Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Murid Part 2 Lebih Hot? Hati-hati Jebakan!

Selasa, 19 Mei 2026 01:00 WIB

Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar

Senin, 18 Mei 2026 22:03 WIB

Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan

Senin, 18 Mei 2026 21:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Murid Part 2 Lebih Hot? Hati-hati Jebakan!
  • Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
  • Rumor Transfer Liga 1: Persija dan Persib Saling Sikut Berburu Tanda Tangan Mariano Peralta
  • Detik-Detik Menegangkan di Parepare: Persib Menang, Adam Alis Ungkap Fakta Mengejutkan
  • Video ‘Guru Bahasa Inggris’ Viral Picu Kekhawatiran Keamanan Digital, Netizen Diminta Waspada Link Palsu
  • Heboh Sosok Sambo di Bali! Bukan Polisi, Tapi Kerjaan Seharinya Jauh Lebih Bikin Merinding!
  • Catat dan Simpan! Inilah Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026, Dari A Sampai L
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 19 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tangan Besi Dedi Mulyadi di Pasirlangu: Tegas Demi Nyawa atau Tergesa-gesa?

By Muhammad Rafki Razif KiransyahMinggu, 25 Januari 2026 15:40 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasca bencana longsor yang meluluhlantakkan Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil sikap tegas.

Ia mengusulkan agar kawasan permukiman terdampak dialihfungsikan sepenuhnya menjadi hutan, demi mencegah tragedi serupa terulang.

Diketahui, longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari itu menghancurkan sedikitnya 30 rumah warga setelah material tanah dari lereng Gunung Burangrang menerjang permukiman.

Saat meninjau lokasi bencana, Dedi menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi pertimbangan utama dalam penataan wilayah ke depan.

“Saya lebih cenderung daerah ini dihutankan saja. Warga di sekitar sini segera direlokasi karena potensi terjadi lagi sangat tinggi. Kondisinya sangat mencemaskan,” ujar Dedi, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga:  Kota Bandung Etalase Jabar, Dedi Mulyadi Ingin Problem Sosial Diselesaikan

Meski menempatkan evakuasi dan penanganan darurat sebagai prioritas jangka pendek, Dedi menegaskan tidak ingin warga kembali bermukim di zona rawan longsor yang secara geologis dinilai sangat berbahaya.

Namun, wacana penghutanan permanen ini memantik diskusi yang lebih luas, terutama terkait masa depan ekonomi masyarakat Pasirlangu yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Pakar ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, menilai bahwa kebijakan pascabencana tidak boleh berhenti pada soal komoditas, tetapi harus berangkat dari peta risiko.

“Kalau kita bicara Pasirlangu pascabencana, kuncinya bukan komoditasnya apa, tapi risikonya apa,” kata Rizaldy saat diwawancarai secara daring, Minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, wilayah yang berulang kali dilanda longsor menyimpan biaya sosial dan ekonomi yang sangat besar.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Minta Kabupaten/Kota Hapus Tunggakan PBB Warga

“Dari aspek ekonomi, kebencanaan lahan-lahan yang berulang kali longsor itu biaya sosialnya besar. Ada korban jiwa, rumah rusak, jalan putus, distribusi terganggu, dan ujungnya biaya publik,” ujarnya.

Dalam konteks itu, Rizaldy memahami gagasan penghutanan sebagai bentuk investasi keselamatan jangka panjang. “Gagasan penghutanan permanen bisa dipahami sebagai investasi keselamatan ekologi,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa Pasirlangu juga dikenal memiliki potensi ekonomi, khususnya sebagai sentra paprika. Karena itu, menurutnya, kebijakan tidak boleh berhenti pada pelabelan kawasan sebagai hutan semata.

“Benar juga Pasirlangu ini punya potensi ekonomi. Maka kebijakan jangan berhenti ditutup jadi hutan, tapi harus ada disentrasi. Zona mana yang benar-benar nol aktivitas, dan zona mana yang masih bisa dikelola dengan prinsip konservasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Desak Evaluasi Izin Tambang Usai Sawah di Sukabumi Terdampak Lumpur

Yang paling krusial, kata Rizaldy, adalah memastikan warga khususnya para petani tidak menjadi korban kedua setelah bencana. “Dan yang paling penting, petaninya jangan ditinggalkan,” tegasnya.

Ia menekankan, keselamatan memang tidak bisa ditawar, tetapi keadilan sosial dan keberlanjutan ekonomi warga harus berjalan seiring.

“Keselamatan itu prioritas, tapi ekonomi warga juga wajib diselamatkan. Jadi dua-duanya harus berjalan bareng,” tutupnya.

Bencana Pasirlangu menjadi pengingat bahwa penanganan longsor tidak cukup hanya dengan respons darurat. Ia menuntut keberanian mengambil keputusan struktural, sekaligus kebijaksanaan agar kebijakan ekologis tidak berubah menjadi bumerang bagi masyarakat di lereng gunung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi longsor Cisarua longsor Pasirlangu Penghutanan kawasan rawan longsor Relokasi warga Pasirlangu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar

Heboh Sosok Sambo di Bali! Bukan Polisi, Tapi Kerjaan Seharinya Jauh Lebih Bikin Merinding!

Tragis! Pria Hanyut di Sungai Cikapundung Ditemukan Tewas di Batujajar

Bikin Malu Tuan Rumah! Peselancar Putri Indonesia Ini Cetak Rekor yang Belum Pernah Ada!

Klarifikasi Atau Settingan? Misteri Pria Gondrong Demo Pati di Kantor Intel Kodim!

Regenerasi Emas Persib Dimulai dari Sini, Piala Wali Kota Bandung Jadi Kawah Candradimuka Pesepakbola Muda

Terpopuler
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Adu Mekanik di Bursa Transfer: Persib Tantang Klub Yunani Demi Amankan Tanda Tangan Bintang Brasil
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.