Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gunting Guru BK vs Air Mata Siswi! Skandal ‘Salon Paksa’ di SMKN 2 Garut Meledak

Kamis, 7 Mei 2026 13:40 WIB

Video Viral ‘Bandar Membara’ Banyak Diburu Link-nya, Ini Fakta Terbaru

Kamis, 7 Mei 2026 13:30 WIB
Ilustrasi begal

Pria di Soekarno-Hatta Bandung Jadi Korban Begal Berkedok Polisi Gadungan

Kamis, 7 Mei 2026 13:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gunting Guru BK vs Air Mata Siswi! Skandal ‘Salon Paksa’ di SMKN 2 Garut Meledak
  • Video Viral ‘Bandar Membara’ Banyak Diburu Link-nya, Ini Fakta Terbaru
  • Pria di Soekarno-Hatta Bandung Jadi Korban Begal Berkedok Polisi Gadungan
  • Persib Segera Pinang Pemain Timnas Abroad? Ini Bukti Kuat yang Beredar!
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp17.000 per Gram, Tembus Rp2,84 Juta
  • Persib Bandung Incar Ole Romeny, Ini 3 Nama Panas Jelang Bursa Transfer 2026
  • Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Hebohkan TikTok dan X, Link Asli Diburu
  • Persija vs Persib 7 Tahun Tak Digelar di Jakarta, Siapa Lebih Superior?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 7 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Desak Evaluasi Izin Tambang Usai Sawah di Sukabumi Terdampak Lumpur

By Aga GustianaJumat, 11 April 2025 09:04 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap izin tambang yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan sektor pertanian. Seruan ini disampaikan menyusul kerusakan lahan pertanian akibat aktivitas tambang emas di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Dedi menyoroti perlunya penataan ruang yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan perlindungan kawasan produktif seperti hutan, kebun, dan sawah. Ia menilai bahwa kegiatan pertambangan yang merusak harus dihentikan dan lahan dikembalikan ke fungsi semula.

“Kalau tambang menimbulkan problem lingkungan, merusak infrastruktur, bahkan menyebabkan bencana, ya sudah, tata ruangnya harus dievaluasi dan dikembalikan. Perkebunan, perhutanan, dan pesawahan harus dilindungi,” tegas Dedi saat berada di Kota Sukabumi, Kamis (10/4/2025).

Gubernur juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berkomitmen bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk mengevaluasi tata ruang, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak kegiatan tambang.

Baca Juga:  Dongkrak Suara Prabowo-Gibran, TKD Jabar Siapkan Strategi Khusus

“Kalau memang mengganggu fungsi lingkungan dan kehidupan masyarakat, harus dihentikan,” tambahnya.

Sebelumnya, warga Desa Cihaur mengeluhkan kerusakan sekitar 50 hektare sawah yang terdampak banjir lumpur akibat aktivitas tambang emas. Aliran lumpur dari area pertambangan menyebabkan gagal panen dan kerugian besar bagi para petani.

Baca Juga:  Arus Lalin Padat, Pantai Batukaras dan Madasari Masih Dibanjiri Wisatawan

Tambang emas milik PT Golden Pricindo Indah di kawasan tersebut menjadi sorotan publik. Pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat telah mendesak agar aktivitas perusahaan tersebut dievaluasi secara menyeluruh.

Menanggapi tudingan pencemaran lingkungan, pihak PT Golden Pricindo Indah menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab jika hasil investigasi membuktikan adanya dampak dari aktivitas mereka.

Juru Bicara perusahaan, Dede Kusdinar, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri penyebab banjir lumpur secara komprehensif.

Baca Juga:  Terganjal Aturan Kawasan Kumuh, DPRD Jabar Desak Perluasan Jangkauan Bantuan Rutilahu

“Rencananya pada hari Kamis, tim akan melakukan investigasi langsung di lapangan,” ujarnya.

Dedi juga menjelaskan bahwa perusahaan sebelumnya telah melakukan penelusuran terhadap aliran sungai di wilayah tersebut. Ditemukan empat sungai besar yang mengalir ke Cipari dan bermuara ke Sungai Cisereuh dan Karang Embe Cibutun.

“Investigasi ini penting agar dampaknya bisa diketahui secara valid, bersumber dari mana,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak menutup kemungkinan akan memberikan pertanggungjawaban atau bantuan apabila terbukti ada dampak dari kegiatan pertambangan mereka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat Sukabumi tambang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gunting Guru BK vs Air Mata Siswi! Skandal ‘Salon Paksa’ di SMKN 2 Garut Meledak

Ilustrasi begal

Pria di Soekarno-Hatta Bandung Jadi Korban Begal Berkedok Polisi Gadungan

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp17.000 per Gram, Tembus Rp2,84 Juta

Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Wanita Paruh Baya di KBB, Motif Masih Diburu

Kritik Tajam Kirab Mahkota Binokasih: Mahasiswa Sebut Rakyat Butuh Solusi Nyata, Bukan Romantisasi Budaya!

Bukan dari APBD, Kirab Budaya Mahkota Binokasih Andalkan Gotong Royong Tokoh Jabar

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • Heboh Pencarian Video Viral “Tasya Gym Bandar Batang”, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Digital
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.