Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

Minggu, 15 Maret 2026 21:53 WIB
CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Minggu, 15 Maret 2026 21:45 WIB

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Minggu, 15 Maret 2026 21:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
  • Alwi Farhan dan Putri KW Tembus Final Swiss Open 2026, Indonesia Bidik Dua Gelar
  • Selisih 4 Poin di Klasemen, Persib vs Borneo FC Jadi Laga Krusial Perebutan Gelar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 15 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

10 Kasus Super Flu Ditemukan di Jabar, IDI Imbau Masyarakat Jangan Panik

By Aga GustianaJumat, 2 Januari 2026 12:43 WIB2 Mins Read
Ilustrasi virus Flu. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Barat mengungkap adanya temuan kasus influenza varian H3N2 subclade K di daerahnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing, tercatat ada 10 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.

Meski demikian, IDI Jawa Barat menegaskan bahwa temuan itu bukan berasal dari pemantauan internal organisasi. Proses pemeriksaan dan pengumpulan data dilakukan langsung oleh Kementerian Kesehatan.

“Kalau data yang saya dapatkan sih di Jawa Barat itu ada 10 pasien yang diperiksa dan ternyata positif dari pemeriksaan whole genome sequencing,” kata Ketua IDI Jabar dr. Moh. Lutfhi pada Jumat (2/1/2025).

Soal lokasi penyebaran kasus, Lutfhi mengaku belum menerima laporan detail. Ia menyebutkan bahwa pemetaan wilayah dan surveilans epidemiologi sepenuhnya berada di bawah kewenangan instansi pemerintah.

Baca Juga:  Dukung Perempuan Merdeka dari Kanker Rahim, MSD, Kemenkes dan Bio Farma Serukan Kampanye Tenang untuk Menang

“Kita belum ada datanya ya, karena survei epidemiologi biasanya kan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan,” katanya.

Lebih lanjut, Lutfhi meluruskan istilah “super flu” yang ramai digunakan di masyarakat. Menurutnya, sebutan tersebut tidak dikenal dalam terminologi medis. Kasus yang dimaksud sebenarnya termasuk dalam kategori influenza like illness (ILI), yakni kumpulan penyakit dengan gejala menyerupai influenza.

Ia menjelaskan bahwa ILI tidak selalu disebabkan oleh virus influenza saja, melainkan bisa berasal dari berbagai jenis virus lain.

Baca Juga:  Pneumonia Melanda Jepang, Kemenkes Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan saat Berpergian

“Nah, ini bisa disebabkan oleh virus influenza sendiri atau virus lain ya, seperti rinovirus atau para influenza atau virus-virus yang lainnya,” terang Lutfhi.

Dalam konteks influenza, Lutfhi menyebut terdapat dua tipe utama yang selama ini umum beredar, yaitu H1N1 dan H3N2. Di Indonesia sendiri, tipe H3N2 tercatat sebagai penyebab yang paling sering ditemukan.

“Jadi sebetulnya H3N2 ini kan umum ya sebagai penyebab influenza dan tipe yang baru ini yang subclade K ini memang mutasi dari H3N2 tapi juga tidak lebih ekstrim gitu ya perubahannya ya hampir sama dengan virus yang lain,” terangnya.

Baca Juga:  Ramai Simbol Semangka, Berikut Lima Manfaatnya Bagi Kesehatan

IDI Jawa Barat pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan. Dari sisi tingkat keparahan, virus ini dinilai tidak jauh berbeda dengan influenza pada umumnya, meskipun memiliki kemampuan penularan yang lebih cepat.

“Virus flu biasa saja sih sebetulnya. Tidak terlalu perlu dikhawatirkan seperti Covid gitu ya, berbeda sekali jenisnya. Dan dari sisi apakah bahaya atau tidak hampir sama dengan virus-virus lainnya. Hanya memang lebih cepat menular,” pungkas Lutfhi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

flu H3N2 IDI Jawa Barat influenza subclade K Kemenkes kesehatan super flu virus flu wabah flu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.