Ngaku Intel dan Tuduh Bawa Narkoba, Pria Ini Gasak Uang Warga Rp600 Ribu

Suarakan Jeritan Warga Garut Selatan, Band Metal VoB Soroti Jalan Rusak 10 Tahun

program MBG

Prabowo Sebut ‘Biadab’ Tapi MBG Lanjut Terus? Tragedi Keracunan Massal Karo Bikin Gempar!

Terungkap! Detik-detik Honda Ferio Tabrak Aiptu Asep Suhara hingga Terpental 8 Meter

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Desil DTSEN Pakai NIK KTP, Begini Cara Tahu Status Bansos Agustus 2026

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.