Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cek Sekarang! 5 Bansos yang Masih Cair September 2026, PKH dan BPNT Masuk Tahap 3

Jumat, 4 September 2026 05:00 WIB

Heboh Link Full 7 Menit Kasir Indomaret, Waspada Jebakan Phishing!

Jumat, 4 September 2026 04:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Bansos BPNT September 2026 Pakai NIK KTP, Ada Bantuan Rp600 Ribu? Ini Caranya

Jumat, 4 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cek Sekarang! 5 Bansos yang Masih Cair September 2026, PKH dan BPNT Masuk Tahap 3
  • Heboh Link Full 7 Menit Kasir Indomaret, Waspada Jebakan Phishing!
  • Cek Bansos BPNT September 2026 Pakai NIK KTP, Ada Bantuan Rp600 Ribu? Ini Caranya
  • Banjir Rezeki! Link DANA Kaget Hari Ini 4 September 2026: Sikat Saldo Gratis hingga Ratusan Ribu
  • Banjir Hadiah Gratis! Kode Redeem FF 4 September 2026: Klaim Skin Senjata & Bundle Keren Sekarang
  • Bukan Si Jalak Harupat, Persib Pilih GBLA untuk Hadapi PSM Makassar
  • Jangan Asal Klik! Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Viral Bisa Bawa Bahaya
  • BLT Kesra Rp900.000 September 2026 Kapan Cair? Simak Status PKH dan BPNT Terbaru
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 4 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tangan Besi Dedi Mulyadi di Pasirlangu: Tegas Demi Nyawa atau Tergesa-gesa?

By Muhammad Rafki Razif KiransyahMinggu, 25 Januari 2026 15:40 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasca bencana longsor yang meluluhlantakkan Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil sikap tegas.

Ia mengusulkan agar kawasan permukiman terdampak dialihfungsikan sepenuhnya menjadi hutan, demi mencegah tragedi serupa terulang.

Diketahui, longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari itu menghancurkan sedikitnya 30 rumah warga setelah material tanah dari lereng Gunung Burangrang menerjang permukiman.

Saat meninjau lokasi bencana, Dedi menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi pertimbangan utama dalam penataan wilayah ke depan.

“Saya lebih cenderung daerah ini dihutankan saja. Warga di sekitar sini segera direlokasi karena potensi terjadi lagi sangat tinggi. Kondisinya sangat mencemaskan,” ujar Dedi, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga:  Pendaftaran Ditutup, Ini 4 Paslon yang Siap Bertarung di Pilgub Jabar 2024

Meski menempatkan evakuasi dan penanganan darurat sebagai prioritas jangka pendek, Dedi menegaskan tidak ingin warga kembali bermukim di zona rawan longsor yang secara geologis dinilai sangat berbahaya.

Namun, wacana penghutanan permanen ini memantik diskusi yang lebih luas, terutama terkait masa depan ekonomi masyarakat Pasirlangu yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Pakar ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, menilai bahwa kebijakan pascabencana tidak boleh berhenti pada soal komoditas, tetapi harus berangkat dari peta risiko.

“Kalau kita bicara Pasirlangu pascabencana, kuncinya bukan komoditasnya apa, tapi risikonya apa,” kata Rizaldy saat diwawancarai secara daring, Minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, wilayah yang berulang kali dilanda longsor menyimpan biaya sosial dan ekonomi yang sangat besar.

Baca Juga:  Uang Kembali, Dedi Mulyadi Tetap Kejar Dalang Pemotongan Kompensasi Sopir Angkot

“Dari aspek ekonomi, kebencanaan lahan-lahan yang berulang kali longsor itu biaya sosialnya besar. Ada korban jiwa, rumah rusak, jalan putus, distribusi terganggu, dan ujungnya biaya publik,” ujarnya.

Dalam konteks itu, Rizaldy memahami gagasan penghutanan sebagai bentuk investasi keselamatan jangka panjang. “Gagasan penghutanan permanen bisa dipahami sebagai investasi keselamatan ekologi,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa Pasirlangu juga dikenal memiliki potensi ekonomi, khususnya sebagai sentra paprika. Karena itu, menurutnya, kebijakan tidak boleh berhenti pada pelabelan kawasan sebagai hutan semata.

“Benar juga Pasirlangu ini punya potensi ekonomi. Maka kebijakan jangan berhenti ditutup jadi hutan, tapi harus ada disentrasi. Zona mana yang benar-benar nol aktivitas, dan zona mana yang masih bisa dikelola dengan prinsip konservasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Ekonomi Terpukul, Anggaran Terbatas: Jawa Barat Hadapi Tahun Fiskal yang Berat

Yang paling krusial, kata Rizaldy, adalah memastikan warga khususnya para petani tidak menjadi korban kedua setelah bencana. “Dan yang paling penting, petaninya jangan ditinggalkan,” tegasnya.

Ia menekankan, keselamatan memang tidak bisa ditawar, tetapi keadilan sosial dan keberlanjutan ekonomi warga harus berjalan seiring.

“Keselamatan itu prioritas, tapi ekonomi warga juga wajib diselamatkan. Jadi dua-duanya harus berjalan bareng,” tutupnya.

Bencana Pasirlangu menjadi pengingat bahwa penanganan longsor tidak cukup hanya dengan respons darurat. Ia menuntut keberanian mengambil keputusan struktural, sekaligus kebijaksanaan agar kebijakan ekologis tidak berubah menjadi bumerang bagi masyarakat di lereng gunung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi longsor Cisarua longsor Pasirlangu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cek Sekarang! 5 Bansos yang Masih Cair September 2026, PKH dan BPNT Masuk Tahap 3

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Bansos BPNT September 2026 Pakai NIK KTP, Ada Bantuan Rp600 Ribu? Ini Caranya

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BLT Kesra Rp900.000 September 2026 Kapan Cair? Simak Status PKH dan BPNT Terbaru

Bukan Cuma Asap yang Membara! Gubernur Kalbar Nyaris ‘Hantam’ Mahasiswa

Viral! Dedi Mulyadi Kena Semprot Warga, Disorot soal Masuk Rumah Bawa Kamera

Bawa Airsoft Gun, Oknum Wartawan Diamankan Polisi Usai Diduga Ancam Pedagang di Baleendah

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • Game Free Fire
    Klaim Senjata & Emote Langka Gratis! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 29 Agustus 2026, Cek Cara Klaimnya
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
  • Persib Bandung Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Langsung Alihkan Fokus
  • Adu Konsep Bongkar Pasang Gedung Sate Ala Dedi Mulyadi Vs Ridwan Kamil, Pilih Mana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.