Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap

Senin, 22 Juni 2026 06:00 WIB

Barros: Ronaldo Sangat Layak Juara Piala Dunia, Ini Kesempatan Terakhirnya!

Senin, 22 Juni 2026 03:00 WIB

Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget

Senin, 22 Juni 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Barros: Ronaldo Sangat Layak Juara Piala Dunia, Ini Kesempatan Terakhirnya!
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Era Igor Tolic Dimulai! Luka Menalo Disebut Jadi Rekrutan Baru Persib Bandung
  • Bek Persib Ungkap Kandidat Juara Piala Dunia 2026, Prancis Jadi Ancaman Serius Argentina
  • Siapa yang Bohong? Misteri di Balik Kasus Lahan 368 Hektare di Cineam, Antara Hak Petani dan Perintah Aparat
  • Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2
  • UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 22 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Desak Evaluasi Izin Tambang Usai Sawah di Sukabumi Terdampak Lumpur

By Aga GustianaJumat, 11 April 2025 09:04 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap izin tambang yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan sektor pertanian. Seruan ini disampaikan menyusul kerusakan lahan pertanian akibat aktivitas tambang emas di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Dedi menyoroti perlunya penataan ruang yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan perlindungan kawasan produktif seperti hutan, kebun, dan sawah. Ia menilai bahwa kegiatan pertambangan yang merusak harus dihentikan dan lahan dikembalikan ke fungsi semula.

“Kalau tambang menimbulkan problem lingkungan, merusak infrastruktur, bahkan menyebabkan bencana, ya sudah, tata ruangnya harus dievaluasi dan dikembalikan. Perkebunan, perhutanan, dan pesawahan harus dilindungi,” tegas Dedi saat berada di Kota Sukabumi, Kamis (10/4/2025).

Gubernur juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berkomitmen bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk mengevaluasi tata ruang, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak kegiatan tambang.

Baca Juga:  Perhitungkan Suara di Jabar, Ganjar Optimis Tembus 40 Persen

“Kalau memang mengganggu fungsi lingkungan dan kehidupan masyarakat, harus dihentikan,” tambahnya.

Sebelumnya, warga Desa Cihaur mengeluhkan kerusakan sekitar 50 hektare sawah yang terdampak banjir lumpur akibat aktivitas tambang emas. Aliran lumpur dari area pertambangan menyebabkan gagal panen dan kerugian besar bagi para petani.

Baca Juga:  Target Investasi Rp270 Triliun, DPMPTSP Jabar Siapkan Langkah Lebih Agresif di 2025

Tambang emas milik PT Golden Pricindo Indah di kawasan tersebut menjadi sorotan publik. Pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat telah mendesak agar aktivitas perusahaan tersebut dievaluasi secara menyeluruh.

Menanggapi tudingan pencemaran lingkungan, pihak PT Golden Pricindo Indah menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab jika hasil investigasi membuktikan adanya dampak dari aktivitas mereka.

Juru Bicara perusahaan, Dede Kusdinar, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri penyebab banjir lumpur secara komprehensif.

Baca Juga:  Arahan Bey Kepada Kepala Daerah se-Jabar: Tekan Stunting dan Kemiskinan

“Rencananya pada hari Kamis, tim akan melakukan investigasi langsung di lapangan,” ujarnya.

Dedi juga menjelaskan bahwa perusahaan sebelumnya telah melakukan penelusuran terhadap aliran sungai di wilayah tersebut. Ditemukan empat sungai besar yang mengalir ke Cipari dan bermuara ke Sungai Cisereuh dan Karang Embe Cibutun.

“Investigasi ini penting agar dampaknya bisa diketahui secara valid, bersumber dari mana,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak menutup kemungkinan akan memberikan pertanggungjawaban atau bantuan apabila terbukti ada dampak dari kegiatan pertambangan mereka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat Sukabumi tambang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siapa yang Bohong? Misteri di Balik Kasus Lahan 368 Hektare di Cineam, Antara Hak Petani dan Perintah Aparat

Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2

Padam Listrik

UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile

TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen

Fakta Kelam di Balik Hubungan Asmara yang Berujung Penyiksaan di Bandung

Bukan Dipaksa?! Ini Alasan Dua Bocah Mau Ikut Ibunya Ngamen Sampai Larut Malam

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Terungkap dari Telepon Misterius, Kasus Penyiksaan 3 Tahun di Bandung Gegerkan Publik
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.