Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas

Jumat, 2 Oktober 2026 21:53 WIB

Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara

Jumat, 2 Oktober 2026 20:23 WIB

Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027

Jumat, 2 Oktober 2026 20:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas
  • Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara
  • Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027
  • Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung
  • Bukan Kebetulan! John Herdman Ungkap Rahasia Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2
  • Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut
  • Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja
  • Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Wonderful Angklung in Harmony 2025: Wujudkan Hulu-Hilir Pelestarian Bambu

By Putra JuangMinggu, 30 November 2025 14:16 WIB3 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perhelatan tahunan “Wonderful Angklung in Harmony” kembali digelar, menandai tahun ke-15 penyelenggaraannya, yang berlangsung di Udjo Ecoland, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Minggu (30/11/2025).

Acara ini menjadi panggung sinergi antara pelestarian seni budaya Angklung dengan upaya konservasi lingkungan, yang puncaknya ditandai dengan peresmian Museum Hidup Angklung di kawasan Ujo Eco Land.

Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, kegiatan ini adalah perwujudan harmonisasi antara produk kesenian dengan lingkungan hidup.

“Intinya, kita melihat sebuah upaya konservasi bambu di lingkungan yang diberi nama Ujo Eco Land,” ucap Buky Wibawa.

“Menurut saya, ini adalah sebuah upaya yang menunjukkan keharmonisan antara produk kesenian dengan lingkungan hidup. Ini contoh bagaimana kesenian dapat berkolaborasi dengan masyarakat dan lingkungan, sehingga menyadarkan kita semua bahwa menjaga keseimbangan lingkungan itu sangat penting,” tambahnya.

Baca Juga:  APBD Jabar Tembus Rp 32,23 Triliun, Belanja Modal Jadi Prioritas Utama

Buky Wibawa menekankan relevansi konservasi ini mengingat maraknya bencana lingkungan. Ia menyoroti kawasan Cimenyan yang sering dilanda longsor saat hujan.

“Jadi ini sebuah percontohan. Kita harus menjaga lingkungan dengan menanam bambu di area konservasi ini yang kebetulan dikelola melalui kolaborasi dengan Eco Land,” tegasnya.

Museum Hidup Angklung dan Keterlibatan Komunitas

Dalam acara tersebut, Buky Wibawa juga membuka secara simbolis area yang disebut sebagai Museum Hidup Angklung yang berpadu dengan upaya konservasi tanaman bambu.

“Saya hadir diminta untuk membuka sebuah wilayah yang kita sebut sebagai museum hidup Angklung, yang berpadu dengan upaya konservasi, khususnya untuk tanaman bambu,” imbuhnya.

Baca Juga:  Ribuan Mahasiswa Bandung Berpakain Hitam Kepung Gedung DPRD Jabar, Tolak RUU Pilkada

Mengenai berbagai penampilan yang disuguhkan, termasuk dari anak-anak, Buky Wibawa memuji konsep pengembangan yang berbasis komunitas yang telah dirintis Mang Ujo sejak lama.

“Ujo itu sejak dulu saya melihat konsepnya mengembangkan istilah community-based development. Jadi Angklung melalui kreativitas Mang Ujo hidup dengan dukungan masyarakat sekitarnya,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan anak-anak sebagai generasi penerus.

“Keterlibatan dalam kegiatan berkesenian, khususnya Angklung, akan menjadi pengalaman penting yang nantinya menumbuhkan kesetiaan terhadap nilai-nilai seni tradisi yang kita punya. Yang penting itu bagaimana anak-anak dilibatkan, lalu perlahan-lahan beradaptasi dengan produk warisan budaya kita,” terangnya.

Dukungan DPRD Jabar Wujudkan Pelestarian UNESCO

Baca Juga:  Pembangunan Rebana Tak Boleh Tinggalkan Warga Lokal, Ketua DPRD Jabar: Fokus Juga pada Pelatihan SDM!

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT. Saung Angklung Udjo, Taufik Hidayat Udjo mengungkapkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan kewajiban UNESCO untuk memelihara, melindungi, mempromosikan, dan menggenerasikan Angklung sebagai warisan budaya.

Taufik Hidayat juga menyampaikan terima kasih atas dukungan konkret dari Ketua DPRD Jabar.

“Dukungan itu membuat semua hal tersebut benar-benar bisa terwujud, bukan hanya omong kosong,” ujarnya.

Dukungan tersebut diwujudkan dalam peristiwa penandatanganan Museum Hidup Angklung, di mana Ketua DPRD menyerahkan seribu bibit bambu hitam yang diharapkan dapat menjadi hulu-hilir Angklung, memastikan kelestarian alat musik tersebut.

“Yang paling penting, konservasi ini juga bisa memelihara lingkungan yang sekarang sedang ramai-ramainya dilanda bencana,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Buky Wibawa DPRD Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas

Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara

Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027

Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung

BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.