bukamata.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Barat mengungkap adanya temuan kasus influenza varian H3N2 subclade K di daerahnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing, tercatat ada 10 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.
Meski demikian, IDI Jawa Barat menegaskan bahwa temuan itu bukan berasal dari pemantauan internal organisasi. Proses pemeriksaan dan pengumpulan data dilakukan langsung oleh Kementerian Kesehatan.
“Kalau data yang saya dapatkan sih di Jawa Barat itu ada 10 pasien yang diperiksa dan ternyata positif dari pemeriksaan whole genome sequencing,” kata Ketua IDI Jabar dr. Moh. Lutfhi pada Jumat (2/1/2025).
Soal lokasi penyebaran kasus, Lutfhi mengaku belum menerima laporan detail. Ia menyebutkan bahwa pemetaan wilayah dan surveilans epidemiologi sepenuhnya berada di bawah kewenangan instansi pemerintah.
“Kita belum ada datanya ya, karena survei epidemiologi biasanya kan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan,” katanya.
Lebih lanjut, Lutfhi meluruskan istilah “super flu” yang ramai digunakan di masyarakat. Menurutnya, sebutan tersebut tidak dikenal dalam terminologi medis. Kasus yang dimaksud sebenarnya termasuk dalam kategori influenza like illness (ILI), yakni kumpulan penyakit dengan gejala menyerupai influenza.
Ia menjelaskan bahwa ILI tidak selalu disebabkan oleh virus influenza saja, melainkan bisa berasal dari berbagai jenis virus lain.
“Nah, ini bisa disebabkan oleh virus influenza sendiri atau virus lain ya, seperti rinovirus atau para influenza atau virus-virus yang lainnya,” terang Lutfhi.
Dalam konteks influenza, Lutfhi menyebut terdapat dua tipe utama yang selama ini umum beredar, yaitu H1N1 dan H3N2. Di Indonesia sendiri, tipe H3N2 tercatat sebagai penyebab yang paling sering ditemukan.
“Jadi sebetulnya H3N2 ini kan umum ya sebagai penyebab influenza dan tipe yang baru ini yang subclade K ini memang mutasi dari H3N2 tapi juga tidak lebih ekstrim gitu ya perubahannya ya hampir sama dengan virus yang lain,” terangnya.
IDI Jawa Barat pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan. Dari sisi tingkat keparahan, virus ini dinilai tidak jauh berbeda dengan influenza pada umumnya, meskipun memiliki kemampuan penularan yang lebih cepat.
“Virus flu biasa saja sih sebetulnya. Tidak terlalu perlu dikhawatirkan seperti Covid gitu ya, berbeda sekali jenisnya. Dan dari sisi apakah bahaya atau tidak hampir sama dengan virus-virus lainnya. Hanya memang lebih cepat menular,” pungkas Lutfhi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









