bukamata.id – Pihak Kepolisian memberlakukan penutupan dan penjagaan ketat di kawasan bencana longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, guna mencegah munculnya korban baru akibat potensi longsor susulan.
Langkah sterilisasi ini diambil menyusul kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah kaki Gunung Burangrang, dengan intensitas hujan tinggi disertai kabut tebal. Situasi tersebut membuat area longsor tetap berada dalam zona bahaya berisiko tinggi.
Petugas kepolisian disiagakan di sejumlah titik akses menuju lokasi bencana untuk membatasi pergerakan warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak. Pengosongan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dilakukan berdasarkan koordinasi antara aparat keamanan dan perangkat desa setempat.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan ragu melakukan penutupan akses secara total apabila kondisi di lapangan dinilai membahayakan keselamatan warga dan petugas. Kebijakan ini dinilai penting untuk mempercepat proses penanggulangan bencana serta melindungi nyawa masyarakat.
Polisi Sesalkan Warga Datang karena Rasa Penasaran
Kapolres Cimahi, AKBP Niko Adi Putra, menyayangkan masih adanya warga yang mendatangi lokasi longsor hanya karena dorongan rasa ingin tahu.
Menurutnya, kehadiran masyarakat yang tidak berkepentingan justru menghambat mobilitas petugas di lapangan, terutama tim penyelamat yang tengah melakukan operasi pencarian dan evakuasi korban.
Penumpukan kendaraan warga di jalur-jalur krusial menyebabkan akses keluar-masuk mobil tim SAR dan ambulans menjadi terbatas. Padahal, kecepatan pergerakan sangat krusial dalam proses penanganan korban, khususnya di sekitar posko pengungsian dan posko Disaster Victim Identification (DVI).
Update Pencarian Korban Longsor Hari ke-7
Hingga Jumat (30/1/2026), proses pencarian korban longsor Pasirlangu telah memasuki hari ketujuh. Puluhan korban masih dinyatakan belum ditemukan.
Basarnas terus mengerahkan upaya maksimal dengan menambah dukungan alat berat serta mengoptimalkan personel di berbagai sektor pencarian. Namun, cuaca ekstrem masih menjadi kendala utama dalam operasi penyelamatan.
Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Y. Bramantyo N, menyampaikan bahwa hingga saat ini sekitar 32 korban masih dalam proses pencarian. Meski kondisi alam tidak bersahabat, seluruh personel tetap dikonsolidasikan untuk bekerja secara optimal dan mengutamakan keselamatan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










