Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI

Minggu, 27 September 2026 20:17 WIB

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Minggu, 27 September 2026 19:23 WIB

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Minggu, 27 September 2026 18:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Desak Evaluasi Izin Tambang Usai Sawah di Sukabumi Terdampak Lumpur

By Aga GustianaJumat, 11 April 2025 09:04 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap izin tambang yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan sektor pertanian. Seruan ini disampaikan menyusul kerusakan lahan pertanian akibat aktivitas tambang emas di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Dedi menyoroti perlunya penataan ruang yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan perlindungan kawasan produktif seperti hutan, kebun, dan sawah. Ia menilai bahwa kegiatan pertambangan yang merusak harus dihentikan dan lahan dikembalikan ke fungsi semula.

“Kalau tambang menimbulkan problem lingkungan, merusak infrastruktur, bahkan menyebabkan bencana, ya sudah, tata ruangnya harus dievaluasi dan dikembalikan. Perkebunan, perhutanan, dan pesawahan harus dilindungi,” tegas Dedi saat berada di Kota Sukabumi, Kamis (10/4/2025).

Gubernur juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berkomitmen bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk mengevaluasi tata ruang, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak kegiatan tambang.

Baca Juga:  Angka Hibah Pesantren Janggal, DPRD Jabar Curiga Data Dedi Mulyadi Tak Sesuai Fakta

“Kalau memang mengganggu fungsi lingkungan dan kehidupan masyarakat, harus dihentikan,” tambahnya.

Sebelumnya, warga Desa Cihaur mengeluhkan kerusakan sekitar 50 hektare sawah yang terdampak banjir lumpur akibat aktivitas tambang emas. Aliran lumpur dari area pertambangan menyebabkan gagal panen dan kerugian besar bagi para petani.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan, Cek Syarat dan Batas Waktunya

Tambang emas milik PT Golden Pricindo Indah di kawasan tersebut menjadi sorotan publik. Pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat telah mendesak agar aktivitas perusahaan tersebut dievaluasi secara menyeluruh.

Menanggapi tudingan pencemaran lingkungan, pihak PT Golden Pricindo Indah menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab jika hasil investigasi membuktikan adanya dampak dari aktivitas mereka.

Juru Bicara perusahaan, Dede Kusdinar, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri penyebab banjir lumpur secara komprehensif.

Baca Juga:  Lanjutkan Program Aher, Ahmad Syaikhu Prioritaskan Perbaikan Ruang Kelas dan Kesejahteraan Guru di Jabar

“Rencananya pada hari Kamis, tim akan melakukan investigasi langsung di lapangan,” ujarnya.

Dedi juga menjelaskan bahwa perusahaan sebelumnya telah melakukan penelusuran terhadap aliran sungai di wilayah tersebut. Ditemukan empat sungai besar yang mengalir ke Cipari dan bermuara ke Sungai Cisereuh dan Karang Embe Cibutun.

“Investigasi ini penting agar dampaknya bisa diketahui secara valid, bersumber dari mana,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak menutup kemungkinan akan memberikan pertanggungjawaban atau bantuan apabila terbukti ada dampak dari kegiatan pertambangan mereka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.